oleh

Suka dan Duka Pembelajaran di Tengah Pandemi

-Cerpen, Edukasi, Literasi, Pendidikan, Terbaru-Telah Dibaca : 113 Orang

Pembelajaran Jarak Jauh
Banyak dari kita yang kesusahan dengan bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah tetapi tentu ada hal menarik yang terjadi setelah dijalani.

 

Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Ivan Carlos S. dari Akper Polri. Saya di sini sebagai mahasiswa angkatan dua puluh delapan. Saya mendaftar sekitar bulan Juli agar bisa masuk menjadi  seorang mahasiswa Akper Polri.

 

Awalnya saya tidak begitu mengerti tentang dunia keperawatan. Saya sebelumnya merasa bahwa dunia keperawatan identik  dengan perempuan saja. Setelah masuk akper ternyata cukup lumayan banyak jumlah mahasiswa laki-lakinya.

 

Sebelum melakukan pembelajaran, kami yang telah menjadi mahasiswa melewati proses Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa (PPKMB). Kami diberi tugas membuat video tentang materi yang disampaikan sebelumnya. Awal membuat video saya merasa kesulitan. Namun, pada akhirnya saya bisa melakukannya meskipun dengan hasil seadanya. Tentu lebih baik dari pada tidak sama sekali.

 

Setelah melewati proses PPKMB, kami para mahasiswa akhirnya memulai pembelajaran jarak jauh ini di penghujung bulan Agustus. Ada yang terlihat antusias, senang, sedih, biasa saja, dan lain sebagainya. Saya sendiri cukup penasaran dengan pembelajaran akper itu. Pada pembelajaran pertama tidak langsung belajar, tetapi dimulai dengan pengenalan diri baik dosen maupun mahasiswa. Kami dibuat relaks dan tidak perlu tegang tapi tentu tetap fokus. Begitu pun dengan dosen yang lain. Saat pembelajaran para mahasiswa wajib mengenakan kemeja putih dan menyalakan kamera agar mahasiswa tersebut terlihat.

 

Setelah beberapa minggu kuliah jarak jauh ini, tiba waktunya tugas kelompok. Kami diberi tugas membuat video. Tentu hal semacam ini tidaklah mudah, membuat video tetapi juga dengan cara berkelompok. Uniknya, saya pada waktu pertemuan yang merupakan laki-laki sendiri dari dari sebelas anggota, dikarenakan salah satu teman saya behalangan hadir karena jarak yang jauh antara satu sama lain. Sisanya perempuan semua. Meski demikian tidak menyurutkan kami bertemu dan mengerjakan tugas tersebut. Tentu dengan mengusahakan protokol kesehatan.

 

Tidak mudah memang membuat video berkelompok. Kami mengambil video berkali-kali agar mendapat hasil yang maksimal tapi puji Tuhan pada akhirnya kami bisa dan selesai tepat pada waktunya. Hal itu pula yang menjadi pertemuan pertama kami para mahasiswa Akper Polri  angkatan dua puluh delapan dalam hal berkelompok semester satu ini.

 

Tentu dalam pembelajaran jarak jauh ini banyak suka dukanya. Selain hal tadi ada pula mata perih akibat melihat layar laptop maupun handphone. Terkadang mata menjadi mengantuk pula karena hal tersebut, badan yang pegal dan mulai bungkuk. Paling sering mengenai jaringan. Ya kendala jaringan sering pula tejadi entah itu nge-lag karena cuacanya buruk ataupun habis kuotanya. Jika jaringan bagus. Maka zoom akan focus diperhatikan dengan duduk santai. Tetapi jika jaringan tesebut terganggu maka tinggal melambaikan tangan dan berkata Good Bye. Selain itu juga tentu saja ketidakpahaman dalam mendengarkan penyampaian materi. Hal yang menyenangkannya ada  waktu dimiliki setelah zoom selesai, mendapat ilmu tentang teknologi yang sebelumnya kurang saya pahami, dan lain sebagainya.

 

Di akper pula saya mendapat banyak ilmu. Tentu yang paling banyak ialah science. Diajarkan bagaimana cara menjadi perawat yang baik. Perawat yang disiplin, tidak membeda-bedakan antara pasien yang kaya ataupun yang sederhana. Baik dari golongan pejabat maupun rakyat biasa. Tentu dengan science itu tadi dan dibarengi dengan skill serta attitude yang baik pula.

 

Teman-teman mahasiswa di sini cukup baik. Walaupun terkadang ada sebuah percikan. Tetapi hal itu dapat dihentikan. Mengenai para dosen di sini cukup baik dan hebat pula. Meski terkadang ada yang kurang nyaman dalam pembelajarannya. Rata-rata dosen di sini bukanlah orang sembarangan. Sempat suatu kali saya berbincang dengan dosen Akper Polri,  secara langsung dengan tatap muka dan ya, setelah saya mendengarkan ceritanya saya terpukau akan hal yang saya dengarkan itu.

 

Pernah suatu kali semangat saya mulai kendor, tetapi setelah melihat, memperhatikan, dan mendengarkan secara seksama. Baik itu dosen maupun teman- teman mahasiswa. Semangat saya kembali naik. Tentu hal itu untuk menggapai  yang lebih baik lagi.

 

Akhir- akhir ini saya dan teman- teman mahasiswa lebih sering datang ke kampus. Di kampus kami melakukan praktek. Agar setelah lulus bisa menjadi perawat yang baik. Saat pergi ke kampus ada rasa menyenangkan  karena dapat bertemu dengan teman yang lainnya secara langsung.

 

Kini tidak terasa, bahwa sudah hampir satu semester berlalu. Semoga saya dan teman- teman dipertemukan dengan dosen yang telah mengajar pada waktu yang baik. Serta semoga saya bisa menjadi seperti dosen- dosen di sini yang merupakan orang- orang hebat.

 

Kalau begitu, sampai di sini dulu pengalaman saya selama kurang lebih satu semester ini. Kurangnya mohon maaf, lebihnya terima kasih. Saya Ivan Carlos S. 21022 pamit.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed