oleh

Antara Goes Tipis-Tipis dan Tilawah Tipis-Tipis

-Terbaru-Telah Dibaca : 131 Orang

Ada istilah baru yang sering kita dengan dalam komunitas goes, yaitu “goes tipis-tipis”. Apa itu goes tipis-tipis?

Goes

Semenjak ruang publik semakin sempit dengan kendaraan bermotor terutama di kota-kota besar, ada sebuah trend baru dengan adanya istilah “Car Free Day” atau #CFD. Aksi joging atau jalan kaki serta sepedahan pun mulai beranjak menjadi hobi, bahkan belakangan seolah menjadi trend dan gaya hidup. Hal ini tidak terkepas dari peran media mainstrem maupun media sosial dimana para pegiat goes banyak menggunakan media sebagai tempat mengekspresikan aksi goesnya.

Nah tentu dalam artikel ini coba kita gali bersama, sebelum kita berbicara manfaat antara keduanya (goes dan tilawah) yang dilakukan secara tipis-tipis itu.

Tipis-Tipis

Bagi mereka yang menjadi goeser pemula tentu tidak bisa langsung menempuh jarak yang terlalu jauh. Aartinya mereka melakukannya hanya beberapa meter atau kilo meter saja, karena jaraknya yang pendek itulah maka mereka menyebutnya tipis-tipis saja. Memang butuh stamina, tenaga bahkan motivasi tersendiri untuk bisa mengikuti goes secara jarak jauh sebagaimana pesepedah profesional. Selain faktor kendaraan (sepeda) juga yang mendukung.

Bagaimana dengan istilah “tilawah tipis-tipis”?

Sebagaimana terjadi dalam olah raga yang jenisnya bersepeda, karena tilawah atau membaca Al-Qur’an dengan langgam yang standar atau datar serta iramanya cenderung lebih cepat, karena tilawah Al-Qur’an selain mengandung oleh raga (mulut dan nafas) juga menjadi sarana olah jiwa (seperti dalam syair lagu kebangsaan kita yaitu “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”, untuk Indonesia Raya).

Akan menjadi sebuah trend hidup yang bagus manakala kedua kegiatan di atas menjadi sebuah habit atau membudaya di tengah masyarakat kita, terlebih dalam situasi pandemik Covid-19 seperti saat ini, dimana kolaborasi kekuatan yaitu kekuatan yang berasal dari jiwa (iman) dan kekuatan yang berasal dari raga kita (imun) tidak boleh kita abaikan salah satu apalagi keduanya.

Antara Goes Tipis-Tipis dan Tilawah Tipis-Tipis ada banyak kesamaan namun tentu banyak juga perbedaannya. Apa saja persamaan dan perbedaannya itu?

Persamaan yang paling mencolok antara lain yaitu sama-sama membutuhkan daya tahan, daya dukung dan daya motivasi yang kuat. Sedangkan perbedaannya dari sisi ranah atau sasarannya yang satu lebih dominan ke arah fisik atau badan/raga. Sedangkan yang satunya lagi lebih banyak porsinya untuk aspek ruhani atau ruhiyah/jiwa.

Manfaat Goes (Tipis-Tipis) Yang Diadakan Baik Sekolah atau POMG :

1. Adanya kerjasama (teman guru di sekolah dan yayasan sering menyebutnya dengan istilah segi tiga emas) yang baik antar pengurus POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya dan beberapa pihak, terutama sekolah dan pihak lainnya, salut dg mereka yg sll bekerja keras dan bekerja bersama👍
2. Terjalinnya tali silaturahim antara Orang Tua, Guru, dan Karyawan (kalau dalam istilah agamanya itu namanya hablum minannas atau hubungan antara sesama manusia), karena banyak cara atau agenda yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk bertemu tetapi tingkat efektivitasnya tentu berbeda-beda, tergantung daya tariknya dan cara orang memaknainya.
3. Dengan berolahraga menjadi kan tubuh dan jiwa kita sehat sekaligus (tentu keduanya beda antara tubuh dan jiwa, seperti dalam sebuah pepatah atau pribahasa; di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Hal ini disebabkan karena dalam acara goes tipis-tipis bukan hanya olah raga tetapi juga ada olah jiwa atau adanya interaksi sosial, adanya penyaluran hobi, bahkan adanya eksistensi diri, kepercayaan diri dan lain sebagainya.
4. Adanya kesabaran (yaitu nilai-nilai pelajaran dari kegiatan goes itu sarat dengan makna kehidupan kita, terutama melatih kesabaran, kekuatan, atau daya tahan, disiplin dan lain sebagainya). Dan dengan adanya goes tentu terus berdoa untuk membuahkan hasil (manfaat) yg cukup manis (multiguna).
Demikian pointer di atas penulis sarikan dari dialog atau testimoni yang kami lakukan dengan salah satu peserta goes Asyik SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya (Melalui FB; Bunda Choiriyah) saat mengikuti acara GOES ASYIK yang diadakan oleh POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya (14/11/2020).
Manfaat (Tilawah) Tipis-Tipis
Sementara itu tilawah tipis-tipis berdasarkan sebuah ayat dari Al-Qur’an dan catatan hadits Rosulullah SAW menjelaskan bahwa “Bacalah olehmu apa yang paling mudah dari Al-Qur’an” QS. Al-Mudzatstsir (74) ayat 20, sedangkan hadits yang berbunyi “Sebaik-baik perkara adalah yaitu yang dilakukan secara kontinyu (dawam/adwamuha) walaupun hanya sedikit” (HR. Muslim/2818).
1. Melatih disiplin
2. Melatih ketahanan fisik dan dan psikis
3. Melatih istiqomha
4. Sebagai indikator kesetabilan iman
Apabila kita bisa melaksanakan amalan yang baik terlebih ia adalah amalan yang bersumber dari agama maka jika kita secara konsisten mampu mengamalkannya maka akan menjadi manfaat dalam menjaga stabilitas keimanan dan ketaqwaan kita. Karena sebagaimana penjelasan dari Rosulullah sebagaimana sering diingatkan oleh para ulama bahwa iman itu kadang naik kadang turun, naik dengan adanya taat dan turun dengan adanya maksiat.
Nah tilawah Al-Qur’an yang tipis-tipis itu tentu kalau kita kaitkan dengan individu standarnya bisa berbeda-beda, ada yang satu hari satu juz, ada yang satu hari lebih dari satu juz, dan ada atau banyak bahkan mungkin juga yang kurang dari satu juz. Oleh sebab itu maka Ayat Qur’an dan Hadits di atas serta sejarah kehidupan para sahabat salafus shaleh menjadi acuan kita dan motivasi kita dalam rangka tilawah tipis-tipis.
Jika acuannya para sahabat maka kriterianya bisa lebih beragam dan variatif dikaitkan dengan kondisi umat saat ini karena standar para sahabat ada yang khatam dalam hitungan di bawah sepuluh hari bahkan Rosulullah SAW membatasinya jangan sampai kurang dari tiga hari, standar tipisnya cukup tiga hari jika mau lebih tebal lagi dalam membaca Al-Qur’an. Jangan kurang dari tiga hari karena jika kurang dari tiga hari mengkhatamkan Al0Qur’annya di khawatirkan terlalu memberatkan atau ada hak-hak bacaan yang tidak terpeuhi atau ada kewajiban kita yang lain khawatir tidak tertunaikan.
Wallahu a’lam.
Bekasi, 24 November 2020
#MenyambutHari
#HariGuruNasional2020
#25November2020
#PendidikanBerbasisAlQurandanPancasila
#PelatihanBerbasisHaditsdanUUD1945
#SekolahIslamTerpadu
#SekolahIslamLengkap

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed