oleh

Menulis Buku dari Resume Webinar, Why Not ?

-Edukasi, Humaniora, Terbaru-Telah Dibaca : 297 Orang

Salah satu impian masa kecil saya adalah menulis buku. Dan impian ini baru bisa saya wujudkan pada tahun 2020 yang lalu. Tiga buku solo saya telah terbit. Salah satu di antaranya bahkan diterbitkan oleh Penerbit Andi yang merupakan penerbit mayor terkemuka di Indonesia.

Ketiga judul buku yang saya tulis adalah : Ilmuwan Cilik dan Roket Impian yang diterbitkan oleh Penerbit Eduvation, Bukan Guru Biasa yang diterbitkan oleh Penerbit Kun Fayakun, dan Buku ketiga saya berjudul Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar yang diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta.

Proses penulisan ketiga buku tersebut berbeda – beda. Ada buku yang terbit karena mengikuti sayembara penulisan buku, dan ada juga yang terbit karena keinginan saya sendiri dalam menulis buku.

Menulis Resume Sebagai Dasar Membuat Buku

Saat ini saya sendiri sedang menggarap beberapa draft buku yang rencananya akan segera diterbitkan di tahun ini. Salah satu di antaranya adalah buku yang ditulis berdasarkan kumpulan resume webinar.

Selama tahun 2020 hingga saat ini, sudah sangat banyak kegiatan webinar yang saya ikuti. Baik yang diselenggarakan oleh Kemdikbud maupun oleh pihak lainnya.

Materi – materi webinar yang disajikan sangat menarik dan bermanfaat bagi guru, sehingga saya seringkali menuliskannya dalam bentuk resume.

Tujuannya adalah agar sewaktu – waktu saya dapat membacanya kembali serta menggali informasi – informasi penting yang saya tulis dalam resume webinar tersebut.

Biasanya saya menulis resume di laman blog saya https://www.cikgutere.com, seperti resume belajar menulis bersama Om Jay dkk yang jumlahnya mencapai puluhan resume.

Selain bermanfaat bagi saya pribadi, ketika resume itu saya tulis di blog dan saya bagikan pada orang lain, maka orang lain pun akan mendapatkan manfaatnya. Pun demikian jika dibagikan melalui laman media sosial.

Teknik Menulis Buku dari Kumpulan Resume

Menulis resume memang mudah – mudah sulit, apalagi jika tidak terbiasa. Namun, jika sudah mengetahui tekniknya, maka resume pun dapat dijadikan menjadi naskah buku yang bermutu.

Berikut adalah teknik menulis buku dari kumpulan resume webinar :

  1. Kumpulkan sekitar 20 – 30 resume yang sudah ada (sebanyak – banyaknya). Dengan asumsi satu buah resume terdiri dari minimal 300 kata, maka jika ada 20 resume = 6.000 kata (sekitar 40 halaman A5). Syarat penerbitan memang berbeda – beda. Apalagi jika kita memilih menerbitkan di penerbit indie, maka kita dapat menerbitkan buku dengan jumlah halaman di bawah 100 halaman. Sedangkan untuk di YPTD sendiri, harus minimal 100 halaman A5. Sehingga kita harus menyesuaikannya.
  2. Kelompokkan resume – resume tersebut sesuai dengan topik / materi pokoknya. Lalu susun menurut alurnya. Sehingga dapat menyerupai kerangka daftar isi buku. Jika ada kesulitan mengelompokkan sesuai topiknya, maka kita cukup mengambil satu topik besar sekaligus judul buku, dengan menyertakan sub judul kumpulan resume.
  3. Edit materi resume dengan satu gaya penulisan. Adakalanya kita menulis dengan gaya bahasa formal dan bisa juga memakai gaya bercerita yang cenderung santai. Penggunaan jenis gaya bahasa yang seragam dalam sebuah buku akan menjadikan buku menjadi padu dan utuh. Pembaca juga tidak akan kehilangan fokus dalam membaca keseluruhan isi buku yang merupakan kumpulan resume.
  4. Lakukan swasunting terkait penulisan berdasarkan kaidah PUEBI.
  5. Lengkapi dengan daftar pustaka, indeks, dan glosarium
  6. Tambahkan kata pengantar, biodata penulis, dan sinopsis buku, jika perlu sertakan testimoni.

Perbedaan Dalam Teknik Menulis Buku

Beberapa teknik menulis buku dari kumpulan resume webinar di atas, memang sama dengan teknik menulis buku pada umumnya, namun hal utama yang membedakannya adalah dari nomor 2.

Jika kita menulis buku dengan cara biasa , kita beranjak dari Table of Content (TOC) yang memuat outline buku kita dalam beberapa bab, sebelum bahan buku dituliskan, sedangkan jika kita menulis buku dari resume, maka TOC  akan dilakukan setelah bahan tersebut (resume) dituliskan.

Nah, bagaimana, mudah bukan cara membuatnya ?

Semoga kita tetap semangat berkarya di masa pandemi ini.

 

Catatan : Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Februari 2021 (Artikel ke 28)

Nama : Theresia Sri Rahayu

Instansi : SDN Waihibur

NPA : 10260901048

 

        

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed