oleh

Kemampuan Berkomukiasi dan Inteligensi

-Edukasi, Humaniora, Media, Sosbud, Teknologi, YPTD-Telah Dibaca : 154 Orang

Komunikasi menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan berkomukiasi ternyata bukan cuma milik kalangan yang berpendidikan tinggi, bahkan kemampuan berkomunkasi tidak berbanding lurus dengan tingginya pendidikan.

Tidak salah kalau persoalan komunikasi ini menjadi perhatian khusus, sehingga dihadirkannya fakultas yang terkait dengan ilmu komunikasi diberbagai bidang. Dari Ilmu Komunikasi Politik sampai Ilmu Desain Komunikasi Visual.

Kemampuan komunikasi ini bukan cuma dalam hal menyampaikan, tapi juga kemampuan menerima apa yang disampaikan. Jelas ini berkaitan dengan inteligensi seseorang, dan inteligensi bukanlah sesuatu yang hanya diperoleh dari pendidikan, melainkan kecerdasan bawaan lahir.

Intelegensi atau kecerdasan diartikan dalam berbagai dimensi oleh para ahli. Donald Stener, seorang Psikolog menyebut intelegensi sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan pegetahuan yang sudah ada untuk memecahkan berbagai masalah. Tingkat intelegensi dapat diukur dengan kecepatan memecahkan masalah-masalah tersebut.

Kemampuan berkomukiasi sangat erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang. Seseorang yang memiliki pola pikir yang efektif akan mengkomunikasikan sesuatu dengan cara yang efektif pula. Sebaliknya seseorang yang memliki pola pikir yang rumit, maka akan rumit pula caranya mengkomunikasikan sesutu.

“Untuk berkomunikasi secara efektif, kita harus menyadari bahwa kita semua berbeda dalam cara kita memandang dunia dan menggunakan pemahaman ini sebagai panduan untuk komunikasi kita dengan orang lain.” – Tony Robbins

Komunikasi dalam kepentingan yang lebih luas, tentunya menyangkut kemampuan komunikasi baik secara verbal, tekstual juga secara visual. Kemampuan tersebut akan merefleksikan kecerdasan seseorang.

Kemampuan berkomunikasi secara verbal adalah bentuk komunikasi langsung antara orang perorangan, dalam bentuk sebuah interaksi, seperti dalam berdialog dan berpidato tanpa teks.

Kemampuan berkomunikasi secara tekstual adalah bentuk komunikasi yang tidak langsung. Seperti mengkomunikasikan berbagai gagasan lewat tulisan, bisa dalam bentuk artikel, jurnal, juga dalam bentuk surat menyurat.

Sementara berkomunikasi secara visual adalah kemampuan seseorang dalam mengkomunikasikan gagasan lewat bentuk atau gambar. Media yang digunakan bisa berupa lukisan, grafis, juga berupa slide presentation,

Itulah mengapa, untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menyebabkan sakit hati, kemarahan, kebencian atau kebingungan, kamu perlu berkomunikasi dengan jelas.

Sementara komunikasi yang jelas hanya bisa disampaikan oleh orang-orang yang memiliki inteligensi dengan kecerdasan emosional yang baik. Sehingga apa yang disampaikan mudah diterima, dan terhindar dari miskomunikasi.

Aji Najiullah Thaib

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed