oleh

Mindset Menghadapi COVID

-Edukasi, Kesehatan, Peristiwa-Telah Dibaca : 145 Orang

MINDSET MENGHADAPI COVID

Sebetulnya saya tidak ingin menceritakan masalah ini, tapi setelah saya pertimbangkan kembali, saya harus bagikan agar bisa menjadi pelajaran buat yang lain.

Baru-baru ini salah satu anak saya terpapar covid. Di rumah kami hanya berempat, saya dan istri, anak dan cucu. Salah satu diantara kami yakni anak saya terpapar covid. Sebagai kepala keluarga jelas saya harus mencoba untuk bersikap tenang.

Yang paling saya takutkan cucu saya ikut terpapar, karena dia yang berinteraksi dengan ibunya yang terpapar. Anak saya langsung melakukan Isolasi Mandiri di kamarnya. Anaknya saya atur agar tidur sama neneknya, dan saya mengalah untuk tidur sendiri di ruang tamu.

Ada kekuatiran anak saya akan keselamatan kami. Namun karena sikap kami biasa-biasa saja, sehingga membuat dia yakin kami sehat-sehat saja. Tahunya dia terpapar covid setelah dia melakukan test PCR di SCBD. Dia sengaja keluar untuk test PCR untuk memastikan apakah dia benar terpapar covid.

Untungnya dia sudah melakukan vaksinasi, begitu juga saya dan istri. Untuk memastikan saya dan istri terpapar atau tidak, dia memanggil temannya yang dokter, agar kami bisa test Swab. Dan dia di infus vitamin. Alhamdulillah, setelah test Swab kami dinyatakan negatif.

Hasil test tersebut secara otomatis berdampak positif terhadap kondisi kesehatan anak saya. Dia merasa yakin bisa mengatasi sendiri masalahnya, dengan terus berkomunikasi dengan teman-temannya yang memang memiliki kompetensi dalam hal penanganan covid.

Kenapa kami tidak ke rumah sakit? Karena kami tahu kalau kondisi rumah sakit saat ini sedang membludak. Daripada nanti kecewa sehingga membuat dia menjadi stress, maka jalan terbaik yang diambil adalah Isoman.

Alhamdulillahnya cucu saya pun tidak terlalu masalah dengan kondisi tersebut, karena dia tetap bisa komunikasi dengan ibunya, meskipun cuma via Hape. Kami sengaja menutupi hal ini pada awalnya, karena tidak ingin tetangga ikut gaduh dan takut, dan sangat yakin kami bisa mengatasinya sendiri.

Alhamdulillah, dengan mindset seperti itu kami hepi-hepi saja, kami tidak mengutuk keadaan. Begitulah cara kami untuk tidak membuat repot orang lain. Kami juga sadar kalau negara sedang berjuang keras untuk menyelamatkan rakyatnya.

Semua aktivitas kami di rumah tidak terganggu, bahkan istri saya dengan tulus dan iklas melayani kebutuhan anak saya selama Isoman. Dan saya tetap bisa melakukan aktivitas saya sehari-hari, tanpa ada gangguan apa pun.

Ajinatha

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed