oleh

Penggunaan Loose Parts Dalam Menyiapkan Kegiatan Main Bagi Anak Usia Dini.2

-Terbaru-Telah Dibaca : 61 Orang

Apa saja yang termasuk loose parts ?

Loose parts adalah label yang diberikan
untuk setiap koleksi bahan alami atau
buatan manusia yang dapat digunakan untuk
memperluas permainan anak-anak. Mereka dapat dipindahkan, diatur, dirancang, dipisahkan
dan serta cara lainnya tanpa ketentuan dari orang dewasa.

Loose parts mendorong
pembelajaran terbuka. Penggunaan bahan-bahan terbuka di lingkungan anak, yang diyakini
sangat terkait dengan kreativitas dan pemikiran kritis di kemudian hari.

Loose parts dibagi menjadi dua kategori,
1. Dari bahan alami, sebagai contoh bunga, daun, ranting, kerang, kacang, biji￾bijian, air, batu, kerikil, kayu apung, ranting, balok kayu, pasir, tanah liat, pasir, dll.

2. Dari buatan manusia, sebagai contoh: kancing, manik-manik, batu kaca, sedotan,
tutup botol, pom-pom, kelereng, payet, dadu, domino, toples kaca, botol plastik,
wadah plastik, nampan, peralatan dapur, sendok, penjepit, pengocok, spatula,
saringan, mur dan baut, korek api, gabus, ember, keranjang, peti, kotak, ban,
panci dan wajan, pita, benang, korek api, gabus, ember, keranjang, peti, kotak,
kaleng, guci, miniatur hewan, dll.

 

Loose parts dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan bahan lain. Tidak ada
arahan khusus untuk bahan yang dianggap sebagai loose parts. Pada proses kegiatan main
loose parts mendorong pembelajaran tanpa akhir, istilah yang sangat terkait dengan hal ini
adalah tanpa ujung.

Bahan-bahan untuk kegiatan main harus disiapkan oleh guru harus dengan hati-hati
untuk meningkatkan pembelajaran dan penemuan. Dengan bimbingan dan dukungan, anak￾anak dapat “dipercaya” untuk bekerja dengan berbagai macam bahan seperti vas dan
cermin, barang-barang halus seperti kaca, alat musik otentik, atau bekerja dengan bahan
seni seperti pastel, cat air.

Loose parts dapat berupa segala macam hal, termasuk benda daur ulang, benda yangditemukan atau potongan-potongan yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Bahan-bahan
tersebut dapat dikumpulkan dari sekitar rumah, bersumber dari alam, ditemukan di toko
atau dibeli baru. Bahan tersebut digunakan sendiri atau untuk melengkapi sumber belajar
yang ada. Loose parts dapat menjadi sumber terbuka yang menarik sehingga membangkitkan
minat dan menggairahkan anak-anak untuk mempelajari lebih dalam lingkungan belajar
mereka. Loose parts bisa sangat kecil atau sangat besar, baru atau lama dan diatur dalam
berbagai cara. Bagian yang longgar dapat digunakan sebagai aktivitas di atas meja, bak
dan baki eksplorasi, aktivitas lantai besar atau digunakan sebagai sumber daya terbuka
di tempat pasir atau lingkungan belajar di luar ruangan. Material loose parts memiliki
berbagai kemungkinan yang tidak terbatas. Hal yang harus diperhatikan saat memilih loose
part adalah kemungkinan anak kecil dapat tersedak benda-benda kecil dan bagian-bagian
mainan yang akan digunakan. Semua barang yang digunakan untuk anak-anak di bawah
usia tiga tahun dan setiap anak yang memasukkan mainan ke dalam mulut mereka harus
berdiameter minimal 1 inci dan panjang antara 1 inci sampai dengan 2¼ inci. Bahan dan alat
harus memenuhi standar keamanan mainan. Barang-barang lain yang menimbulkan risiko keselamatan tidak boleh diakses oleh anak-anak. (Buku Penggunaan Loose Parts dalam Menyiapkan Kegiatan Main bagi  )

 

Salam Pembelajar 💪💪

 

Ciamis 221121

Cila Lia Berbagi 🙏🙏

Guru Kober Rijalul Hikam, Penulis buku antologi “Penggunaan Loose Parts dalam Menyiapkan Kegiatan Main bagi  Anak Usia Dini”

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed