oleh

Tiga Garda Penentu Sukses Output Pendidikan (Versiku)

-Edukasi-Telah Dibaca : 12 Orang

Setiap memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak bermunculan promosi sekolah. Spanduk atau bener berlomba-lomba berdiri di pingir jalan utama, bahkan kadang ada yang dipasang menyeberang di atas jalan. Dibuat design terbagus agar menarik dan bikin penasaran setiap orang yang melihatnya.

Promosi yang ditawarkan sangat beragam yang ditonjolkan. Mulai dari prestasi siswa, sarana pra sarana gedung penunjang, kegiatan ekstrakurikuler, biaya pendidikan (pendaftaran dan SPP gratis), bahkan tenaga edukasinya. Semua itu dalam rangka menjaring sebanyak mungkin peserta didik untuk mau melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

Sebenarnya apa sih yang terpenting agar suatu unit pendidikan bisa sukses dalam menjalankan roda kerjanya?

Sebelumnya mohon maaf jika ada pembaca yang kurang sepaham dengan pendapat saya ini. Sebenarnya ada tiga garda penentu sukses pendidikan:

1. Input

Apa yang dimaksud input di sini? Input di sini menyangkut siswa yang masuk atau diterima. Misalkan, jika unit pendidikan mengunggulkan dalam bidang tahfidz qur’an, maka harus ada seleksi yang ketat dengan berbagai ketentuan agar terjaring siswa yang benar-benar sesuai yang diharapkan.

Tapi ada permasalahan, bisa dikatakan permasalah itu besar atau kecil tergantung yang memandang. Apa masalahnya? Masalahnya jika unit pendidikan itu dibawah naungan suatu yayasan atau pondok yang tidak menginginkan menolak peserta didik yang ingin sekolah di unit tersebut.

Lalu, bagaimana strateginya?

Berbagai siswa dengan latar belakang yang berbeda yang harus diterima tetap ada seleksi lokal.  Peserta didik diseleksi lagi untuk membuat kelas unggulan. Jumlah kelas unggulan yang dibuat menyesuaikan dengan visi dan misi sekolah tersebut. Jadi akan ada berbagai macam kelas unggulan dalam sekolah tersebut.

2. Guru

Guru sebagai tenaga pengolah bahan (dalam istilah pabrik) juga penentu susksesnya pendidikan. Guru diusahakan untuk selalu menambah wawasan keilmuannya, baik keilmuan sesaui disiplin ilmunya maupun keilmuan pengajarannya. Hal ini akan bisa memotivasi dan membangkitkan siswa untuk belajar dengan rasa senang dan gembira.

3. Sarpras

Dengan sarana yang mencukupi sesuai kebutuhan keunggulan unit sekolah, maka akan membuat guru mudah mentransfer ilmuanya. Siswa bisa mewujudkan atau mengaktifkan minat dan bakatnya dengan mudah.

Jika ketiga poin itu sukses, maka bisa didapatkan output atau lulusan yang sukses. Sekolah tidak lagi repot promosi melalu media cetak atau elektnonik. Cukup hanya dari output yang sukses, maka akan tertariklah input atau siswa baru dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada yang kurang pas.

Salam Literasi,

AHSANUDDIN, S.Pd, M.MPd

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed