oleh

Badminton Story : Tim Thomas Cup Merah Putih Tundukkan Thailand

-Olahraga-Telah Dibaca : 99 Orang

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (Foto PBSI). 

Para Badminton Lovers dan Fans Tim Merah Putih pasti merasakan ketegangan luar biasa saat menyaksikan duel Indonesia menghadapi Thailand di Ceres Arena Aarhus, Denmark kemarin Senin (11/10/21). Indonesia berada di grup A bersama Thailand, Chinese Taipei dan Aljazair.

BACA JUGA : Beberapa Hal Unik Ketika Tim Thomas Cup Indonesia Menang Lawan Aljazair

Menghadapi Thailand merupakan pertandingan kedua setelah menang 5-0 atas Aljazair. Bagi Indonesia, laga ini wajib dimenangkan agar lebih aman untuk lolos ke fase knock out.

Apalagi Thailand berhasil mengalahkan tim kuat Chinese Taipei pada laga perdananya dengan skor 3-2, maka ini adalah laga krusial bagi kedua tim.

Thailand adalah lawan serius yang dihadapi Indonesia selain pesaing lainnya yaitu Chinese Taipei. Grup A ini menurut sebagian pengamat adalah grup maut karena persainagnnya sangat ketat.

Tiga tunggal putra dan dua ganda kita berusaha dengan berjuang penuh kesungguhan menundukkan tim Gajah Putih Thailand tersebut.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus mengakui keunggulan lawan mereka. Sedangkan Kevin Sanaya/Marcus Gideon, Fajar/Rian dan Shesar Hiren berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka.

Dua ganda kita bermain sangat mengesankan. Mereka berhasil dua kali menyamakan kedudukan. Kevin/Marcus menyakan kedudukan 1-1 ketika Ginting kalah dan Fajar/Rian menyamakan kedudukan 2-2 ketika Jonatan kalah.

Partai ke-5 merupakan partai penentuan yang sangat menegangkan. Shesar Hiren Rhustavito adalah orang terakhir yang bertahan dalam duel dramatis melawan Thailand. Shesar menjadi penentu kemenangan Indonesia untuk meraih hasil 3-2 atas Thailand.

Keberhasilan Tim Thomas Cup Indonesia yang berhasil menundukkan salah satu lawan kuat mereka yang berada di grup A merupakan catatan tersendiri. Terutama banyak catatan yang harus diperhatikan pada sektor tunggal.

Anthony Ginting dan Jonatan Christie masih belum menampilkan performa terbaik mereka. Ginting yang kalah dalam partai pertama dari tunggal Thailand, Kataphon Wancharoen, harus berfikir keras menemukan kembali permainan terbaiknya.

Demikian pula Jonatan Christie ketika kalah telak dari pemain muda Thailand, Kunlavut Vitidsarn, bermain penuh keraguan dan banyak sekali melakukan kesalahan sendiri.

Untung ada Shesar Hiren Rhustavito yang bermain penuh percaya diri pada partai ke-5. Shesar dengan tenangnya menghadapi partai penentuan ini dengan tenang.

Gaya permainannya yang terlalu “santuy” membuat para penonton sangat tegang. Shesar memang tipe pemain dengan mengandalkan permainan bola-bola panjang dengan kombinasi permainan net yang tipis.

Penempatan bola ke arah yang diinginkan berhasil mengendalikan lawannya walaupun dia kehilangan gim kedua. Bermain dengan cara ini sebenarnya sangat riskan jika lawan yang dihadapi memiliki tipe penyerang.

Pada gim ketiga yang menentukan, Shesar mengubah cara bermain dengan melakukan kombinasi penempatan bola dan serangan smash keras.

Akhirnya pengalaman dan jam terbang yang berbicara ketika Shesar berhasil menyelesaikan tugas terakhir tim Thomas Cup Merah Putih memenangi duel melawan Thailand ini.

Perebutan Piala Thomas yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus Denmark mulai 9-17 Oktober 2021 ini semakin panas. Seauh ini kandidat para juara grup dan runner up sudah mulai terlihat.

Malaysia dan Jepang kandidat dari grup D, China dan India dari grup C, Denmark dan Korea dari grup B. Sementara Indonesia, Thailand dan Taiwan kandidat dari grup A.

Sebelum mengalahkan Thailand, Indonesia berhasil meraih kemenangan 5-0 atas Tim Aljazair pada pertandingan pertama. Istimewanya dalam laga tersebut tidak ada satu set pun yang hilang dari para pemain Indonesia.

Tunggal putra Jonatan Christi, Shesar dan Chico Aura berhasil mempersembahkan poin dari sektor tunggal.

Sedangkan ganda Ahsan/Hendra dan Fajar/Ryan meraih masing-masing satu poin dari sektor ganda. Dengan demikian Tim Indonesia meraih kemenangan mutlak 5-0.

Melihat kekuatan lawan dari Afrika ini, tentu saja mereka masih jauh di bawah kekuatan Tim Indonesia yang diunggulkan pada tempat pertama dalam turnamen Thomas Cup tahun ni.

Baru pada laga kedua, Indonesia harus menghadapi lawan yang seimbang yaitu Tim thomas Thailand. Laga diawali dengan pertandingan tunggal Anthony Sinisuka Ginting berhadapan dengan tunggal pertama Thailand, Kataphon Wangcharoen.

Ginting menang pada gim pertama dengan skor 21-16. Namun pada dua gim berikutnya Ginting harus tunduk pada tunggal Thailand ini dengan pertarungan ketat. Gim kedua dimenangkan Wangcharoen 24-22 untuk memaksakan rubber games.

Pada gim penentuan, Ginting sudah kehabisan tenaga. Kendati demikian tunggal utama Indonesia ini terus beruang mengimbangi Wangcharoen dan harus tunduk dengan skor yang sangat ketat yaitu 23-25.

Kemenangan ini membuat Thailand unggul 1-0. Indonesia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan dari ganda putra Kevin/Marcus menadi 1-1.

Pada partai kedua itu Kevin/Marcus menang atas ganda Thailand, Supak Jongkoh/Kittinupong Kederen melalui pertarungan menegangkan dengan tiga gim, 19-21, 21-18 dan 21-13.

Sungguh ini adalah duel sengit dan usaha luar biasa dari Kenin/Marcus untuk memenangkan laga penting ini.

Sementara tunggal kita, Jonatan Christie yang turun di partai ketiga ternyata harus mengakui keunggulan pemain muda Thailand, Kunlavut Vitidsarn dengan dua games langsung 10-21 dan 14-21.

Dalam laga ini ada hal yang membuat Joo kesal dengan dinyatakan melakukan kesalahan dalam melakukan service hingga empat kali. Ini suatu keanehan bagi seorang pemain tunggal. Kejadian ini sangat berpengaruh nyata pada penampilan tunggal muda Indonesia itu.

Kekalahan Jonatan membuat Indonesia ketinggalan 1-2. Thailand hanya membutuhkan satu kemenangan untuk keungguan menadi 3-1 di partai ke-4.

Namun ganda Fajar dan Rian berhasil menggagalkan upaya Thailand menang atas Indonesia ketika ganda ke-3 Indonesia ini menang mudah atas ganda Thailand, Nathapat/Kinupatt dengan dua gimlangsung, 21-9 dan 21-12. Kdudukan menadi sama kuat 2-2.

Penentuan kemanangan dalam duel ini harus dilakukan melaui partai ketiga yaitu saling berhadapan tunggal Indonesia, Shesar Hiren Rustavito melawan Adulrach Namkul.

Laga terakhir ini sungguh sangat menegangkan karena harus bertarung selama tiga gim penuh. Gim pertama Vito menang dengan skor ketat 23-21. Namun pada gim kedua Vito harus kalah dengan skor 10-21.

Pada gim ketiga adalah penentuan yang sangat menguras ketegangan. Akhirnya melalui permainan tanpa kenal menyerah Vito berhasil meraih gim ini denganskor telak 21-8.

Luar biasa perjuangan tak kenal menyerah dari Tim Thomas Cup kita saat mereka menang 3-2 atas Thailand.

Saat ini Indonesia masih memimpin dalam klasemen disusul oleh Thailand, Taiwan dan Aljazair. Pada pertandingan pamungkas di fase grup, Indonesia akan berhadapan melawan Taiwan untuk menentukan juara grup A. Selamat berjuang tim thomas Cup Indonesia.

Bravo Merah Putih @hensa

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed