oleh

Anthony Ginting dan Impian Medali Olimpiade Tokyo

-Olahraga-Telah Dibaca : 140 Orang

Anthony Sinisuka Ginting, tunggal putra Indonesia (Foto : BWFbadminton.com)

Anthony Sinisuka Ginting berhasil mencapai babak perempat final tunggal putra bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Bertempat di Musashino Forest Sport Plaza pada 31 Juli 2021 di Chofu, Tokyo, Jepang, Ginting berhadapan melawan Anders Antonsen, andalan tunggal putra asal Denmark. 

 

BACA JUGA : Makna Olimpiade Terakhir bagi Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Unggulan kelima yang berusia 24 tahun itu melaju ke perempat final saat rekan senegaranya Jonatan Christie tersingkir di babak 16 besar.

Pencapaian ini adalah pertama kalinya sejak Olimpiade Beijing edisi tahun 2008 di mana pemain tunggal putra Indonesia berhasil mencapai babak delapan besar.

Sejauh ini Anthony Ginting belum pernah melewati putaran ketiga kejuaraan dunia, pemuda lajang ini akan memainkan pertandingan terbesar dalam karirnya yaitu perempat final diajang Olimpiade.

Catatan pertemuan Ginting dengan Antonsen lebih banyak berpihak kepada Ginting.  Pemain Indonesia itu telah bermain melawan Antonsen sebanyak tiga kali dengan meraih tiga kemenangan.

Pertemuan terakhir mereka adalah sebelum pandemi global yaitu di final ajang Indonesian Masters 2020. Saat itu Ginting bangkit meraih dua game setelah kalah di game pertama untuk merebut gelar juara dengan skor 17-21, 21-15 dan 21-9.

Namun itu adalah ajang yang sudah lama sekali untuk dijadikan ukuran. Karena sejak itu Antonsen telah banyak mengalami performa yang terus meningkat.

Setahun sebelumnya diajang China Open 2019, Ginting juga menang dengan rubber games, 18-21, 21-5 dan 21-14. Sementara satu-satunya kemenangan dua game terjadi diajang Malaysia Masters 2018, 21-14 dan 21-14.

Antonsen muncul sebagai pemain yang lebih serius untuk menghadapi setiap ajang dalam masa pandemi ini. Permainannya semakin meningkat sejajar dengan level deretan pebulutangkis ranking Dunia.

Pada awal tahun ini saja, pebulutangkis Denmark itu berhasil mengalahkan rekan senegaranya, peraih medali perunggu Rio 2016 Viktor Axelsen untuk merebut gelar World Tour Finals.

Sedangkan Ginting gagal lolos dari babak penyisihan grup di turnamen yang sama. Pemain muda Indonesia ini dalan ajang tersebut tidak menemukan penampilan terbaiknya.

Gelar juara diajang World Tour Finals tersebut membuat Antonsen menjadi unggulan ketiga di Olimpiade Tokyo 2020 ini.  Sedangkan Anthony Ginting sendiri menempati unggulan kelima.

Hal ini sangat wajar karena pemain muda berusia 24 tahun asal Denmark ini telah menunjukkan performa yang lebih konsisten di turnamen-turnamen menjelang Olimpiade dibandingkan Ginting.

Ginting melaju melalui pertandingan penyisihan grup menang melawan Gergely Krausz, pemain asal Hongaria, 21-13, 21-8. Pada laga kedua giliran Sergey Sirant dari ROC, 21-12, 21-10. Dua laga dilalui tanpa kehilangan satu game pun.

Pada babak 16 besar Ginting mengalahkan Tsuneyama Kanta, pemain tuan rumah Jepang dengan dua game lagsung 21-18, 21-14. Kemenangan yang membawanya ke babak perempat final melawan Antonsen.

Ginting sekarang hanya tinggal tiga kemenangan lagi untuk mewujudkan salah satu impian terbesar dalam karirnya. Memenangkan medali emas Olimpiade merupakan impian semua pemain yang dirintis seniornya, Alan Budikusuma di Olimpiade Barcelona 1992.

Pebulutangkis Indonesia terakhir yang meraih mahkota juara adalah Taufik Hidayat yang berjaya di Olimpiade Athena tahun 2004. Sejauh ini baru Taufik dan Alan yang berhasil memenangkan gelar emas Olimpiade.

Tentu saja sejak 29 tahun lalu bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade, Ginting ingin menjadi orang Indonesia ketiga yang meraih gelar tunggal putra yang didambakan. Selamat berjuang anak muda.

Bravo Merah Putih @hensa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed