oleh

Menulislah Wahai Para Guru

-Edukasi, Humaniora, Literasi, Pendidikan-Telah Dibaca : 1.107 Orang

Menulislah
Satu kata akan bermakna sebelum kita tiada,
Satu kalimat akan bermanfaat sebelum kita wafat,
Satu tulisan akan berkesan sebelum kita dibawah batu Nisan,
Satu buku akan jadi warisan ilmu sebelum kita terbujur kaku,
Dan apa yang kita tulis dari hati pada akhirnya akan berarti
(Etik Nurinto)

Sebuah rangkaian kalimat motivasi diri untuk bisa menulis, menuliskan apa yang ada di benak dan otak kita, apa yang menjadi buah pikiran kita, apa yang bisa kita tulis agar bisa berbagi illmu. Terlebih jika kita berprofesi sebagai seorang guru. Dunia guru adalah dunia mengajarkan ilmu,dunia mendidik, dan dunia menulis.

Sejatinya semua guru bisa menulis. Tuhan telah membekali guru potensi dengan kemampuan untuk menulis. Sebab untuk bisa menulis hanya ada 2 prasyarat yaitu bisa baca dan tulis. Tidaklah seorang guru tidak bisa membaca dan menulis. Semua guru mampu untuk menulis hanya saja tidak semua guru mau menulis. Antara kemampuan dan kemauan terkadang belum menjadi kebiasaan untuk menghasilkan tulisan.

Betapa mudahnya menulis, sudah banyak teori menulis yang disampaikan para pakar dan sudah dibukukan. Sudah sering digaungkan program gerakan agar guru menulis. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari menulis. Menulis bisa berbagi ilmu dan bisa dijadikan buku.

Guru sebenarnya sudah terbiasa menulis jurnal harian mengajar setiap hari. Itu merupakan bekal guru dalam menulis walaupun menulis lanjut membutuhkan keterampilan, namun keterampilan menulis akan terasah jika kita menulis setiap hari, awalnya menulis dengan gaya bahasa sendiri, lebih mudah menulis non fiksi yaitu menulis kisah nyata atau pengalaman hidup yang kita alami sehari-hari,jika sudah biasa menulis maka lama-lama akan mudah membuat karya tulis ilmiah.

Dunia digital sekarang ini mempermudah kita dalam mempublikasikan tulisan kita, kita bisa membuat blog dan memposting tulisan kita di blog. Menulis setiap hari di blog, tulisan kita diblog bisa kita kumpulkan untuk bisa kita jadikan buku. Menulis dari apa yang kita kuasai dan apa yang kita alami. Menulis untuk diri sendiri,tidak usah takut tulisan kita tidak ada yang baca, jika kita terus menulis cepat atau lambat tulisan kita akan dibaca oleh orang lain. Tulisan di blog akan otomatis terbaca oleh mesin pencari google. Sehingga nantinya akan ada banyak orang yang membaca tulisan kita.

Begitu juga dengan blog yang kita buat, jangan takut blog kita sepi tidak ada pengunjung, pengunjung akan datang dengan sendirinya jika kita sering menulis dan berbagi ke sesama penulis. Orang akan sering mengunjungi blog kita jika tulisan semakin enak dibaca. Agar tulisan enak dibaca tentunya kita harus terbiasa menulis dan merangkai kata.

Gerakan menulis setiap hari di blog yang digencarkan oleh Guru Blogger Indonesia Bapak Wijaya Kusumah (Om Jay) PGRI dan IG TIK serta Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) telah banyak menginsprasi dan memotivasi para guru untuk menulis setiap hari di blog dan sudah banyak tulisan guru dijadikan buku.

Perkembangan jaman di Era Digital ini memang menuntut guru untuk bisa memanfaatkan teknologi dan informasi , salah satunya adalah agar para guru aktif menulis.

Menurut Kominfo pengguna internet 63 juta di Indonesia rata-rata adalah para konsumen yaitu pengguna yang tidak mempunyai blog atau aktif youtube tetapi aktif update status di WhatsApp, Twitter, dan Facebook. Oleh karena itu sangat disayangkan apabila perkembangan dan kemajuan teknologi internet saat ini hanya digunakan untuk sekedar update status atau juga saling menimpali komentar atau foto yang di Media sosial WA, Facebook maupun Twitter dan lainnya

Seharusnya kemajuan teknologi internet dapat lebih digali dan dimanfaatkan lebih dalam lagi khususnya oleh para guru untuk dapat menghasilkan karya –karya guru Indonesia yang luar biasa. Karya para guru inilah yang pada akhirnya akan menjadi warisan ilmu untuk generasi penerus bangsa. Salah satu warisan para guru adalah ilmu dan ikatlah ilmu dengan cara menulisnya untuk dijadikan buku.

Jika kamu bukan anak raja, bukan juga anak seorang ulama besar, maka menulislah
( Imam Al Ghazali)

 

Artikel ini diikutkan Lomba Blog PGRI  (tanggal 1 s.d 28 Pebruari 2021)

 

Nama Penulis :

ETIK NURINTO, S.Pd.SD

NPA PGRI : 12120600251

No. WA : 083134609000

Guru SDN Pabuaran

Kecamatan Bantarbolang

Kabupaten Pemalang

Tentang Penulis: Etik Nurinto

Gambar Gravatar
Penulis adalah seorang Guru ,yang saat ini mengajar di SD Negeri Pabuaran Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Aktif sebagai teacher, writer and Blogger, aktif bergabung dengan beberapa komunitas penulis, guru berprestasi dan pegiat literasi. Bisa dihubungi di Nomor WA 083134609000 , email : etiknurinto123456789@gmail.com atau bisa lihat di blog pribadinya

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed