oleh

Kebersamaan Yang Tidak Biasa

-Terbaru-Telah Dibaca : 193 Orang

Siapa yang bisa menyangka bahwa waktu begitu cepat berlalu. Dua tahun bersama adalah bukti bahwa kisah yang kita ukir bukanlah kisah biasa. Disetiap detik yang kita jalani menjadi saksi abadi bahwa kita melalui semua kisah dengan penuh cinta dan perjuangan.

Kebersamaan yang tidak biasa adalah sebagai landasan bagi kita untuk melangkah bersama-sama. Janji awal yang telah terucap dan dilaksanakan dengan sebuah proses yang sama-sama kita niatkan kalau kebersamaan kita bukanlah kebersamaan yang tanpa rasa tetapi kebersamaan kita ini adalah dikarenakan karenaNya semata.
Jangan dibilang tidak ada air mata yang ikut membersamai kami, jangan dibilang juga tidak ada tawa menyertai kebersamaan kami. Semua rasa ada dan ikut memberikan saksi akan kebersamaan yang kami pupuk selama ini.
Air mata dan tawa adalah penyemangat dan penguat kebersamaan kami. Saling memberikan masukan dan saling mengingatkan adalah hal yang biasa diantara kami.
Hari ini… hari terkahir kebersamaan kami, memang tidak ada air mata yang ikut menghadiri perpisahan ini. Bukannya tidak mau untuk menghadirkan perpisahan kami, tetapi lebih kepada saling menguatkan bahwa ikatan diantara kita akan selalu ada walaupun tanpa air mata di akhir pertemuan kita.
Sebenarnya diantara kami sudah ada yang mengeluarkan air mata, ada juga yang meminta kita buat acara perpisahan sembari muhasabah. Tapi semua itu tetap menjadi sebuah kenangan.
Melepas kebersamaan yang tidak biasa ini, terasa sangat menyesakkan di dada. Kesedihan di dada membuat diri seolah-olah kuat menepis semua rasa. Namun tetap niat awal dalam kebersamaan ini, yaitu lillah.
Selamat berjuang di tingkat selanjutnya para pejuang hebat. Banyak kenangan diantara kita yang mana kenangan itu akan sulit kita lupakan.
Pesan ustadzah kepada antum semuanya, “teruslah bersinar dan berjuanglah maksimal akan sebuah cita-cita terindah yaitu menjadi anak sholeh-sholehah dan bermanfaat bagi orang banyak di masa depan”.
Perpisahan ini hanyalah sementara, walaupun di dunia kita jarang bersua nantinya, tentunya dalam do’a kita akan selalu bersua. Ingat ya pejuang akan cita-cita terhebat kita bersama bahwa nanti kita akan saling mencari dan akan saling bersaksi kepada Allah bahwa kita pernah menjalin kebersamaan hanya karenaNya. Kita akan berjuang bersama-sama dengan menjadi sebaik-baik hamba untuk menggapai surgaNya.
Aamiin ya rabbal’alamiin
Selamat berpisah para pejuang tangguh ustadzah, betapa ustadzah sangat mencintai antum semuanya karena Allah.
Sampai ketemu di lain waktu dan kesempatan pejuang.

Komentar

Tinggalkan Balasan