oleh

Malam Webinar Program Kerja YPTD 2021-2022

-Terbaru-Telah Dibaca : 179 Orang

Sebagai tindak lanjut dari lomba menulis HUT ke-1 Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan ( YPTD ), malam ini berlangsung webinar bertajuk “ Program Kerja YPTD 2021-2022 “. Dari 80 tulisan yang mampir ke meja dewan juri, ternyata ide dan saran yang disuarakan lewat tulisan menjadi bahan masukan untuk evaluasi program kerja YPTD ke depan.

Diawali dengan pembukaan oleh ayahanda Thamrin Dahlan sebagai owner YPTD, menyambut tamu-tamu isitimewa di malam webinar ini. Program YPTD tahun 2021-2022 adalah:

1.Karena Menulis Aku Ada ( KMAA ) sebanyak 3 kali ( Agustus, Januari, Maret )

  1. Milenial Menulis
  2. Bedah Buku
  3. Pelatihan Menulis
  4. Google Adsense
  5. Kerja sama Dengan Perpurnas
  6. ISBN Buku Digital
  7. HAKI

Tahun ini target YPTD terbitkan 400 buku, tahun lalu terbit 235 buku. Untuk tahun ini KMAA diikuti 80 penulis ( Dibatasi karena keterbatasan sdm ). Untuk kalangan milenial, sebanyak 100 mahasiswa asuhan pak Thamrin, diberi bimbingan untuk menulis dan terbitkan buku baik antologi maupun buku solo. Kemudian kegiatan bedah buku, sudah tersedia stok yang sangat banyak dari 80 penulis di KMAA. Pelatihan menulis dilakukan di kalangan mana saja, terutama yang bersentuhan dengan dunia pendidikan. Maka sebaiknya memiliki akun, misalnya akun YPTD.

Untuk Google Adsense akan diupayakan dengan tujuan menertibkan iklan-iklan illegal yang muncul di laman YPTD. Iklan tersebut masuk karena pengunjung YPTD sudah ratusan ribu, yang tersebar di beberapa negara. YPTD juga bekerja sama dengan Perpurnas untuk menerbitkan dan mengarsipkan buku-buku terbitan YPTD. Kemudian untuk ISBN digital, adalah sebagai jawaban atas kemajuan teknologi yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Buku cetak akan mulai ditinggalkan. Yang terakhir adalah HAKI, buku merupakan Hak Kekayaan Intelektual yang harus dijaga.Sampai malam ini, pengunjung YPTD berjumlah 264.179 orang, pembaca 1.123 orang.

Selanjutnya tampil nara sumber pertama, DR. Erwansyah Syarif, MBA., M.Si., dosen sekaligus konsultan manajemen. Menurut pak Erwan, kita menghadapi perubahan yang kadang tidak diduga-duga, demikian halnya YPTD. Tahun pertama dengan 250 buku, maka Pak Thamrin ingin sesuatu yang lebih, dengan target 400 buku. Setiap orang membeli sesuatu karena value, demikian dengan tulisan, tidak bisa lagi dengan cara-cara yang kemarin.

Target awal adalah yang penting bisa menulis, namun harus ditingkatkan dengan standarisasi buku supaya berkualitas. Maka paradigma harus dirubah, menulis harus memenuhi kualitas, nilai, dan reputasi. Image building, menjadi penulis di sebuah penerbit yang sudah bereputasi merupakan image tinggi buat seorang penulis. Maka harus ada repositioning, terlebih karena sudah menjadi anggota IKAPI. Hal inilah yang akan menimbulkan trust bagi masyarakat terhadap penulis dan YPTD.

Think big dream big, inilah visi YPTD ke depan. Visi harus mampu menginspirasi, memberdayakan, menambah berbagai hal terkait profesi kita. Atas dasar itu maka visi misi YPTD tidak lagi dibatasi hanya untuk menulis buku, tetapi juga untuk pelatihan. Kita jangan membatasi diri hanya pada penulisan, tapi harus berpikir for the future. Sebagai organisasi sosial yang amanah, reputable, kredible, maka secara otomatis orang-orang yang bergabung di YPTD adalah orang yang amanah. Organisasinya juga akan bertanggung jawab terhadap misi kemanusiaan.

Paradigma kita adalah value. Misal dulu disebut panti asuhan, sekarang disebut rumah yatim. Maka penilaian orang akan berbeda hanya dengan tampilan. Demikian halnya dengan YPTD, maka lebih fokus kepada misi kemanusiaan dan pengembangan sumber daya manusia. YPTD mendukung program pemerintah untuk menaikkan minat baca. Kemudian memberdayakan mansia Indonesia melalui YPTD, yaitu dengan cara menjembatani potensi sumber daya manusia dengan stake holder. Buku yang berkualitas akan dibaca banyak orang. YPTD harus bisa membuka akses dengan stake holder. Guur dan dosen harus bisa membuat buku dan jurnal yang berkualitas, yang bisa dibuat sebagai referensi.

Nara sumber kedua adalah Bapak Yolis Djami dari Kupang. Beliau menyampaikan materi tentang editing tulisan dan template. Ketika tulisan sudah selesai, maka langkah berikutnya adalah membaca kembali supaya tahu mana yang belum sesuai dengan  arah tulisan kita. Sebaiknya lakukan editing sendiri supaya kita dapat merevisi sendiri sehingga skill menulis semakin mantap. Hal-hal yang perlu dicermati saat menyunting adalah ejaan, sesuaikan dengan PUEBI dan KBBI.

Sebagai bangsa Indonesia harus bangga dengan bahasa dan tradisi daerah, silahkan kuasai bahasa asing, biasakan bahasa Indonesia, namun harus menguasai bahasa daerah. Selain itu, ide pokok dalam satu alinea cukup memuat 5 kalimat. Alinea jangan sampai terlalu menggelembung.

Untuk template buku YPTD, hal I berisi judul dan nama penulis, halaman II berisi data tentang penerbit. Halaman III berisi nomor penerbit, alamat, dan seterusnya, halaman IV berisi halaman persembahan untuk orang-orang tertentu. Halaman V merupakan kata pengantar dari penerbit, seterusnya pra kata dari penulis. Kemudian daftar isi, selanjutnya daftar pustaka, dan profil penulis. Untuk jenis huruf, tergantung pada kesepakatan antara penulis dengan penerbit.

Berikutnya, nara sumber ketiga, Erdonis Erdwan ST.MA.ACMA, seorang konsultan pengembangan bisnis. Di zaman batu, ketika pertama kali tulisan ditemukan oleh arkeolog sekitar 35.000 SM, tulisan manusia Magnon didalam goa. Walau tulisan itu bahkan tak bisa dibaca, namun arkeolog sangat bahagia dengan temuan itu. Jurnalis berkembang di zaman Julius Caesar, kertas ditemukan di Mesir dari tumbuhan Papirus, hingga ditemukannya mesin cetak.

Momentum hari ini sangat bagus, maka kita harus mengambil momen yang tepat ibarat orang surving, mencari kapan ombak pecah dibatu. Sekarang ada YPTD, kita mau kontribusi apa di kapal yg sedang kita bicarakan ini. Tantangannya adalah dengan minat baca yg sangat rendah berbanding lurus dengan buku yg dibaca. Ini menjadi tantangan kita di YPTD. Kini kita memiliki 17 ribu wartawan 2000 media cetak, 674 radio, 523 TV.

Media berkembang sangat besar, terutama jurnalistik. Impian ke depan kita mau berlari secepat apa. Impian YPTD harus dicapai dengan brand design yang besar dan harus berani bermimpi. Tantangannya adalah anggota YPTD sampai level mana, melihat dari peluang dan tantangan. Dalam  dua tahun ini bagaimana kita bisa menulis, organisasi bisa selevel apa, bahkan 20-30 tahun berikutnya. Tahun 2021-2022 tahap berpijak bagi YPTD. Brain storming kearah Thamrin Dahlan Institut, tidak hanya sekadar menulis. Walau non profit organisasi bisa survive, memberdayakan banyak orang, training, radio, TV lokal, maka harus disiapkan orang-orangnya. Functionnya harus ada, adminitrasi, jangka menengah jangka panjang harus ada yang menangani, agar  organisasi berjalan lancar.

Dari awal bergabung di YPTD sudah harus selektif, base data, goal, tujuannya, jenis tulisan, agar ada master data karena akan berkembang di semua provinsi. Agar lebih power full. Ada pemula yang harus mendapat basic training, penggerak, pembimbing. People development disiapkan, maka harus ada silabus agar bisa mengikuti program ke depan. Seseorang tidak hanya fokus kesatu skill, maka dibutuhkan pelatihan-pelatihan. Pun juga ada pesaing-pesaing di Indonesia, untuk itu harus dilakukan survei, supaya YPTD tetap survive di generasi  berikutnya. Maka anggota harus melekat dengan visi misi.

Program ini juga harus ada reward, misalnya the best of member yang paling aktif. Maka harus ada tim yang benar-benar solid dan professional, untuk meningkatkan kinerja YPTD.Sebaiknya dibuat evaluasi rutin terhadap tingkat kepuasan orang berada di YPTD, orang-orang di luar YPTD misalnya Pespurnas, IKAPI, dan lain-lain.

Di dunia ini yang tak pernah berhenti adalah perubahan. Tantangan bagi guru dan dosen makin hari makin naik. Sehingga tulisan yang kita hasilkan harus semakin bermutu. Dengan cara meningkatkan kemampuan literasi, sebab itu akan meningkatkan citra diri.

Pada bagian akhir, Pak Thamrin menutup webinar malam ini, beliau menyampaikan bahwa manajemen YPTD merasa tidak sendiri walau sumber daya manusianya belum lengkap. Rata-rata ISBN yang bisa diusulkan maksimal 10 per hari dengan 80 penulis. Secara keseluruhan, webinar “ Program Kerja YPTD 2021-2022 “ sangat berkesan. Jadilah manusia yang extra ordinary, jangan jadi yang biasa-biasa saja. Keluarlah dari cangkang, out of box. Salam literasi dari bumi Kualuh, basimpul kuat babontuk elok.

KMAA ( 40 ),

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed