oleh

Kisah Manusia yang Paling Lembut Hatinya

-Islam, Literasi, Sosbud, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 355 Orang

Jika ditanya siapakah manusia yang paling lembut hatinya? Tentu jawabannya adalah Nabi Saw.

Kisah tarikan selendang Najran

Tak percaya? Mari kita ingat kembali kisah yang dituturkan Anas bin Malik berikut :

Pada suatu hari, Nabi Muhammad Saw berjalan bersama Sahabat Anas Bin Abdul Malik. Kemudian seorang Badui mendekat kepada Nabi dan langsung menarik kain yang dikenakan Nabi di leher, dengan tarikan yang amat keras. Kemudian Anas berkata, “Aku melihat di leher Rasul ada luka bekas tarikan lalu orang Badui itu berkata, ‘Hai Muhammad berilah aku dari harta Allah yang ada padamu.” Mendengar permintaan itu, Nabi menoleh dan tersenyum sambil memberikan kain yang ia kenakan. (HR. Bukhari Muslim)

Wah, coba bayangkan jika kejadian serupa menimpa kita. Apa yang akan kita lakukan? Katakanlah kita sedang berjalan-jalan. Lantas ada orang yang menarik kalung atau tas kita. Jika ia lantas meminta kita memberikan harta, apa yang akan kita lakukan?

Kisah Badui mengencingi masjid

Mari kita simak kisah lainnya. Kali ini dari Abu Hurairah Ra, ia berkata : “(Suatu hari) ada seorang dari suku Badui kencing di dalam masjid. Para sahabat pun seketika naik pitam dan akan menghentikannya (mengusirnya). Lalu Rasulullah saw bersabda, ‘Biarkanlah ia dan siramkanlah di atas air kencingnya satu timba air atau seember air, karena sungguh kaliandiutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk kesulitan.” (HR Bukhari)

Wah wah wah … Lagi-lagi Rasulullah Saw menunjukkan sikap yang mulia. Bagaimana dengan kita? Jika (katakanlah) ada orang yang mengencingi rumah kita dengan sengaja dan kuta melihatnya secara langsung, apa yang akan kita lakukan?

Kotoran unta

Belum lagi ditambah kisah saat kaum Quraisy menaruh kotoran dari isi perut unta yang baru disembelih. Mereka meletakkan kotoran unta di punggung Rasulullah saat beliau sedang shalat (tepatnya saat sujud).

Fatimah sang putri tercinta yang masih kecil pun membersihkan kotoran di punggung sang ayah bahkan berani memarahi tindakan Abu Jahal dan teman-temannya.

Lalu, apa yang dilakukan Rasulullah? Beliau hanya mengangkat tangan kemudian berdoa “Ya Allah, aku serahkan urusan kaum Quraisy kepada-Mu.”

Kisah Nabi dan Yahudi buta

Maaaasih banyak kisah Nabi Saw yang patut diteladani dan pastinya membuat kita terpukau. Ingat kisah Yahudi tua yang buta dan sering disuapi Nabi?

Setiap kali disuapi, orang tua tersebut selalu menghina Nabi Saw. Ia tak tahu bahwa yang menyuapinya adalah orang yang ia benci. Hingga ketika Nabi wafat dan Abu Bakar menggantikan beliau memberi makan ke orang tua tersebut.

Ia sadar orang yang menyuapinya adalah orang yang berbeda. Hatinya kemudian luluh setelah mengetahui siapa selama ini yang selalu menyuapi hingga ajal menjemput sang Baginda Nabi.

Sahabat, kiranya kisah-kisah tersebut memberi gambaran kepada kita betapa mulia dan lembutnya hati Baginda Nabi Saw.

Berdasarkan kisah-kisah ini pula, saya mencoba menelusuri hati terdalam. Sadar bahwa banyak sekali penyakit hati yang mengakar. Ingin rasanya mulai berbenah diri terlebih Ramadhan sudah semakin dekat.

Maha Besar Allah yang selalu memberi petunjuk bagi setiap makhlukNya. Suatu hari, saat sedang berselancar di internet saya melihat sebuah cover buku yang judulnya sungguh memikat.

Mau Sampai Kapan Sakit Hati? (Obat Syar’i Penawar Hati) karya Mutawalli Asy-Sya’rawi.

Buku setebal 548 halaman ini baru tiba di rumah saya. Semoga kelak bisa saya tuliskan pula resensi atau resumenya.
Mari tengok kalimat yang ditulis pada cover bukunya,

“Hati yang sehat adalah yang hampa dari syirik, khianat, dendam, kedengkian, kebakhilan, kesombongan, serta cinta dunia dan kekuasaan. Ia bersih dari semua penyakit yang dapat menjauhkannya dari Allah.”

Semoga dengan meneladani kisah Rasul dan membaca buku ini, saya (dan kita semua) pun bisa memiliki hati yang lembut. Aamiin.

dittawidyautami.blogspot.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed