oleh

Oase Ramadhan Hari ke 20 “Lailatul Qadr & Pakaian Serba Putih”

-Humaniora, Ramadhan, Terbaru-Telah Dibaca : 42 Orang

Nanti malam kita memasuki malam 21, salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan, malam yang sebagian ulama mengatakan akan datangnya malam kemuliaan.

“Malam kemuliaan, dikenal dengan malam Lailatur Qadr, yaitu satu malam yang penuh dengan keagungan, kemuliaan, keberkahan dan tanda tanda kebesaran Allah SWT, karena malam tersebut merupakan permulaan diturunkanya Al Qur’an”. Malam yang selalu dirindukan oleh semua makhluk, diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang bertaqwa, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Keagungannya diabadikan dalam Surat Al Qadr. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena malam itu permulaan diturunnya Al Qur’an. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Do’a dan harapan semoga pada malam itu, kita dalam keadaan beribadah, berzikir dan bermunajat kepada Allah SWT, untuk keselamatan didunia dan diakhirat. Aamiin.

Setiap umat Islam selalu berharap akan pertemuannya dengan malam turunnya para malaikat. Malam kemuliaan yang adanya hanya pada Bulan Suci Ramadan. Seluruh makhluk memuji dan bertasbih pada malam itu mengiringi kedatangan Malaikat Jibril dan para malaikat lainnya, untuk mengatur semua urusan.

Beragam kisah, cerita dan cara menanti bulan yang lebih baik dari seribu bulan, dapat kita baca diberbagai media.

Ada cerita yang dilakukan oleh orang awam, ada pula yang lakukan oleh orang yang memahami agama dengan benar. Cerita unik dan lucupun tidak luput darinya.

Orang orang sholeh menanti malama kemuliaan dengan mengerjakan puasa dengan sungguh sungguh, tidak hanya menahan lapar dan dahaga melainkan juga menjaga perkataan, pendengaran, pengelihatan bahkan pikirannya hanya tertuju kepada Allah SWT.

Cerita tentang tanda tanda malam Lailatul Qadr sangat beragam, dari yang unik hingga humor, selalu ada dalam setiap tahunnya. Guru guru ngaji kita menceritakan bahwa ketika malam Lailatul Qadr datang, semua makhluk bersujud memuji kebesaran Allah, pohon pohonan sujud seperti orang yang sedang ruku dalam sholatnya, air yang sedang mengalir, seketika berhenti, warnanya putih jernih bagaikan kristal mengkilat dalam bentuk sangat indah dan mempesona.
Burung dan hewan lainnya terdiam seribu bahasa hanya bertasbih pada yang kuasa. Sungguh tenang pada malam itu. Suasananya begitu damai, Udara tidak terasa panas maupun dingin karena keagungan malam itu. Itulah malam seribu bulan, malam kemuliaan.

Salah satu cerita unik adalah menunggu Laitul Qadr dengan memakai pakaian serba putih sebagai simbol pensucian diri, lalu menyendiri di tempat sepi agar dapat berjumpa dengan malam yang penuh keberkahaan itu.

Sejenak kita simak sebuah cerita unik tentang mencari dan menanti Lailatul Qadr ditempat sepi.

Suatu ketika disebuah desa ada seorang pemuda yang sangat merindukan bertemu dengan bulan kemulian itu. Pada malam malam ganjil disepuluh hari terakhir selalu menyendiri di tepi sungai yang jauh dari perkampungan dengan memakai pakaian serba putih.

Tanda tanda turunnya malam Lailatur Qadr selalu terbayang dalam ingatan pemuda tersebut. maka setiap malam ganjil disepuluh malam terakhir bulan Ramadan dari malam 21, 23, 25, 27 hingga malam ke 29, pemuda tersebut pergi tempat yang jauh dari perkampungan dan dianggap cocok untuk melihat tanda tanda kebesaran malam kemuliaan.

Jika jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, dia berangkat ke tempat yang sudah disiapkan sebelumnya, ada mata air dan sungai yang dikelilingi oleh pohon beringin yang cukup rindang dengan harapan dapat melihat langsung air yang membeku maupun pohon yang sedang menunduk seperti orang sholat.

Malam berganti malam, hari berganti hari hingga malam keduapuluh sembilan. tanda dan ciri yang diharapkan belum juga dilihatnya. Harapannya untuk melihat langsung air seketika menggumpal, pohon yang tiba tiba merunduk pun tidak didapatkan.

Pikirannya mulai bergejolak, bertanya tanya Apakah Malam Laitul Qadr tidak ada pada Bulan Suci Ramadan kali ini…..? Tidak satupun tanda serupa dilihatnya padahal dia sudah menggunakan pakaian serba putih menirukan pakaian malaikat yang ada dalam cerita seribu satu malam.

Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita di atas, bahwa sesungguhnya malam kemuliaan itu adalah malam untuk meningkatkan amal ibadah dengan mengencangkan ikat pinggang agar semakin kuat dalam beribadah, seperti yang contohkan oleh Rasulullah dalam hadist diriwayatkan oleh Aisyah “Bahwasanya Rasulullah SAW jika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam malamnya, serta membangunkan keluarganya”. (Muttafaq Alaih).

Untuk itu, agar kita mendapatkan keberkahan dan kebaikan yang lebih baik daripada seribu bulan. Ada beberapa amalan yang dapat kita lakukan pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, yaitu :
1. Berbuat baiklah sekecil apapun dengan memberikan makanan kepada orang yang Tadarrus Al Qur’an, atau memberikan Rp 1000 kepada siapa saja pada 10 malam terakhir maka sama artinya dengan memberikan kebaikan sebanyak Rp 1000 x 365 hari x 84 tahun.
2. Berusaha untuk sholat 2 rakaat pada setiap malam di sepuluh malam terakhir sama artinya dengan sholat 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun.
3. Membaca Istigfar (Astagfirullah) 10 kali pada setiap malam sepuluh malam terakhir sama artinya dengan memohon ampunan selama 10 x 365 hari x 84 tahun.

Semoga Bermanfaat….
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga Puasa Kita Diterima Oleh Allah SWT
Aamiin Ya Rabbal’alamiin

Tentang Penulis: M.Hamidi

Avatar
Pekerja Sosial, Pelaku Pemberdayaan Masyarakat, Praktisi Pendidikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed