oleh

POHON UANG AJAIB

-Terbaru-Telah Dibaca : 1,554 Orang

Super Mentor saya, Bapak Heppy Trenggono pernah cerita tentang koleganya, seorang pengusaha besar di AS yang memiliki omzet bisnis jutaan dolar.

Sang kolega dengan penuh sukacita menerima selembar cek dari hasil investasi. Betapa kagetnya pak Heppy ketika tahu cek itu hanya bernilai ribuan dollar saja. Jumlah yang sangat kecil dibanding income pengusaha itu yang jutaan dollar.

Mengapa pengusaha itu masih mau menerima cek remeh tersebut? Mengapa dia tetap terlihat senang mendapat uang yang “kecil”itu?

Melihat kekagetan pak Heppy, pengusaha itu menjelaskan dia mempunyai sebuah pohon uang. Pohon rezeki.
Apakah itu?

Sebagaimana sebuah pohon yang memiliki batang utama, dahan , dan cabang atau ranting, bisnis juga memiliki batang, dahan, dan cabang atau ranting.

Batang adalah bisnis utama yang memberikan income terbesar. Dahan adalah bisnis sampingan yang memberi kita income tambahan, sedangkan cabang atau ranting adalah bisnis insidental yang memberi income sewaktu waktu.

Nah amplop tadi datang dari ranting pohon uangnya. Dari hasil investasinya pada sebuah perusahaan kecil. Meskipun kecil uang tetaplah uang yang harus disukuri. Tak bisa mensyukuri uang kecil jangan berharap akan mendapat uang besar.

Kereen…Mantap sekali pemikirannya.

Kayanya asyik juga kalau kita punya pohon uang. Kita punya banyak jalan masuk uang.

Lalu bagaimana cara membangun pohon rezeki kita agar besar rimbun dan berbuah banyak?

1. Pertama, perkuat iman dan taqwa kepada Allah karena semakin beriman dan bertakwa makin subur pula pohon rezeki kita.

2. Jika kekuatan kita belum sanggup menggarap beberapa bisnis, fokus pada batang bisnis yang sedang digarap. Kerahkan konsentrasi agar batang itu membuat pohon makin besar,makin kuat akarnya, dan makin banyak buahnya.

Jangan salah membesarkan bagian pohon rezeki. Sibuk menggarap ranting membuat batang dan dahan anda kering.

3. Jangan mudah tergoda dengan peluang peluang yang bisa menggeser fokus. Semua peluang digarap akan membuat kita kehilangan fokus dan kecapaian sendiri.

Diperlukan keahlian dan perhitungan matang untuk menentukan yang mana batang, mana dahan, dan mana yang ranting.

4. Jika ada peluangĀ  bagus membuat dahan pohon (bisnis sampingan) yang bagus, tidak ada salahnya bekerjasama dengan orang lain.

Saat ini bisnis bukan lagi berpijak pada owning(kepemilikan) tapi sudah business sharing (berbagi bisnis).

Bisnis bisnis dahan /sampingan lebih baik jangan digarap sendiri. Kerjasama dengan orang lain, bangun sistem kemitraan yang adil untuk menggarap peluang dahan yang bagus tadi.

Siapa tahu bisnis yang asalnya dahan bisa jadi batang yang baru. Gapapa kita tidak memiliki 100% kepemilikan di batang itu. Minimal kita ga usah cape dan pusing menggarap bisnis dahan itu. Lagipula kalau punya beberapa dahan yang bagus kan memberi hasil lumayan juga.

5. Nah,kalau ranting itu adalah peluang peluang insidental yang menghasilkan uang.

Jika ada peluang dapat uang selama tidak mengganggu batang dan dahan, ambil saja. Lempar saja ke orang(makloon/subkon) atau kita suruh orang lain menjalankan peluang itu dengan konsep bagi hasil atau upah.

Lagi lagi kita gunakan konsep berbagi. Gapapa dapat kecil juga yang penting dapat uang dan waktu kita ga habis mengurusnya.

Jika masih bingung saya kasih contoh ya…

Saya sedang mengembangkan bisnis pelatihan transformasi diri dengan nama NUSANTARA ERUCAKRA

Bidang bisnisnya terbagi dua
1. Commandoz EruCakra
Bergerak dalam bidangĀ  Pengembangan Diri.(outbound, lifeskill, dll)
2. Sultan EruCakra
Bergerak dalam Pengembangan Bisnis.

Nah bagi saya NE ini adalah batang bisnis saya. Saya memberikan pelatihan pengembangan diri dengan Brand Commandoz dan Pelatihan Pengembangan bisnis.

Kita mengadakan mentoring, coaching, dan training untuk membantu pengembangan hidup (diri dan bisnis) orang orang dan pebisnis pebisnis yang membutuhkan.

Sedangkan dahannya adalah bisnis bisnis milik binaan/ dimana saya mendapatkan kepemilikan saham di bisnis itu.

Saya memang membantu beberapa pengusaha mengembangkan bisnis dengan kompensasi saham. Nah dari saham itu saya mendapatkan income sampingan.

Lalu rantingnya adalah orderan orderan insidental seperti order cetakan, bikin kaus/jaket, sendal gunung, dan lainnya.
Pokoknya apapun yang jadi uang saya ambil asal saya tidak terikat didalamnya.hehehe…

Pohon uang saya meskipun sudah mulai berbuah tetapi masih terus butuh banyak pupuk dan pemeliharaan. Masih butuh waktu agar bisa memanen lebih banyak buah yang masak dan manis.

Moga tahun depan beberapa ranting tumbuh jadi batang baru atau bahkan pohon baru.

Nah apa pohon uang yang anda bangun? Atau mau beli pohon uang yang saya jual tahun depan?

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar