oleh

Maharani Senja

-Terbaru-Telah Dibaca : 76 Orang
Ilustrasi https://www.piqsels.com/id/public-domain-photo-fhsli

Maharani, duduk anggun di jendela
Mengingat, menggumam sebuah nama
Bersenandung, melafal sebuah gita
Gaungnya tersimpan dalam memori suatu ketika

Sang mentari pagi kadang menggoda
Paras bersemu, ingin rasanya berlari disebuah sabana
Berbisik dalam ilalang, memuja
Menancapkan duri-duri cinta

Maafkan, aku kini hanya mencintai petang yang merona
Karena aku adalah seorang Maharani senja
Akan ditinggal matahari yang menyisakan sedikit cahaya
Ditunggu sang malam gulita

Fatmi Sunarya, 27 September 2021
Puisi ke 37 KMAA
Puisi ini pernah tayang di sebuah blog

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed