oleh

Badminton Story : Ribka dan Fadia Prospek Cerah Ganda Putri Indonesia

-Olahraga-Telah Dibaca : 253 Orang

Ribka dan Fadia sedang beraksi di Piala Uber (Foto Badminton Photo/Yohan Nonotte). 

Pada akhir September, Oktober dan awal November 2021 ini ada beberapa turnamen besar yang diselenggarakan oleh Badminton World Ferderation (BWF) yaitu Sudirman Cup, Thomas-Uber Cup, Denmark Open, French Open dan Hylo Open.

BACA ARTIKEL PILIHAN : Gregoria Mariska di Hylo Open 2021.

Penyelenggaraan dilakukan dalam suatu area yang terpusat saling berdekatan di Negara Eropa. Sesungguhnya agenda tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi keamanan dari ancaman pandemic covid 19 yang masih melanda Dunia.

Dengan dipusatkan dalam satu area yang steril, turnamen bulutangkis tersebut diharapkan berlangsung dengan aman dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat.

Selama satu bulan atau tepatnya lima pekan tersebut, para pebulutangkis kita berkiprah. Piala Thomas berhasil diraih tetapi dua piala lainnya, Uber dan Sudirman Cup masih belum berhasil direbut kembali.

Namun yang sangat menggembirakan adalah kemunculan pemain-pemain muda untuk sector putri baik tunggal maupun ganda. Diantara mereka yang paling mengundang perhatian adalah kiprah dari pasangan ganda putri, Riba Sugiarto dan Siti Fadia.

Pasangan belia ini selama mengikuti turnamen di Eropa tersebut telah memberikan bukti bahwa mereka adalah ganda putri yang memiliki prospek yang cerah. Penampilan mereka sangat memberikan rasa optimis dengan masa depan ganda putri kita.

Mereka benar-benar teruji menghadapi lawan-lawan yang rankingnya di atas mereka. Sebagai ganda putri berusia muda, perjalanan mereka cukup terjal mengarungi turnamen Sudirman Cup, Uber Cup dan turnamen BWF World Tour Super Series.

Mungkin masih terlalu dini bila kita memberikan pernyataan bahwa ganda belia ini sudah menapak masuk ke dalam elit ganda putri Dunia. Masih banyak yang harus dilakukan oleh Ribka Sugiarto dan Siti Fadia untuk mencapai level atas ganda putri.

Mari kita lacak jejak kiprah Ribka dan Fadia dalam menghadapi ajang turnamen-turnamen tersebut. Paling tidak kita bisa memberikan gambaran dimana level ilmu badminton mereka.

Kiprah di Turnamen Sudirman Cup dan Uber Cup

Pada turnamen Sudirman Cup yang berlangsung 26 September hingga 3 Oktober 2021, Ribka dan Fadia melakukan debut mereka dalam turnamen beregu memperkuat Indonesia. Mereka berhasil menang mudah atas ganda putri Rusia, Ekaterina Malkova/Evgeniya Kosetskaya dengan dua gim langsung, 21-13 dan 21-15.

Ribka dan Fadia berkontribusi nyata dalam perebutan Uber Cup yang merupakan trunamen berikutnya dalam kejuaraan beregu. Saat itu Ribka dan Fadia berhasil melewati ujian ini sebagai ganda kedua dengan mengalahkan ganda putri asal Jerman, Annabella Jaeger/Leona Michalski dengan dua gim, 21-9, 21-8.

Mereka kembali meraih kemenangan ketika berhadapan melawan Prancis. Turun sebagai ganda kedua berhasil menang atas Marie Batomene/Delphin Delrue, 23-21 dan 22-20.

Masih di Uber Cup, Ribka dan Fadia mengalami kekalahan pertamanya ketika mereka berhadapan melawan Jepang. Mereka kalah dari Mayu Matsumoto/Nami Matsuyama dengan skor 14-21 dan 19-21.

Ketika berhadapan melawan Thailand sebagai ganda kedua, kembali Ribka dan Fadia berhasil memenangkan laga. Mereka menang atas Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dengan rubber games, 21-19, 15-21 dan 21-15.

Hasil yang dicapai Ribka dan Fadia dalam turnamen beregu Piala Sudirman dan Uber, berhasil meraih 4 kemenangan dan hanya satu kali kalah. Satu-satunya kekalahan yaitu dari pasangan Jepang, Mayu Matsumoto dan Nami Matsuyama.

Usai memperkuat turnamen beregu, Ribka dan Fadia kembali turun dalam turnamen Denmark Open, French Open dan Hylo Open Jerman.

Kiprah di Denmark Open, French Open dan Hylo Open 2021

Kiprah di Denmark Open, kembali pasangan Jepang menghentikan langkah Ribka dan Fadia ke bababk kedua. Ribka dan Fadia kali ini kalah dari Yuki Fukushima/ Arisa Highasino dengan dua gim langsung, 14-21 dan 17-21.

Turnamen French Open dilalui oleh pasangan Ribka/Fadia dengan lolos ke perempat final sebelum dihentikan ganda Korea Selatan unggulan 2, Kim Soyeong/Kong Heeyong. Ribka dan Fadia kalah 19-21 dan 14-21.

Pada babak sebelumnya Ribka/Fadia menyingkirkan unggulan 8 asal Malaysia, Pearly Tan/Tinaah Muralitharan dengan skor 21-12 dan 23-21. Pada babak pertama menang atas ganda asal Irlandia, Kate Frost/Moya Ryan, 21-11 dan 21-13.

Pada turnamen Hylo Open yang berlangsung di Saarbrucken, Germany, Ribka dan Fadia berhasil menyingkirkan beberapa unggulan. Pada babak pertama mengalahkan pasangan Bulgaria unggulan kedua, Si Kembar Gabriela /Stevanie Stoeva dengan mudah 21-9 dan 21-16.

Pada babak kedua giliran pasangan Denmark, Natasha Anthonisen/Clara Graversen, 21-5 dan 21-11. Membawa mereka lolos ke babak 8 besar menghadapi pasangan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai.

Ganda putri Thailand ini pernah dikalahkan Ribka dan Fadia di Turnamen beregu Uber Cup. Ternyata ganda belia kita kembali menang atas Puttita /Sapsiree yang merupakan unggulan ke-5, dengan rubber games, 21-15, 24-22 dan 21-16.

Pertarungan ketat terjadi pada gim kedua yang harus diselesaikan dengan deuce. Ribka dan Fadia sempat tertinggal pada posisi 18-20. Namun mereka berhasil memaksakan skor 20-20 yang akhirnya dimenangkan oleh Ribka/Fadia dengan 24-22 dalam laga yang sangat ketat.

Pada momen gim kedua tersebut, Ribka dan Fadia sudah teruji mental bertanding mereka. Mungkin mereka bisa mengambil pelajaran pada pertemuan pertama di Uber Cup dengan pasangan asal Thailand ini.

Pada gim ketiga, Puttita /Sapsiree hanya mampu mengimbangi Ribka dan Fadia hingga skor 14-14. Mereka harus mengakui pasangan belia Indonesia ini dengan 16-21.

Ini adalah kekalahan kedua dalam catatan pertemuan mereka dalam waktu yang belum sebulan ini dalam dua turnamen yang berbeda yaitu Uber Cup dan Hylo Open.

Puttita /Sapsiree adalah ganda putri senior Thailand yang memiliki ranking Dunia di posisi 20 sementara Ribka dan Fadia ada di posisi ranking 32 Dunia.

Saat tulisan ini tayang, babak semifinal sedang berlangsung dimana Ribka dan Fabia menghadapi ganda asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakashini.

Sejauh ini Ribka dan Fadia sudah mengalami dua kekalahan dari ganda putri asal Negeri Sakura. Mereka kalah di Denmark Open dari Yuki Fukushima/ Arisa Highasino dengan dua gim langsung, 14-21 dan 17-21. Sebelumnya dalam turnamen Uber Cup, mereka kalah dari Mayu Matsumoto/Nami Matsuyama dengan skor 14-21 dan 19-21.

Mari kita tunggu apakah di babak semifinal Hylo Open 2021 ini Ribka dan Fadia berhasil menang untuk pertama kalinya melawan ganda putri asal Jepang ketika berhadapan melawan Rin Iwanaga/Kie Nakashini.

Kendati begitu patut diberikan apresiasi tinggi kepada Ribka dan Fadia atas pencapaian yang berhasil mereka raih selama mengikuti turnamen Piala Sudirman, Piala Uber, Denmark Open, French Open dan Hylo Open.

Bravo Merah Putih @hensa.

Komentar

Tinggalkan Balasan