oleh

Nikmatilah dan Jangan Pernah Membalas

-Terbaru-Telah Dibaca : 68 Orang

Terucap namanya hanya ingin membuatnya bangga, ingin memberi apresiasi atas karya yang telah diciptakannya. Tidak ada terniat ingin menyainginya dan juga tidak ada niat ingin melakukan yang buruk terhadapnya.

Namun siapa yang menyangka disaat namanya tersebut kan dia merasa tersinggung. Sikap yang berubah cukup menjadi bukti bahwa ada rasa yang tidak enak dihatinya sehingga terpancar jelas diwajahnya.

Ada rasa sedih yang hadir disaat dia menapakkan ketidaksukaannya. Ketidaksukaan akan tersebut nya nama dan karyanya.

Hmmm… Itulah hidup terkadang disaat kita berniat baik saja, masih ada yang tidak suka. Tidak selalu sesuai harap yang ada dalam hati.

Namun perlukah kita membalas apa yang telah orang lain lakukan kepada kita tentunya tidak perlu karena jika kita membalas maka diri kita tidak ada beda dengan dirinya.

Cukup dengan menjelaskan dan hadirkan maaf maka semua akan baik-baik saja. Sebagaimana kata seorang sahabat , ” Mungkin dia sedang sensitif”.

Tapi tidak perlu juga dilikirkan… Jikalah ada yang tersinggung akan niat baik kita maka nikmatilah… Hadapi dan dibawa senyum saja. Karena didalam hidup yang sementara ini berdamai dengan masalah itu lebih baik, karena apa yang kita lakukan akan kembali lagi ke kita.

Jangan pernah menjauh dari mereka-mereka yang sensitif. Bukannya mereka ingin membuat luka, namun sebaliknya mereka akan menjadi obat jika kita bisa menempatkan obat tersebut dengan tepat.

Jadi bagaimanapun kondisinya nikmatilah… Nikmatilah dan nikmatilah. Semakin perih maka akan semakin dinikmati. Tidak selamanya luka itu menganga maka sekali lagi nikmatilah dengan penuh kesabaran dan rasa optimis. Yakinlah badai pasti kan berlalu…

Komentar

Tinggalkan Balasan