oleh

24. Tes Kedua

-Terbaru-Telah Dibaca : 285 Orang

Setelah mengikuti tes pertama CPNS, selang beberapa waktu keluar pengumuman dari BKD mengenai peserta yang memiliki sertifikat pendidik (serdik). Saya telah memeiliki serdik dari tahun 2015. Akan tetapi, serdik saya menerangkan sebagai guru kelas MI. Berbekal bismillah, dengan diantar suami mengumpulkan serdik ke BKD untuk dilakukan verivikasi dan validasi. Sebenarnya ada cemas juga, formasi yang saya pilih adalah guru kelas SD, sedangkan serdik saya berbunyi guru kelas MI. Akan tetapi, semua saya pasrahkan sama Tuhan.

Kurang lebih dua minggu setelah pengumpulan serdik, keluar lagi pengumuman mengenai pelaksanaan seleksi kedua. Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB ). SKB ini akan bernilai sempurna jika serdik yang dimiliki peserta sudah tervalidasi oleh instansi terkait ( Kemendikbud, Dikti, dan Kemenag ). Akan tetapi kevalidan serdik tidak diumumkan, jadi saya mengikuti seleksi SKB dengan sedikit beban. Mungkin karena sudah melangkah cukup jauh, andaikan serdik saya valid, maka otomatis nilai SKB saya sempurna, wallahu a’lam. Diawal seleksi, SKD, saya menyelesaikannya dengan santai. Artinya lolos sukur tidak juga tak masalah.

Waktu dua jam pengerjaan SKB secara CAT pun sudah terlampaui. Cukup sulit memang soal yang diujikan, beda jauh dengan soal SKD. Nilai hasil pengerjaan peserta juga ditampilkan di layar besar di halaman Kanreg II BKN. Semua pengantar memantau hasil tes keluarga, saudara, teman, atau bisa juga rival mereka. Nilai yang ditampilkan pun dirangking dari yang tertinggi.

Dua menit terakhir saya tekan tombol selesai di layar monitor. Kemudian saya tinggalkan ruang dingin tersebut dengan perasaan lega. Berapapun dan apapun hasilnya akan saya terima. Karena sudah terbiasa gagal dalam tes semacam ini, saya pun sedikit menata hati untuk tidak terlalu “berharap”.

Ketika menuju halaman kanreg II BKN, suami saya sudah menyambut dengan senyum khasnya. Ah.. apa juga artinya. Nilaiku cukup baik atau cukup hancur ? hehehehe.

Suami memberi selamat, minimal dalam satu gelombang tes saya tersebut, saya menempati posisi 12 dengan nilai 275. Suami saya bercerita jika tadi sempat berada di posisi 5 dengan nilai 280, namun dimenit akhir berubah ke 275. Saya memang melakukan perubahan pada beberapa jawaban saya. Tapi sudahlah, saya hanya tinggal berdoa dan menunggu hasil.

 

ditulis oleh : atik puspita
Gresik, 24  Februari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan