oleh

Jangan Urus Hak Orang Kawan

-Terbaru-Telah Dibaca : 87 Orang

Semakin menuntut yang bukanlah hak kita maka akan semakin membuat dada sesak. Terus memikirkan dan membuat seolah-olah yang ada dalam pikiran itu harus ada dan harus didapatkan.  Hal ini akan menjadikan diri terlalu antusias akan apa yang seharusnya menjadi milik orang lain.

Ada yang lebih membuat hal ini berbahaya yaitu menularnya hal ini kepada rekan yang lain. Mereka yang sudah bagus dan tidak pernah banyak tuntutan akan terpengaruh secara perlahan-lahan oleh hal yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Itulah yang banyak terjadi di kantor-kantor ataupun lembaga-lembaga yang ada. Dimana ada orang yang bekerjanya fokus dan tidak memikirkan hal lain yang akan merusak pekerjaan nya. Menjalankan amanah dengan baik dan maksimal adalah targetnya. Memberikan kemampuan untuk suatu perkembangan kantor tempat mereka bekerja adalah pengambdiannya yang maksimal. Begitulah orang baik -baik menjalankan karirnya.

Namun akan berbeda ceritanya jika orang yang baik ini setiap harinya bertemu dengan orang-orang yang hari-harinya selau mengeluh dan memikirkan hal-hal yang kadang sudah kelewat batas. Sehingga orang yang baik tadi akan mudah terpengaruh dengan sikapnya.

Itulah dasyatnya sebuah kata-kata dan sikap terhadap seseorang. Jika memang orang yang mendengar ceritanya setiap hari memiliki perisai yang kuat maka sedikitpun tidak akan goyah. Namun berbeda ceritanya jika hati yang lemah dan konsisten yang tidak teratur. Tentunya akan sangat mudah terpengaruh.

Jadi sudah selayaknya bagi seseorang yang miliki sikap yang ingin mengumbar masalah pribadi kepada orang lain, berpikir terlebih dahulu. Yakinlah jika memang tak kita maka akan kembali kepada kita, begitupun sebaliknya jika tidak gak kita maka ia akan menjauh dan akan pergi kelada yang empunya.

Berpikir ratusan kali adalah solusi untuk diri, supaya di sebuah perusahaan atau lembaga yang mana tempat kita mengabdi tidak kecewa akan sikap kita.

Biarlah proses yang membuat dewasa, belajarlah menerima apa yang telah menjadu hak kita. Jangan urus hak orang karena itu akan menghadirkan kekecewaan yang tidak terbendung rasanya.

Bijaklah dalam bertindak, per hebat rasa syukur.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan