oleh

MENGAPA KITA HARUS MENUNTUT ILMU?

-Berita, Edukasi, Islam, Pendidikan-Telah Dibaca : 271 Orang

Sumber gambar dari canva.com

Menuntut ilmu adalah kewajiban seluruh umat Islam bahkan seluruh manusia di dunia ini.

Dalam Islam, tak akan sempurna agama dan amal ibadah seorang Muslim tanpa menuntut ilmu. Allah kerap mengisyaratkan dengan tegas kepada manusia untuk menimba ilmu, menjadi insan yang terdidik.

 

Seperti dalam hadits :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم

Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224)

 

Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi hidup kita dengan ilmu kita bisa menaklukkan seluruh makhluk di dunia ini.  Seperti pegunungan, langit, bulan, matahari bintang, binatang-binatang buas, tumbuh-tumbuhan dan planet-planet. Dengan ilmu pengetahuan kita dapat menjadi pemimpin diantara seluruh makhluk di dunia ini.  Kita menjadi yang terbaik karena ilmu pengetahuan kita. Kita akan menjadi manusia bodoh dan kita tidak mengetahui apa-apa bahkan kita akan menjadi yang terjelek di antara makhluk lainnya jika kita tidak mempunyai ilmu pengetahuan.

Ilmu tidak hanya dibiarkan begitu saja melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Falsafah ilmu dalam Islam terbagi menjadi tiga bagian yakni mempelajari, mengamalkan, dan mengajarkan. Mempelajari seperti yang telah dibahas sebelumnya hukumnya adalah Fardhu bagi setiap muslim. Mengamalkan juga harus dilakukan karena ilmu yang tidak diamalkan adalah ibarat pohon yang tanpa buah. Ilmu yang sudah dipelajari akan sia-sia dan tidak ada gunanya. Setelah mengamalkan disempurnakan dengan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Tujuannya agar dapat membedakan yang benar dan salah dalam kehidupan karena ilmu hakikatnya adalah kebenaran.

Seperti dalam hadits tentang menuntut ilmu berikut, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631).

 

Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang mencari ilmu karena ridha-Nya. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya :“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.  Surat Al-Maidah ayat: 11).

 

Warisan yang paling berharga yang ada di bumi ini, bukanlah harta atau kekayaan semata, melainkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Pendidikan karakter adalah salah satu bentuknya dengan menghormati guru yang telah berbagi ilmu dan wawasan kepada kita. Karena ilmu adalah cahaya atau pelita bagi manusia. Tanpa ilmu, tidak ada peradaban.

Ilmu pengetahuan merupakan suatu yang sangat penting bagi kita untuk hidup di dunia ini, maka marilah kita belajar yang giat ! Jangan berhenti menuntut ilmu, bahkan hingga akhir hayat. Di mana pun, kapan pun, bukan hanya di lembaga pendidikan formal ataupun di pengajian saja. Namun juga dalam setiap hal dan kesempatan yang diberikan oleh Allah dalam kehidupan kita.

 

      

Menulis di Blog Jadi Buku

Salam berbagi, belajar, memotivasi dan menginspirasi

Juni Marlinda Rambe

Blog https://rambejunimarlinda85.blogspot.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed