oleh

Lukisan Tiga Dimensi Sebagai Destinasi Wisata Visual

-Hiburan, Sosbud-Telah Dibaca : 87 Orang

 

Di sebuah destinasi wisata di Malang, menikmati lukisan 3 dimensi (dokpri)

Pernahkah mengunjungi gedung pameran  lukisan tiga dimensi. Lukisan – lukisan yang banyak menipu mata biasa . Pengunjung ditempatkan disebuah ruang dengan titik tertentu, lalu melihat lukisan seperti mempunyai dimensi, meruang dan seakan- akan nyata. Kepintaran memainkan bentuk lukisan, warna dan gambar yang meruang.

Jika pembaca sering jalan- jalan di Bandung, Yogyakarta, Malang punya tempat wisata yang menampilkan lukisan tiga dimensi. Menurut penulis untuk bisa melukis tiga dimensi salah satu kuncinya adalah menguasai perspektif, faktor lainnya menguasai anatomi, dan bentuk- bentuk realistis serta tidak lupa dalam pengolahan warna- warna.

dalam sebuah perjalanan wisata di Bandar Jakarta lukisan tiga dimensi (dokpri)

Bila anda melukis di jalan raya ( aspal atau tempat umum ) untuk mengesankan benda berdiri, padahal dilukis rebah di aspal tentu harus menguasai perspektif.Dengan mengenal ilmu perspektif maka pelukis bisa menempatkan titik pandang, dan dimensi dari gambar dua dimensi ke tiga dimensi. Ketika lukisan rebah menjadi terkesan berdiri tentunya harus memperhitungkan titik pandangnya. Warna juga mempengaruhi bentuk dan anatomi yang terlihat.

Kreatifitas dalam dunia seni rupa terus berkembang, salah satu pengaruhnya tentu saja dengan adanya teknologi internet, komunikasi, berita dan hal – hal yang berhubungan destinasi menarik dari seluruh pelosok dunia mudah dilacak lewat internet. Maka dengan segala upaya desainer, pelukis, pelaku usaha pariwisata bekerja keras untuk menarik pengunjung. Wisata selfie marak.

Untuk menampung orang – orang yang demen mengekspose dirinya  terutama ditempat wisata, atau tempat eksotik di dunia. Kota- kota mulai berbenah, mereka akan berupaya segala daya untuk menyedot wisatawan. Baik untuk mengekspos wisata alam atau wisata budaya serta kreatifitas kota untuk dilirik sebagai destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

Para seniman tentu saja menjadi andalan untuk memoles kotanya menjadi menarik. Bisa dengan memberikan ikon terhadap sebuah kota berkat kampung berwarna, atau malah kampung yang penuh lukisan tiga dimensi. Malang punya wisata malam dengan lampu – lampu  lampion serta wisata malam dengan berbagai hiburan seperti rumah hantu, rumah tiga dimensi serta wisata ikonik tentang museum transportasi. Di Yogya dengan taman pintar, mural mural di hampir setiap sudut kota, Surabaya dengan taman- taman asrinya, Bandung sebagai tempat kuliner dan belanja oleh oleh serta chloting termasuk sepatu yang sering dicari baik dari kota lain, maupun wisatawan luar negeri.

Kreatifitas, dan ide kreatif pelaku usaha dan pemda lah yang membuat kota ataupun daerah mengalami kemajuan. Salah satu hal menarik yang lukisan tiga dimensi sebagai budaya pop, bagian dari perkembangan popular art.

Daya kreasi seni di setiap daerah sangat diperlukan untuk menambah menarik kota. Hal yang sering disayangkan dengan munculnya banyak destinasi wisata dan ini menjadi persoalan ekologis, adalah disiplin masyarakat yang cenderung masih sering buang sampah sembarangan. Mungkin bukan hanya pengunjung, tetapi juga pelaku usaha UMKM, yang belum tahu bagaimana mengolah sampah – sampah bertebaran dari kemasan, terutama produk makanan instan dan minuman seperti kopi, jus, boba dsb.

lukisan di dinding sekolah tempat penulis mengajar. Lukisan yang digarap penulis dan dibantu para siswa untuk melukis dinding(dokpri)

Kembali ke bahasan Lukisan tiga dimensi, apa sih sebetulnya defisini dari lukisan tiga dimensi : kalau definisi benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki panjang,lebar, serta tinggi dan volume, lalu untuk lukisan tiga dimensi?

Menurut persepsi penulis lukisan tiga dimensi memberi kesan seakan – akan lukisan tersebut memiliki kesan ruang, juga muncul volume dan seakan – akan berbentuk tiga dimensi yang bisa dilihat dari samping belakang dan depan. Dengan pengolahan warna untuk mengesankan dekat jauh, besar dan kecil sebuah benda dari sudut pandang mata manusia dapat memberi efek tiga dimensi.

Ketika penulis sekitar 3 sampai 4 tahun lalu melihat – lihat lukisan tiga dimensi sebelumnya saya sering melihat tayangan di Youtube yang sering memperlihatkan tempat – tempat di Eropa, Amerika yang sering dijadikan tempat melukis tiga dimensi.

Sebuah hiburan  baru, produk kreativitas manusia yang tidak berhenti mencari terobosan dan penemuan baru baik di bidang ilmu pengetahuan maupun produk kebudayaan. Dari klasik sampai pop, baik yang untuk bertujuan hiburan, edukasi maupun sebuah upaya menambah wawasan seni.

Semoga dengan semakin maju ilmu pengetahuan, seni budaya pun terus berkembang, untuk memberi keseimbangan manusia untuk bisa mengolah kecerdasan sekaligus mengolah rasa. Rasanya Indonesia sangat potensial berkembang seni dan budayanya. Maka sebagai penyuka seni budaya semoga tulisan ini berguna bagi pembaca dan menggugah anda yang potensial bisa mengembangkan seni budaya turut andil meskipun lingkupnya kecil, tapi bisa jadi menjadi besar karena viral. Salam budaya.

 

Jonggol, 25 September 2021

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed