oleh

KEGAGALAN BUKAN HALANGAN, TETAPI AWAL KEBERHASILAN

-Terbaru-Telah Dibaca : 233 Orang

Nama : Akrista Via Sannindra

NIM : 21002

Kelas : 28 A

Cita-Cita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya. Perkenalkan nama saya Akrista Via Sannindra, saya lahir di Jakarta tanggal 06 Oktober 2000. Saya dulu bersekolah di SMA Negeri 93 Jakarta dan lulus SMA tahun 2018 dengan jurusan yaitu IPA. Saya mempunyai Ayah seorang Purnawirawan TNI AD yang bernama Nuri dan Ibu seorang Ibu Rumah Tangga yang bernama Endah Tri Wahyuni, saya 3 bersaudara yaitu terdiri dari kakak yang bernama Akristi Eni Sannindra, saya dan adik saya yang bernama Bravo Gymnastyar Sannindra. Dan betul saya dan kakak saya kembar, kami beda 2 menit tetapi kakak saya saat ini sudah semester 6 jurusan Pariwisata di Universitas Nasional dan adik saya bersekolah di SMA Negeri 93 Jakarta.

Jika ditanya mengapa saya baru memulai masuk kuliah di tahun 2021, karena sebelumnya di tahun 2019 saya mendaftar Bintara Polisi (Bintara PTU) tetapi gagal di kesehatan karena pada waktu itu mata saya terkena rabun jauh. Dan saya memperbaiki yang kurang di diri saya,mulai dari kesehatan, jasmani sampai belajar psikotest dan akademik saya tekuni. sampai pada akhirnya di tahun 2020 saya mendaftar Bintara TNI AD (Kowad) mulai dari test administrasi, test kesehatan, sampai test jasmani saya ikuti dan pada saat pengumuman parade (pengumuman di tingkat daerah) saya terkena alokasi. Saya belajar untuk ikhlas dan menerima walaupun berat tapi saya tidak patah semangat, saya tetap latihan jasmani dan setiap 3 bulan sekali saya melakukan rikkes agar saya tahu keadaan tubuh saya.

Setelah bangkit dari kegagalan, saya mendaftar Bintara Polisi (Bintara PTU) untuk yang kedua kalinya. Saya melakukan test disertai dengan doa dan ikhtiar dan tidak lupa meminta doa kepada kedua orang tua. Setelah mengikuti test mulai dari kesehatan, psikotest, akademik, jasmani, sampai wawancara ternyata belum rezeki saya untuk menjadi polisi, saya lulus tidak terpilih atau alokasi. Saya sangat sedih, tetapi saya tidak memaksakan keadaan mungkin rezeki saya tahun 2020.

Dan di tahun 2021 saya mengikuti test Bintara wara ( Wanita Angkatan Udara) di Bandung tepatnya di Lanud Sulaiman, Bandung. Saya rela jauh dari keluarga untuk cita- cita, dan saya selalu meminta doa kepada keluarga khususnya kepada kedua orang tua saya. Selama test wara saya mengikuti test dengan sungguh- sungguh dan belajar dari pengalaman, mulai dari test kesehatan, jasmani, psikotest,sampai wawancara. Saya tanamkan prinsip dalam hidup saya “ jika ingin sukses, nikmati prosesnya”. Setiap test selalu saya nikmati proses nya dan tidak lupa selalu berdoa. Dan tiba saat pantukhir saya terkena alokasi lagi, berat sekali saya menerima tetapi saya yakin Allah sudah siapkan jalan yang terbaik buat hamba nya.

Setelah gagal dari wara, saya terus bangkit dan mendaftar Bintara TNI AD. Saya mengikuti test mulai dari kesehatan, jasmani tetapi saya jatuh di alokasi panda. Dari sini saya berfikir, mungkin rezeki saya ditempat lain dan saya harus kuliah agar bisa mendaftar Bintara Polri (BAKOMSUS Perawat). Dan akhirnya saya mendaftar Akademi Keperawatan di Polri, jika ditanya kenapa harus Polri karena saya tahu dari tetangga saya yang pernah kuliah di Polri bahwa sistem pembelajarannya sangat bagus. Jadi setelah nanti saya lulus menjadi perawat lulusan D3 saya akan lanjut mendaftar Bintara Polri. Jika keterima menjadi Bintara Polri, saya akan melanjutkan S1 Keperawatan agar saya bisa mendapatkan banyak ilmu dan menjadi perawat yang profesional.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed