oleh

Buku Adalah Mahkota Penulis

-Edukasi, Gaya Hidup, Humaniora, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 665 Orang

Banyak penulis mengira, pemikiran yang dituangkan dalam rangkaian kata-kata yang dibuatnya akan menjadi gundukan memori kata di lumbung tulisannya. Mereka ingin tulisannya dapat menjadi buah karya yang akan diberikan kepada generasi berikutnya. Para penulis berusaha agar tulisannya termuat dalam suatu bundling lembaran yang rapi. Namun, usaha itu seringkali tidak berjalan mulus.

Tantangan dan hambatan mereka alami bukan saja menyangkut redaksi dan oplah yang menjadi persyaratan. Tetapi, faktor biaya sering menjadi alasan penghambat gagalnya mimpi-mimpi para penulis. Rekomendasi nama baik tak ketinggalan menjadi salah satu kunci terbitnya untaian kata-kata itu.

Hari ini, tabir penghalang itu seolah sirna dihempas oleh sebuah harapan baru. Harapan yang tidak disangka muncul di depan mata seperti melihat cahaya matahari pagi yang mengintip di ufuk timur. Adalah seorang insan baik hati, Haji Thamrin Dahlan, seorang penulis, pengelola Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan. Sebuah usaha yang memiliki komitment melaksanakan kegiatan bidang pendidikan dalam bentuk peran serta aktif meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia.

Yayasan ini memfokuskan diri untuk menerbitkan buku dengan Lisensi Barcode ISBN Perpustakaan Nasional tanpa biaya. Misi yang hendak dilakukan adalah membantu para menulis menerbikan buku ber ISBN tanpa biaya, menyelenggarakan Pelatihan Menulis dan menggerakkan kegiatan menulis melalui website YPTD terbitkanbukugratis.id. 

Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan  dari visi yang dikembangkannya dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia. Kegiatan ini dilakukannya bersama rekan-rekannya mengingat selama ini para penulis terkendala dalam penerbitan buku karena tidak diterima oleh Penerbit Major (besar)  sedangkan naskah buku sudah tersedia.  Disamping itu, berkeinginan para penulis menerbitkan buku secara indie (pribadi) melalui perusahaan jasa penerbit  tentu memerlukan biaya yang cukup besar.

Nilai-Nilai Karya dan Motto

Lebih jauh, Haji Thamrin mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan ini yaitu: kemuliaan, Kejujuran, Transparan, Akuntabel, Kebersamaan, Kemanusiaan, Legacy, Peduli, Literasi Indonesia. Motto yang diambil adalah TIGA PENA yaitu Penasehat, Penakawan, Penasaran.

Buku Adalah Mahkota Penulis

Menurut penuturan Haji Thamrin, gerakan menerbitkan buku ber-ISBN tanpa biaya ini dimulai ketika dua puluh orang penulis bermusyawarah di Cooffe Tofee Margonda, Depok, 19 Agustus 2020 silam. Sungguh merupakan hari bersejarah ketika gerakan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari teman teman para penulis lainnya.

Para Penulis segera mensosialisasikan Gerakan Terbitkan Buku Gratis  di media sosial melalui kompasiana.com, facebook.com maupun di kanal  jaringan internet masing masing.  Seketika tanggapan dari para penulis yang telah mempunyai sedemikian banyak tulisan namun belum dibukukan, cukup ramai masuk ke YPTD.

Informasi tentang penerbitan buku gratis semakin marak ketika website YPTD yang di desain oleh sahabat beliau, Nuryadi: terbitkanbukugratis.id di launching 25 Agustus 2020. Media komunikasi antara penulis YPTD semakin intens dilakukan melalui WhatsApp Group terbitkanbukugratis.id. Mukti Ali merupakan penulis pertama yang bukunya diterbitkan melalui YPTD,  berjudul Kenapa Orang Arab Tidak Suka Sendok.

Program Menerbitkan Buku

Menurut Haji Thamrin, program ini terdiri dari 3 jenis program yang dapat dipilih, yaitu:

Program A : 

Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email: thamrindahlan@gmail.com

Program B :

YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C :

Penulis posting di website YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD

 

Proses  Penerbitan Buku

YPTD menerima Naskah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan Judul, Daftar Isi, cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar. Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD adalah: ukuran kertas A5, Font 12, Margin 1.5/1/1/1, huruf Times News Roman,Spasi 1.5, ketebalan 150–200 halaman. Setelah naskah memenuhi standard baku, sdmin YPTD setiap hari Senin akan mengajukan permohonan Lisensi Barcode ISBN (International Standard Book Number) ke Perpustakaan Nasional.

Setelah Barcode ISBN di keluarkan Perpustakaan Nasional,  Admin menginformasikan kepada para penulis melalui  WA Group terbitkanbukugratis agar para penulis melakukan editing atau persiapan buku sebelum naik cetak. Admin YPTD akan menyiapkan Kata Pengantar Penerbit, halaman judul dan nomor urut terbit serta Barcode ISBN.

Selanjutnya setiap hari Rabu 2 (dua) pekan sekali Admin YPTD mencetak buku. Seluruh biaya cetak ditanggung YPTD.  Rata rata biaya cetak buku Rp 250.000 (duaratus lima puluh ribu rupiah) per judul. Buku dicetak  di Buring Digital Print, Jalan Margonda Raya 393 Pondok Cina Depok.

Setiap Judul Buku yang dicetak terdiri dari 5 buah dengan aturan distribusi:

  1. 2 buku untuk Perpustakaan Nasional
  2. 1 buku untuk Penulis berikut soft copy (flash disk)
  3. 1 buku untuk Penyandang Dana
  4. 1 buku untuk YPTD

Buku untuk Penulis berserta soft copy dikirim melalui  logistic transportation.  Secara resmi seorang Penulis memiliki Mahkota ketika ia telah memiliki Buku Perdana. Seandainya  ingin memperbanyak buku untuk dipromosikan kemudian dijual atau untuk hadiah, penulis bisa mencetak buku secara mandiri menggunakan soft copy di percetakan mana saja.

Buku buku untuk Sponsor akan dikirimkan ke alamat by Go Send sesuai  jumlah buku ke alamat Penyandang Dana berserta ucapan terima kasih telah mendukung Gerakan Menerbitkan Buku ber-ISBN Tanpa Biaya.

Dikatakan pula bahwa setiap hari Rabu 2 bulan sekali YPTD menyerahkan secara langsung Buku Buku yang telah diterbitkan ke Perpustakaan Nasional sesuai Regulasi ISBN.  Buku buku para penulis menjadi milik dan koleksi Negara tersimpan abadi di Perpustakaan Nasional.

Dalam dua pekan sekali, YPTD minimal mencetak 10 buku sehingga target  menerbitkan 200 buah buku selama satu tahun sampai 29 Juli 2021 tercapai.  Pertemuan malam ini seolah banyak kendala dalam menulis ketika niat tidak kuat untuk berbagi. Motto saya menulis 3 Pena yaitu Penasehat, Penakawan dan Penasaran. Menulis untuk berbagi kebaikan.

Metode yang saya gunakan ketika menulis ialah ” sekali duduk jadi”   artinya jangan pernahi meninggalkan artikel yang sedang digarap. Selesaikan kemudian posting.  Posting ke soail media dan seketika tulisan  memiliki Roh.  Roh itu membuktikan tulisan hidup ketika dibaca apalagi dikomentari.  Bisa jadi itulah kiat menulis selama 10 tahun ini sehingga sudah posting 2.800 artikel.

Kembali ke niat berbagi maka inspirasi tak pernah terputus.  Apalagi muara menulis itu adalah BUKU.  Sejatinya Buku adalah Mahkota seorang Penulis 1.Ternyata bias menerbitkan buku tanpa biaya. Tidak ada istilah penulis pemula (karena tidak ada pengakhir) yang ada istilah penggiat literasi.

Penutup

Buku adalah Mahkota Penulis. Inilah yang menguatkan semangat Haji Thamrin. YPTD Turut berperan serta mengorganisir Gerakan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia fokus menerbitkan buku.  Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

Komitment Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki Buku ber Lisensi ISBN Tanpa Biaya perlu dukungan semua pihak.  Bersama kita bisa membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing.  Membaca kemudian menulis  adalah kegiatan mulia.

Menerbitkan buku muara dari menulis.  Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika Bukunya menjadi aset Negara tersimpan di Perpustakaan Nasional.

Pengabdian Ikhlas Tak Perlu Tanda Jasa Bersebab Tidak ada jasa yang paling tinggi dan layak untuk sorang guru ketika  anak didik menjadi Presiden. (H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si.)

Komentar

Tinggalkan Balasan