oleh

Penerbitan Buku di YPTD, Wujud Perjuangan Dunia Literasi Negeri Ini

-Media-Telah Dibaca : 186 Orang

Salah satu contoh Buku-buku yang diterbitkan YPTD (Foto Dokumen Pribadi)

Dunia literasi kita sangat membutuhkan media yang dapat menunjang pengembangan diri bagi para penulis. Hal ini karena muara bagi para penulis adalah adalah terbitnya karya-karya mereka dalam bentuk buku baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Adalah seorang Thamrin Dahlan, seorang Purnawirawan Polri. Saat ini masih aktif memberikan kuliah di Perguruan Tinggi.

Beliau juga berprofesi sebagai Jurnalis. Selain itu sebagai Penulis, beliau sangat produktif karena telah menerbitkan 40 buku.

BACA JUGA : Makna Momen Hijrah dalam Menghadapi Pandemi yang Melanda Negeri

Pak Thamrin Dahlan adalah anggota ILUNI Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Saya pertama kali mengenal Beliau di Kompasiana pada tahun 2012 ketika pertama kali saya bergabung di Blog Keroyokan tersebut pada 5 Mei 2012. Sementara beliau sendiri sudah bergabung dua tahun sebelumnya tepatnya 19 Agustus 2010.

Beliau berkiprah di Kompasiana sudah menghasilkan 2874 artikel dengan 1.635.713 pembaca. Ya benar hampir 3000 artikel dan 1,6 juta pembaca sejak beliau bergabung di Kompasiana.

Uniknya setahun yang lalu pada tanggal yang sama dengan bergabungnya di Kompasiana, Pak Thamrin mendirikan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) tepatnya pada 19 Agustus 2020.

Inilah media yang dijadikan sarana perjuangannya dalam memajukan dunia literasi bagi Negeri ini. Kehadiran Penerbit YPTD sangat memberikan manfaat luar biasa bagi para penulis yang ingin karya-karya mereka terbit dalam bentuk Buku.

Terutama bagi saya, 10 tahun yang lalu sebagai Pensiunan yaitu sejak tahun 2011, kehadiran Penerbit YPTD adalah ibarat air di tengah dahaga dan api semangat di tengah dingin dan senyapnya kemalasan.

Penerbit YPTD telah kembali membangkitkan semangat menulis. Memang saya sudah pernah menerbitkan buku berupa novel dan kumpulan Cerpen dari beberapa Penerbit berbayar.

Namun Penerbit YPTD selalu menyediakan fasilitas sebagai penerbit ber ISBN tanpa pungutan biaya atau biaya seikhlasnya. Sejauh ini saya baru menerbitkan 3 buah buku, dua buku fiksi berupa Novel dan satu buku ilmiah.

Dua fiksi saya yang diterbitkan YPTD adalah Novel Novel Puspita Hati dan Sugar. Sedangkan karya ilmiah kategori non fiksi, sebuah buku berjudul Teknologi Tebu. Karya ini adalah pengalaman selama saya bekerja sebagai salah seorang peneliti teknologi pasca panen di sebuah lembaga penelitian.

Dalam usianya yang baru setahun pada tanggal 19 Agustus 2021, Penerbit YPTD telah banyak beraksi dalam memperjuangkan dunia literasi. Kehadirannya sangat terasa bermanfaat bagi para Penulis. Menumbuhkan semangat tinggi berjuang dalam dunia literasi untuk terus berkarya.

Dirgahayu Penerbit YPTD. Semoga pada tahun-tahun mendatang semakin terus berkembang menjadi Penerbit yang maju dan Berjaya.

Salam literasi @hensa

Komentar

Tinggalkan Balasan

3 komentar

  1. Pensiun bukan batas berhenti berkarya. Mas Hendro serupa para pensiun lainnya tetap berkreasi karena memiliki anugrah kemampuan di bidang jurnalis. Berhimpunnya para penulis dari berbagai latar belakang di YPTD menunjukan bahwa profesi penulis tidak mengenal sekat sekat birokrasi. Terus berkarya dan ajak teman teman menghiasi masa purna untuk menerbitkan buku. Sungguh satu kehebatan ketika pengalmaan selama bertugas di dokumentasikan dalam sebuah buku seperti yang dikerjakan Mas Hendro. Salam Literasi

News Feed