oleh

MEMBUKA LEMBARAN SEBAGAI PENULIS

-Edukasi, Gaya Hidup, Humaniora, Terbaru, YPTD-Telah Dibaca : 384 Orang

Kelas Belajar Menulis menanti kehadiran pengelola blog http://gurukreatif.wordpress.com, Agus Sampurno. Beliau seorang seorang motivator yang akan membagikan pengetahuannya tentang pentingnya Personal Branding. Sayang, sesuatu hal di luar perkiraan membuat pertemuan batal menghadirkan beliau. Secara mendadak, beliau terpaksa menghadiri sebuah pertemuan penting sehingga tidak dapat membagikan pengalamannya dalam kelas ini.

Sang moderator ceria yang biasa memandu Kelas Belajar Menulis, Aam Nurhasanah, didapuk menggantikan Bapak Agus Sampurno. Ibu Aam berkesempatan berbagi pengalaman di awal pertama ia gabung di kelas Belajar Menulis yang dirintis Om Jay ini.

Ketika itu bulan puasa, demikian bu Aam memulai kisahnya., ia menjadi peserta Kelas Belajar Menulis gelombang yang dilaksanakan pada sore hari, setiap hari Senin hingga Jumat. Bermula karena diajak temannya kepala sekolah, Ibu Sulistijowati, S.Pd., Kepsek SDN 1 Bintangsari, Cipanas.

Sayang, di gelombang kedelapan itu, ia tidak fokus dan ketinggalan banyak materi. Dapat dibayangkan ia tertinggal banyak materi dari para narasumber ketika itu. Ia berinisiatif untuk mengulang kembali pada gelombang kedua belas. Saat itu, moderator yang bertugas adalah Ibu Fatimah dari Aceh yang diingatnya dengan konsep Disiplin, Jujur, Tulus, Ikhlas dan Sabar (DJTIS).

Ia berinisiatif pula untuk meneruskan materi pada gelombang kedelapan ke gelombang kedua belas. Ia juga mendapat tawaran bergabung untuk membuat buku antologi. Buku antolologi  bila disederhanakan sama dengan buku yang dibuat dari hasil “keroyokan” beberapa penulis. Tentunya, buku antologi merupakan sebuah lembaran baru dalam dunia menulis bagi dirinya.

Buku antologi pertama, merupakan langkah kecil penulis pemula utuk menjadi penulis hebat. Buku Parenting 4.0 Mengenal Pribadi dan Potensi Anak Generasi  Multiple Intelligence adalah buku duetnya bersama Prof. Richardus Eko Indrajit yang saat ini dalam antrian untuk dicetak oleh Penerbit Andi, salah satu penerbit mayor.

Saat ini di gelombang keenam belas, ia masih bertahan membantu Tim Om Jay sebagai moderator. Berkat itu pula, ia mendapat apresisasi dari Ibu Hati, Penerbit Tata Akbar untuk membuat buku tentang moderator tanpa biaya.  Hal ini mengingatkannya pada sebuah nasehat yaitu “Jika kamu berbuat baik, maka kebaikan akan kembali kepadamu.”

Disela-sela kesibukannya sebagai kepala sekolah, guru, ibu rumah tangga, dan penulis, ia harus mampu untuk membagi waktu hingga semua tugas  bisa dikerjakan dengan tepat waktu.  Trik membagi waktu antara kesibukan pekerjaan dan menulis adalah membuat skala prioritas. Yang paling penting harus didahulukan. Tips yang dilakukannya adalah membuat catatan kecil yang disimpan di sandal jepit. Saat ia akan memakai sendal jepit tersebut, ia akan ingat tugasnya. Cara lainnya adalah dengan membuat pengingat di telepon genggamnya atau membuat catatan di tembok.

Tips Menulis

Tips berikut sering disampaikan oleh beberapa narasumber dalam beberapa pertemuan di kelas Belajar Menulis berkaitan dengan langkah para pemula untuk menulis.

  1. Jika Anda penulis pemula, maka tulislah hal-hal yang ringan dulu. Misalnya dengan menulis 3 alinea di bagian pembuka, isi, dan penutup. Tips ini biasa disampaikan oleh Om Jay dan selalu dipraktekkan dalam kegiatan menulis.
  2. Pengamatan pada kondisi sekitar. Ada banyak hal yang dapat menjadi objek tulisan dan sayangnya, momen itu sering berlalu begitu saja.
  3. Pada dasarnya menulis itu mudah. Kesulitannya adalah pada langkah untuk memulai. Menulis jangan dijadikan sebagai beban. Menulis harus dilakukan dengan hti yang senang. Membaca merupakan cara ampuh untuk menambah kosa kata penulis. Ada ungkapan mengatakan “Lapar membaca, akan membuat gemuk menulis.”
  4. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, guru mulia karena karya.

Menulis antologi, dapat menjadi langkah awal untuk menjadi penulis hebat di masa depan. Tetaplah rendah hati dan menjadi gelas kosong yang mau belajar dengan siapa saja.

Komentar

Tinggalkan Balasan