Sumber foto: https://www.suaralidik.com/liku-jalan-kenangan-mozaik-i-sajak-darah-mimpi/

 

“Apa yang engkau cari-cari di antara waktumu yang telah pergi?”

Bukankah yang masih tersisa adalah dirimu sendiri

beserta setiap kenangan yang pernah terjadi padanya?

 

Engkau boleh saja menangis kembali, …

dan engkau boleh saja tertawa karenanya!

Untuk hal-hal yang engkau sesali,

maupun untuk hal-hal yang engkau syukuri di dalamnya.

 

Di dalam semua peristiwa yang telah engkau alami.

Ada begitu banyak penyesalan yang mungkin akan engkau ratapi.

Ada begitu banyak misteri hidup yang berusaha engkau mengerti.

 

Dan seiring berlalunya waktu,

semua itu pun kemudian akan tergambar dalam bentuk “kenangan”…

Kenangan itu seperti saat manakala tanganmu terbuka,

kemudian menggenggam kembali di saat berikutnya

lalu di waktu selanjutnya terbuka dan menggenggam kembali

begitu seterusnya!

 

Apakah yang dapat engkau pahami tentangnya?

 

Kenangan akan menghilang

bila ia harus “tergantikan” atau “hilang” begitu saja,

saat ada kenangan lain yang terasa lebih bermakna.

 

Dan memang, apa yang kita sebut kenangan,

tak akan dapat selalu kita minta untuk tetap bertahan,

saat waktu harus pergi meninggalkan,

saat masa yang baru tiba tak tertahankan…

 

Denpasar – Bali, 11 Nopember 2004

 

Sudah pernah tayang di Kompasiana di alamat:

https://www.kompasiana.com/agus-puguh-santosa/6016ed328ede4876a121ca32/tentang-kenangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed