oleh

AKU BERSAMA CITA-CITAKU

-Terbaru-Telah Dibaca : 65 Orang

Hai, perkenalkan nama saya Lintang Sukma Aditya Dewi. Saya lahir di Jakarta, 22 November 2001. Saat ini saya kuliah di Akademi Keperawatan Polri prodi D3 Keperawatan. Inilah kisah perjalananku dan cita-citaku.

Menurut saya, Cita-cita adalah sebuah mimpi dan tujuan yang dimiliki setiap orang. Sejak kecil saya sudah ditanyai kalau sudah besar mau jadi apa, dan ditanya apa cita-cita kamu setelah besar nanti. Pada saat itu saya menjawab saya ingin menjadi dokter,guru,kowad,polwan dll. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, cita-cita saya terus berubah. Mungkin karna saya menjawab tanpa mengerti apa definisi cita-cita yang sesungguhnya. Hanya sekedar mengetahui itu adalah sebuah profesi yang bagus terlihat keren, terinspirasi dari film yang dilihat atau mengikuti orang tua. Tanpa memikirkan bagaimana caranya untuk menggapai cita-cita tersebut.

Seiring berjalannya waktu apa yang dicita-citakan di masa lalu terus berubah karna bertambahnya usia, pengalaman, dan kemampuan. Cita-citapun terus berkembang bahkan bertambah tinggi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yang saya miliki. Pada saat itu kita akan berfikir realistis bahwa cita-cita harus cocok dengan kemampuan dan harus memiliki keyakinan untuk melaksanakan cita-cita yang diharapkan. Masa depan kita tentu kita sendiri yang menentukan, masa depan adalah resiko dari apa yang kita lakukan sekarang.

Pada saat SMA tingkat akhir mulai terbayang cita-cita yang akan saya perjuangkan setelah lulus. Mulai dari masuk SNMPTN, SBMPTN, daftar di beberapa instansi Sekolah Kedinasan semua sudah saya perjuangkan dengan maksimal seperti belajar dan binjas setiap pulang sekolah saya lakukan untuk mewujudkan cita-cita saya. Namun ternyata di tahun itu takdir tidak sesuai dengan ekpetasi yang saya harapkan. Pada saat itu saya merasa down dan mengisi waktu dengan bekerja. Tetapi kegagalan tidak berehenti sampai disitu. Saya masi terus semangat dan bangkit kembali untuk terus belajar,berlatih jasmani lagi demi cita-cita saya.

Di tahun selanjutnya saya tidak menyerah untuk mencoba lagi mendaftar di intansi Sekolah Kedinasan karna saya ingin mewujudkan cita-cita saya menjadi Taruni Imigrasi. Namun takdir berkata lain saya gagal lagi.

Dari hal tersebut, saya merubah mindset saya karena saya ingin sekali mengabdi kepada negara seperti ayah saya dan kaka saya yang seorang abdi negara, selain itu saya juga ingin menolong orang banyak, akhirnya saya memutuskan cita-cita saya menjadi seorang perawat. Lalu saya mencoba mendaftar di Akademi Keperawatan Polri, mengikuti berbagai macam test dan alhamdulillah akhirnya diterima.

Tetapi belum berhenti sampai disini cita-cita saya. Sebenarnya masih banyak cita-cita saya setelah ini seperti selain menjadi seorang perawat saya juga ingin menjadi pembisnis online dan yang paling terpenting cita-cita saya itu membahagiakan kedua orang tua, menaikan haji kedua orang tua saya, umrah bareng keluarga, bisa menolong orang banyak, lalu dipertemukan dengan jodoh yang terbaik dan sukses dunia akhirat.

Menurut saya, tujuannya memiliki cita-cita yaitu untuk membakar semangat agar terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dalam kehidupan ini sehingga menjadi sebuah pengembangan diri sebagai bentuk dorongan atau motivasi untuk melakukan suatu perubahan. Bagi orang-orang yang menganggap cita-cita hanya mimpi, maka hanya akan menjadi sebuah impian belaka tanpa adanya api yang membakar motivasi untuk melangkah maju. Karena, orang seperti mereka adalah orang yang hanya mampu bermimpi dan tidak mampu mewujudkannya atau tidak mau berusaha untuk mewujudkan mimpinya itu. Tapi, kita pasti setuju bahwa menggapai cita-cita dimasa depan yang diimpikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali rintangan yang harus dilewati dan dihadapi.

Memilki cita-cita tidak ada batasnya. Tidak ada pengecualian dalam memiliki cita-cita. Yang terpenting adalah cita-cita itu sendiri membawa manfaat untuk diri kita dan orang lain, dan membuat bangga orang tua. Tidak perlu seberapa besar atau kecilnya cita-cita semua ditentukan oleh faktor kuatnya kesungguhan dan keinginan, dan tidak lupa ridha dari orang tua. Apa yang kita usahakan tidak akan sia-sia semua pasti akan ada hasilnya. Kita harus berani merealisasikan dengan usaha dan modal selama kita berada dalam masa perjalanan kita. Tidak ada kata meyerah, harus berani melawan. Dalam menggapai cita-citapun harus diiringi dengan doa kepada Yang Maha Kuasa. Karena-Nya kita bisa bermimpi dan menjadi sosok yang dapat mewujudkan cita-cita yang diharapkan.

Pesan saya, ” Tetap semangat dan yakin dalam  memperjuangkan cita-cita karna Allah itu tidak tidur dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berdo’a dan berusaha jangan mudah putus asa. Hadapi semua yang ada didepan mata dan bermimpilah setinggi-tinggi nya hingga kamu bisa mewujudkan semua mimpi indahmu itu menjadi nyata dan membuat orang tuamu bangga.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed