oleh

Menulis : Langkah Kecil Menuju Gupres

-Edukasi, Karir, Pendidikan, Terbaru-Telah Dibaca : 214 Orang

“A journey of a thousand miles begins with a single step.” Lao Tzu

 

Demikianlah quote yang disampaikan Ibu Amiroh S.Kom, M.Kom. Beliau menjadi narasumber Public Speaking for Teachers yang diselenggarakan oleh PGRI pada hari Selasa, 2 Februari 2021.

Bu Amiroh mengatakan bahwa “langkah kecil” yang membawanya bisa menjadi guru berprestasi (Gupres) adalah “menulis”. Yap. Selain mengajar di SMKN 3 Jombang, beliau aktif menulis di blog pribadinya, amiroh.web.id.

Peraih Juara 1 Gupres Nasional Jenjang SMK tahun 2019 ini memiliki niche blog tentang pemanfaatan TIK. Beliau bahkan pernah menerbitkan buku dari hasil postingan di blog. Salah satu yang laris manis di pasaran adalah buku mengenai kupas tuntas membangun e-learning melalui moodle.

Di sela-sela pemaparannya mengenai proses menjadi gupres, wanita yang juga seorang trainer ini mengatakan bahwa menjadi guru berprestasi itu tidak bisa instan. Tidak bisa diraih hanya dengan satu dua tahun.

Menjadi guru berprestasi harus dimulai sejak awal kita mengajar. Ya, mulai berkarya sejak awal menjadi guru. Pesan yang begitu membekas dalam ingatan saya.

Sebagaimana Bu Amiroh, langkah kecilnya karena menulis serta kecintaannya pada dunia pendidikan, telah membawanya menjadi gupres. Ia sering berinovasi, menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga bermanfaat bagi banyak orang. Lomba baginya hanyalah sebuah selingan.

 

Berkali-kali instruktur Dinas Pendidikan Provinsi Jatim ini mengingatkan bahwa tugas utama seorang guru adalah mengajar dan mendidik anak di kelas. Ketika beliau menyampaikan hal tersebut, saya jadi teringat ucapan salah satu teman bahwa gupres biasanya sibuk “di luar”. Ya, salah satu dampak menjadi gupres tentunya. Mungkin akan diundang menjadi narasumber atau pelatihan dsb sehingga harus meninggalkan kelas.

Oleh karena itu, saya senang ketika beliau mengingatkan tugas utama seorang guru. Hal ini sesuai dengan yang termaktub dalam undang-undang. Tugas utama seorang guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik (UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat 1 tentang Guru dan Dosen).

Saat ini saya masih belum mengikuti lomba seperti lomba guru berprestasi (gupres). Bukan karena tidak tahu. Namun, entah mengapa saya masih merasa belum saatnya. Atau mungkin juga karena status saya yang masih non-PNS alias honorer.

Bukankah menjadi gupres itu tak sekedar menyodorkan hasil best practice atau PTK? Ada kelengkapan administrasi lain yang harus dipenuhi. Bahkan di isian identitas, saya pernah lihat harus mencantumkan NIP yang notabene dimiliki PNS.

Meski demikian, bukan berarti saya bersikap tak acuh. Tentu dalam hati saya pun memiliki keinginan untuk menjadi gupres. Oleh karena itu, saya mengikuti pelatihan membuat PTK, best practice, seminar dengan narsum gupres, dsb. Saya harap ini bisa menjadi bekal saya di masa depan.

Saat ini, dalam dunia pendidikan, bisa dikatakan saya masih seperti anak kecil yang senang bermain. Belum ingin diajak untuk berpikir serius. Hanya menikmati proses menjadi guru, melakukan pembelajaran, memerhatikan dan menyelesaikan masalah peserta didik, mengikuti seminar/workshop kependidikan, membuat karya berupa buku, dsb.

Namun, layaknya manusia yang bertumbuh. Saya pun mulai menyadari pentingnya menjadi guru berprestasi. Bukan hanya melalui lomba. Namun, benar-bena harus terus belajar dan melakukan inovasi dalam bidang pendidikan. Melakukan penelitian.

Meski meneliti bukanlah tugas utama seorang guru, namun melakukan proses pembelajaran yang bermutu adalah salah satu kewajiban guru dalam melaksanan tugas keprofesionalan (UU No 14 Tahun 2005 Pasal 20 Ayat 1). Salah satu cara menciptakan pembelajaran yang bermutu tentu sang guru harus kreatif dan mampu berinovasi.

Mengikuti jejak sang gupres, semoga tulisan ini pun bisa menjadi langkah-langkah kecil yang menggiring kita pada kesuksesan di masa yang akan datang. Semoga, ke depan saya pun bisa melakukan berbagai penelitian sederhana atau inovasi yang dituangkan pula dalam bentuk best practice. Tak hanya tercatat di jurnal harian mengajar. Aamiin.

Bagi yang ingin menyimak materi Bu Amiroh, silakan klik di sini.

Ditta Widya Utami, S.Pd.

NPA. 10162000676

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed