Derai Hujan

Di bawah derai hujan pilu aku sembunyikan dari tatapan orang-orang   Gigil hebat menderaku dihantam hujan badai tumbangkan hati nurani   Berpayung engkau berlalu menyibak derasnya hujan meninggalkanku dalam kesunyian

Hujan Senja Hari

Seperti hujan senja hari yang menyejukkan hati dengan lembut mengajari kita untuk berserah diri jalani takdir kehidupan ini   Hujan bukan pertanda datangnya bala bencana amuknya mara bahaya   Hujan

Senja Bergincu

Senja baru saja turun sembunyi di balik peraduan perempuan-perempuan metropolitan mulai sibuk bergincu merah menyala-nyala mengalahkan sorot lampu jalanan   Perempuan-perempuan muda lenggak-lenggok penuh gaya menebarkan sensasi menguarkan wangi di

Wanita Senja

Wanita tua memandangi senja dengan tatapan hampa begitu nelangsa   Desir angin di langit jingga datang tanpa berita untuknya   Berpuluh purnama menunggu sang putra tercinta pulang dari negeri seberang

Cerita Senja

Kemarilah, mari kusampaikan cerita cèrita menyeramkan tentang senja senja yang dikuasai para raksasa raksasa yang suka memanga manusia manusia yang hidupnya serakah serakah kepada harta dunia   Warna merah saat

Senja yang Tercekam

Senja bergegas segera berlalu tinggalkan hiruk pikuk hari dan percakapan yang membara langit yang memerah tak dihiraukan asyik masuk di peraduan   Senja yang tercekam disergap gulita tanpa lampu-lampu penerang

Senja yang Memerah

Seperti senja yang memerah di mana-mana darah tertumpah mengalir bersimbah-simbah bukan karena amarah tapi karena berserah kepada Illahi   Seperti Ibrahim yang merelakan Ismail dalam ketakwaan dan penuh tawakal begitulah

,

Berkah Pagi

Pada bening embun di pucuk-pucuk daun berkah pagi dihamparkan   Berkah pagi yang menyejukkan dari Illahi untuk kehidupan seluruh makhluk di dunia   Orang-orang tumbuh semangat burung-burung bernyanyi dengan giat

Hening Malam

Pada hening malam tangan-tangan ditengadahkan kidung-kidung lembut mengalun pinta-pinta dipanjatkan dari hati yang terdalam   Pada hening malam menetes deras air mata menumpahkan segala gundah mengalirkan seluruh resah menunduk dalam

Menikmati Senja

Seperti secangkir kopi hangat begitulah dirinya selalu diingat selalu hadirkan kebahagiaan senantiasa suguhkan keceriaan   Pribadi yang rendah hati jiwa yang meneduhkan perilaku yang menghangatkan meyejukkan relung hati   Pandangannya

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.