Ibu Pertiwi Terisak Tangis

Puisi Thamrin Dahlan Ibu Pertiwi Terisak Tangis   Pagi ini ibu pertiwi masih menangis ‘ntah apakah  ibu Negara juga turut menangis Ibu pertiwi sudah lama,seperti juga Ibu Kartini ya sudah

Bakso Kuah Air Hujan

Ahad, 6 Desember kembali hujan.  Untunglah sudah main tennis satu setengah set.  Lumayan berkeringat sesusai motto olahraga men sana in corpore sana.  Dalam badan yang kuat terdapat jiwa sehat. Memang

Hari Pertama Sekolah

Pengalaman  ketika masuk sekolah rakyat (SR) tahun 1958.   Umur enam tahun didandani baju kodok oleh emak dan tak bersepatu.  Baju kodok adalah baju terusan, celana dan baju jadi satu, ada

Sumpah Setia

Pantun Setia Dikutip dari Buku Kumpulan Pantun Kreasi Thamrin Dahlan   Mari tamasya ke taman ria Ajak juga komunitas lansia Keluarga rukun dan bahagia Langgeng karena sumpah setia   Brunai

Pejuang Literasi

Karya Thamrin Dahlan   Gerimis  basah  menitik dedaunan Segan melangkah hari lah petang Masih disanakah wahai teman Seolah menanti nan tak kunjung dating   Dari hulu berjalan ke sawah Jalan

Jengkol ke Jengkel

pilihan tidak enak jengkol dan jengkel ucap sobat akademik pilihan itu bukan apel to apel maksudnya tidak seimbang juga tidak sepadan   baiklah, kalau begitu izinkan awak sekali ini membandingkan

Pantun Telinga

Tinggi si dia pohon kelapa Segar minuman pelepas dahaga Melalui media bertegur sapa Saling mendoakan menambah pahala   Sabar ananda jangan berebut Dilarang bertengkar sesama saudara Makna dua telinga satu

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.