Puisi Akrostik: Triana, Kartini Keluarga

Terompet kuning, pengingat yang telah “pergi”. (Foto: Erry Yulia Siahaan/Dokumentasi pribadi)

Puisi Akrostik:

Triana, Kartini Keluarga

Oleh Erry Yulia Siahaan

Temaram selimuti perhentianmu

Rumah abadi menantimu

Indah matamu saat pergimu

Airmata berangkatkanmu

Namamu jadi afeksiku

Abadi terwarkat untukku

 

Keluh tak kau ucap

Adik-adik hangat kau lekap

Rahasia deritamu kau sengap

Tertutup kerjamu nan sigap

Iman terceloteh lewat cinta

Nian langgaskan sepenuh wangsa

Isyaratkan kau sekala ada

 

Keluarga kau jaga

Edukasi ito-anggi yang utama

Lelah beban kau sita

Untung-malang kau endap jadi rahasia

Abaikan sakit, penat, wasangka

Renggut ajeknya hati-raga

Gapura baka bagimu merenjana, siaga

Abadi bersama Bapa di Surga

 

Bogor, 20 April 2023 

Catatan:
Tulisan ini untuk memenuhi tantangan “Kamis Menulis” – kegiatan rutin mingguan¬†Cakrawala Blogger Guru Nasional¬†(Lagerunal) bertema “Kartini”

Tinggalkan Balasan