oleh

Oase Ramadhan Hari Ke 28 “Ingatlah Kebaikan Orang Lain”

-Humaniora, Ramadhan-Telah Dibaca : 53 Orang

Hari ini kita memasuki hari ke 28, kurang dari dua hari lagi, kita akan berpisah dengan bulan kemuliaan, bulan kasih sayang Allah, bulan untuk berbuat kebaikan. Karena satu kebaikan akan dibalas tujuh puluh kali lipat bahkan lebih daripada itu.

Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial, melakukan interaksi antar sesama dan makhluk lainnya. Karena itu, dalam segala aktivitas sehari harinya tidak lepas dari bantuan orang lain. Tidak seorangpun manusia di muka bumi ini bisa hidup sendiri tanpa orang lain, betapapun limpahan harta benda yang dimiliki.

Nabi Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah, ditempatkan di surga dengan segala kemewahan dan fasilitas yang hidup yang serba ada atas anugrah Allah kepadanya. Merasa gelisah dan tidak tenang karena hidup sendirian. Sebab itu, Allah menciptakan Hawa sebagai teman hidupnya.

Hawa diciptakan Allah untuk memberi ketenangan hidup bagi Adam. Agar mereka berterima kasih dan bersyukur atas nikmat dan anugrah Allah kepadanya, dengan mematuhi segala perintahNya serta menjauhi segala larangan NYA.

Ketenangan hidup mereka di surga membuat salah satu makhluk Allah yang bernama Iblis menjadi iri dan sombong. Iblis tidak mematuhi perintah Allah untuk bersujud kepada Adam.

Kisah ini diabadikan dalam Surat Al Baqarah ayat 34 “Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun sujud kecuali Iblis, ia menolak dan menyombangkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir”

Penolakan Iblis disebabkan karena merasa lebih terhormat dari Adam. Adam diciptakan dari tanah sedangkan dia diciptakan dari api. Selain itu, sebelum Adam diciptakan, ia merupakan golongan malaikat yang sangat taat kepada Allah. Karena sifat kesombongan itulah, Iblis dilaknat dan kekal hidup di Neraka. Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong “Nauzubillahi Minzalik”.

Menyadari dirinya akan kekal di neraka, ia memohon kepada Allah agar diberi kesempatan hingga hari kiamat untuk menggoda dan mengajak keturunan Adam menjadi temannya di neraka. Allahpun mengabulkan permohonannya.

Inilah awal permusuhan antara manusia dengan Iblis yang memiliki pasukan bernama Syaitan. Syaitan akan selalu menganggu hidup manusia, menggoda dan menanamkan berbagai macam penyakit hati dalam diri manusia (Iri, dengki, kikir dan sejenisnya). Karena penyakit hati inilah yang menyebabkan manusia bermusuhan dan saling membunuh.

Syaitan tidak pernah putus asa dalam menggoda dan mengajak anak cucu adam, segala macam cara diupayakan hingga kita mengikuti jalanya. Tidak pandang status, kedudukan, jabatan maupun status sosial semuanya ada dalam perangkapnya.

Allah dan Rasul Muhammad SAW telah mengingatkan kepada kita dalam Al Qur’an “Hai orang orang yang beriman masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan. Dan janganlah kamu mengikuti langkah syaitan, sesungguhnya ia adalah musuhmu yang nyata”.

Al Qur’an adalah senjata bagi umat Islam agar terhindar dari ajakan syaitan, Rasul pun telah mengingatkan bahwa “Barang siapa yang berpegang teguh kepada Al Qur’an dan sunahku, maka dia akan selamat didunia maupun diakhirat”.

Salah satu perbuatan, agar terhindar dari perangkap syaitan adalah selalu mengingat kebaikan orang lain walaupun sedikit. Dengan mengingat kebaikan orang maka sifat sombong pada diri kita akan hilang. Nabi SAW mengingatkan “Barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur atas pemberian Allah”. (HR. Tirmizi).

Sejak lahir hingga saat ini kita tidak bisa berdiri sendiri, selalu membutuhkan orang lain. Eksis dan tumbuh berkembangnya kita karena campur tangan orang lain. Orang kaya membutuhkan orang miskin, pemimpin membutuhkan rakyat, pengusaha selalu butuh pekerja, siapapun kita selalu saling membutuhkan.

Untuk itu, dua hal yang harus kita ingat dalam hidup ini yaitu “Ingatlah Akan Kebaikan Orang Lain dan Ingatlah Akan Keburukan Diri Sendiri”. Menyadari akan hal tersebut, selayaknya seorang pemimpin atau atasan, menunaikan kewajibannya memberikan hak bawahan atas apa yang telah dikerjakan. Lebih lebih menjelang lebaran.

Semoga Bermanfaat….
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga Puasa Kita Diterima Oleh Allah SWT
Aamiin Ya Rabbal’alamiin

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed