Sedikit Melupakan

Terangkan segala yang pernah singgah Dengan sengaja berkata-kata dan memberi kesan tak suka Menatap biasa padahal sudah menumpuk buruknya kesan Berjalan santai layaknya tak ada masalah pada fikiran dan hati

BerkahMu Tak Terhingga

Jauh di sudut langit awan hitam berkumpul secara perlahan melebar semakin menutupi biru cerah yang dari pagi hangatkan bumi Pagi akan beranjak siang siap menggelincir mentari yang begitu tampak kharismanya

Pohon Hampir Mati

Kaulah semangat jalani hari Pelita di kala dunia mulai meredup Pembangkit serpihan hati yang sedang layu Membuncah bergerak hadapi kenyataan Dulu rindang daunmu sejukkan siapa saja yang numpang berteduh Duduk

Merindukan Hujan

Mekar bunga berwarna-warni manjakan mata Kumpulan kumbang terbang suka cita terbang mengitari satu pohon ke pohon lainnya Penuh hijau seluas penglihatan merajut harapan Beberapa ulat hijau dibiarkan tumbuh subur membulat

Ayunan Kayu Kenangan

Jauh terletak di tengah kota kecil Rumah sederhana berwarna biru Halaman luas tempat bermain di kala sore Di hiasi beberapa pohon membuat sejuk suasana Ditimang disayang didekap siang dan malam

Bungkusan Tak Berwujud

Berlomba meminta simpati Berebut perhatian bersama berlari Menata ruang jiwa rimbunkan bunga hingga bersemi Mengemis kasih rasa sakit tak dipeduli Tidak ada yang melihat dan menjadi pemerhati Tak ada penghargaan

Mati Hati

Putih bersih terlahir tanpa noda Harum tak bosan ingin selalu di dekatnya Cerah tanpa dosa sejukkan pandangan mata Penenang jiwa penghilang gundah gulana Bola mata hitam menyirat takdir hidup Berbinar

Tak Terlupakan

Sunyi di pagi hari awali langkah kaku dan penuh teliti Pintu kelas masih setia melihat pergerakan angin yang mulai tak betah Deriknya buat mata mencari kumpulan suara yang dirindukan Di