oleh

SILA 1 BUTIR KE-1 ” BANGSA INDONESIA MENYATAKAN KEPERCAYAANNYA DAN KETAQWAANNYA TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA “

-Terbaru-Telah Dibaca : 151 Orang

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatu ..

Salam Sejahtera bagi kita semua ..

Om Swastyatu ..

Namo Buddaya ..

Salam kebajikan ..

 

Kali ini saya akan menulis pendapat saya tentang butir butir Pancasila Sila ke -1

Yang berjudul “ Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa “

 

Indonesia merupakan negara multikultural dengan berbagai keragaman antara lain suku,ras,bahasa dan juga agama. Keberagaman ini merupakan asset bangsa Indonesia yang harus di jga dan rawat bersama keberagaman dalam beragama merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari sehinga setiap umat beragama mempunyai kewajiban untuk mengakui sekaligus menghormati agama lain tanpa membeda-bedakan. Sila dengan bunyi “ ketuhanan Yang Maha Esa “ merupakan isi sila pertama dalam pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia.

Sila Ke-1 Pancasila ini mengandung butir-butir pengamalan beserta nilai-nilai dan makannya yang dapat diiterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia mempunyai 6 agama yang di akui secara resmi oleh pemerintah RI yaitu Islam, Protestan, katolik, Hindu, Budha dan konghucu. Setiap warga negara wajib memeluk salah satu agama tersebut, sehingga dinamisme dan animisme tidak di akui keberadaannya. Beribadah dengan benar sesuai apa yang di ajarkan oleh agama yang

di yakini sebagai pengamalan dalam pelaksanaannya, kementrian agama adalah lembaga negara yang menjadi tolok ukur hal tersebut untuk mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan agama yang sudah ada. Bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan persembahyangan sehari-hari maupun hari-hari besar keagamaan kita mungkin mengenal ibadah dalam bentuk sholat,tadarus, puasa, zakat

dan haji. Tidak salah tapi jenis-jenis ibadah juga tidak hanya terbatas karena ibadah memiliki cakupam yang sangat luas banyak masyarakay sekarang salah kaprah dalam memaknai beribadah. Mereka memaknai beribadah harus berupa aktivitas fisik yang kaku. Seharusnya, manusia beriman menghadap kemanapun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita selalu ingat kepadanya. Bukan hanya di Kabah,

tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin di rumah – rumah yatim bahkan di lembaga permasyarakatan. Masjid bisa roboh, kabah bisa sepi, tapi hati manusia beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan padanya. Apakah berarti kita harus beribadah sepanjang hari, waktu, setiap detik ? ya, tentu saja. Karena kita akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan kita kelak. Mengapa kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada kehidupan dunia disebut ibadah? Karena, demikianlah Allah

memerintahkan, hidup manusia harus seimbang. Allah menciptakan siang untuk bekerja dan malah untuk beristirahat karna itu kami menyeimbangkan kehidupan duniawinya dengan kebutuhan hidup akhiratnya agar ia menjadi orang yang beruntung. Dalam soal sikap orang muslim terhadap kepercayaan agama orang non muslim yaitu tidak memaksa suatu pendekatan untuk  melahirkan kurukanan

 

beragama karena sesuatu agama bersifat tegas dengan kebenaran agamanya sendiri dan menyalahkan agama agama lain. Tidak mencaci maki terhadap sesembahan agama lain artinya dalam usaha untuk mewujudkan ketentraman dan keharmonisan dalam sebuah masyarakat atau negara. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tentang sila dan salah satu butir Pancasila.

Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatu ..

-Adinda Kharismaharani

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed