oleh

CerBung : Han! Aku Cinta Padamu (2)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 275 Orang

Cerpen Bersambung (CerBung) ini khusus persembahan penulis untuk mereka para mahasiswa. Namun juga untuk mereka yang masih berjiwa muda. 

BACA JUGA : Han! Aku Cinta Padamu (1).  

DUA 

Selasa 1 Maret.

Dear Diary.

Mulai hari ini aku akan menuliskan semua curahan hatiku pada buku harian kado dari Erika.

Gadis ini bagiku bak Matahari yang selalu setia menerangi hari-hariku dan membuat seisi bumi menjadi terang benderang.

Matahari yang ciptaan Allah untuk mahlukNya. Namun apakah Erika juga ciptakanNya untukku? Ah Diary, kamu bisa jawab pertanyaan ini nggak?

Aku sungguh selalu merindukan Erika setiap saat. Menulis semua isi hati ini di buku harian kado dari Erika.

Rasanya seperti juga mencurahkan isi hatiku kepadanya. Hai Diary, kapan ya aku berani mengatakan cintaku kepada Erika. Ah Diary tolonglah aku.

Rabu 2 Maret.

Ketika hari pagi, kutemukan sebuah tentram dan sebuah damai. Aku sungguh bersyukur karena Allah telah memberikan semua kepadaku.

Aku harus lebih banyak bersyukur di pagi hari ini. Seakan tidak ada kata-kata lagi untuk melukiskan betapa damainya pagi yang ceria ini.

Pagi ini tiba-tiba saja aku merindukan Erika. Padahal nanti akan bertemu di sekolah. Ya aku sering mendapat senyumnya saat aku melewati di depan pintu kelasnya.

Benar kata teman-temanku bahwa Han ini pemalu dan bahkan tuh Si Robi malah bilang aku ini pengecut, bilang cinta saja sama Erika tidak berani.

“Terlalu kamu Han! Masa bilang cinta saja harus nunggu kelas XII. Nanti Erika keburu diambil orang. Kamu keduluan Boy baru menyesal.” Kata Roby, sobat dekatku. Iya benar Boy selama ini selalu ingin bersama Erika apalagi mereka sekelas.

Atau, apakah yang dikatakan Wina sahabat dekatnya Erika itu benar? Dia pernah berkata bahwa Erika itu mencintaiku.

“Ah masa iya apakah benar dia bilang begitu?”

“Enggak sih, tapi Erika sering membicarakan tentang kamu. Dia bilang Han itu pemuda baik, pintar dan dia suka kamu karena kamu lugu dan jujur, apa adanya!” Kata Wina serius dalam suatu dialog usai olah raga.

“Terus mana kata cinta dari Erika yang dikatakan Wina itu?” Kataku dalam hati masih penasaran dengan kalimat yang diucapkan oleh Wina.

“Hen! Kamu itu terlalu. Masa sih kamu enggak bisa merasakan saat sedang ngobrol dengan Erika. Lihat wajahnya selalu berbinar saat memandangmu.”

“Penuh antusias. Ada pancaran kekaguman kepadamu. Aneh jika Han nggak bisa merasakannya,” suara Wina mencoba memberi pengertian padaku. Aku hanya bisa terdiam seperti orang bego sambil memandang Wina.

Lalu Wina melanjutkan ocehannya. “Ingat lho Han! Ada cowok yang juga naksir Erika. Dia adalah Boy. Jangan sampai keduluan dia.”

BERSAMBUNG Bab 3. 

@hensa.

Ilustrasi Foto by Pixabay. 

BACA JUGA : Kisah Cinta Jomlo Pesantren. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar