oleh

Happy Ending Jokowi dan Prabowo

-Birokrasi, Politik-Telah Dibaca : 75 Orang

Happy Ending Jokowi & Prabowo Jilid I

Menyusun ulang berbagai artikel di Kompasiana menjadi sebuah buku, sama halnya dengan membaca kembali berbagai peristiwa yang pernah dituliskan. Dengan melihat situasi kekinian, maka tergambarlah berbagai kronik dan intrik politik pada masa Pilpres 2019.

Inilah yang membuat saya semakin menggebu untuk menyelesaikan buku “Happy Ending Jokowi & Prabowo. Bagaimana sebuah drama kekerasan politik saat menjelang Pilpres, sampai pada saatnya Pilpres, yang tersebar dalam artikel yang saya tuliskan selama kurun waktu tersebut.

Peta politik yang tergambarkan dalam situasi saat itu, dengan mudah terbaca sambil menyusun buku ini dari bab demi bab. Benarlah semua peristiwa dimuka bumi ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, dan Tuhan sangat mengetahui niat yang ada di hati umatnya.

Buku ini pada awalnya hanya akan diterbitkan dalam satu jilid, namun karena banyaknya materi yang disajikan maka dibelah menjadi dua jilid. Pada Jilid I terdiri dari 4 Bab, yang membahas tentang Pra Kampanye, Masa Kampanye, Debat Capres, dan Seputar Penghitungan Suara Pilpres 2019.

Pada Jilid II membahas Kronik Politik Paskapilpres 2019, Sengketa Pilpres, dan Rekonsiliasi sampai Koalisi. Buku ini merupakan kumpulan Opini Politik, yang membahas, dan menganilisis peristiwa politik yang terjadi sejak Pra Pilpres, sampai Paska Pilpres.

Pada Jilid pertama ini nuansa politik kekerasan sangat kental, penulis lebih cenderung untuk mengatakan Masa Pemanasan Pilpres. Di Bab Seputar Penghitungan Suara, sangat terasa kalau situasi politik saat Pilpres sedang mencapai puncaknya, dan mengarah “Chaos”.

Penulis juga memaparkan berbagai strategi yang digunakan kedua kubu yang terlibat dalam kontestasi Pilpres 2019. Bagaimana strategi kedua kubu yang sangat bertolak belakang. Seperti kubu Prabowo-Sandi yang masih asyik dengan politik identitasnya.

Suksesnya Politik Identitas di Pilkada DKI, tidak lantas akan menuai kesuksesan di Pilpres, dan itu terbukti kalau pada akhirnya Prabowo-Sandi gagal menggunakan Politik identitas sebagai mesin politiknya.

Buku ini sebetulnya ingin menyampaikan beberapa kegagalan Prabowo-Sandi, khususnya Prabowo, dalam Tanding Ulangnya dengan Jokowi. Sejak Pra Kampanye, kubu Prabowo-Sandi sudah ‘Blunder’ terkait kasus ‘Oplas’ Ratna Sarumpaet.

Terlepas apakah kasus tersebut merupakan bagian dari skenario dalam kemasan strategi pemenangan, yang jelas kasus tersebut sangat merusak citra Prabowo-Sandi. Selain itu pada Pilpres 2019, Prabowo masih menggunakan pola yang sama dengan Pilpres 2014, sehingga Pidato-pidato Prabowo terkesan sangat monoton.

Sebagai Petahana, Jokowi memang sangat banyak diuntungkan, terutama track record-nya dalam Periode pertama. Banyak hal-hal yang positive sudah ditorehkan Jokowi lewat berbagai kebijakannya. Sebaliknya Prabowo masih harus membuktikan sepertiw apa jika ia menjadi Presiden.

Happy Ending Jokowi dan Prabowo pada Jilid pertama ini memang belumlah ditampakkan, tapi berbagai drama yang mengisi Jilid pertama ini, sangat bisa terbaca seperti apa ending-nya dari perseteruan kedua kubu kontestan Capres 2019.

Salam Literasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed