oleh

Kesibukan di Akhir Pekan Jadikan saja Kenikmatan

-Edukasi, Humaniora, Literasi-Telah Dibaca : 41 Orang

SELALU  ada kegiatan di akhir pekan. Selama alasan libur akhir pekan tidak menjadi alasan, sesungguhnya ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Bagi seorang pegawai pemerintah atau yang bekerja di pemerintahan rutiniats harian adalah di kantor atau di sekolah, misalnya. Dan di akhir pekan, Jumat sore hingga Ahad siang dianggap sebagai hari liburan. Tapi bagi yang tetap berkesibukan dengan berbagai kegiatan maka akhir pekan justeru menjadi waktu yang tepat untuk berkegiatan. Tentu saja kegiatan di luar pekerjaan harian.

Hari Ahad (09/01/2022) ini saya kembali mengisi akhir pekan dengan banyak kegiatan. Satu diantara empat kegiatan yang menumpuk pada hari ini adalah kegiatan haji. Ada dua kegiatan untuk haji ini, pertemuan bulanan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Karimun yang sudah terjadwal di setiap Ahad pekan kedua. Dan masih kegiatan haji, sekaligus rapat pengurs IPHI Kabupaten pada hari yang sama. Dari pukul 08.30 hingga pukul 11.15 adalah kegiatan pertemuan bulanan. Selanjutnya ada rapat pengurus setelah acara pertemuan bulanan usai.

Oleh Ketua IPHI Kabupaten, Pak Haris disampaikan bahwa setelah kegiatan pertemuan selesai maka anggota IPHI lain sebagai peserta pertemuan bulanan  boleh pulang ke rumah masing-masing. Tapi para pengurus IPHI harus menunggu dulu untuk melaksanakan rapat khusus. Agendanya cukup penting, kata Pak Ketua IPHI di awal acara pertemuan.

Dua kegiatan ini melengkapi dua kegiatan lainnya pada hari yang sama, webinar Media Guru dan  pertemuan khusus yang masih berkaitan dengan literasi, di bagian petangnya. Sesungguhnya masih ada satu kegiatan yang jika ada waktu saya juga bisa ikut, yaitu webinar Perruas (Perkumpulan Rumah Seni Asnur) yang menghelat acara pembubaran panitia Festival Perruas 2021 secara zoom juga. Jadi ada lima kegiatan sebenarnya pada hari Ahad pekan kedua Januari ini. Disebut hari libur yang konon tidak ada lagi kegiatan selain liburan dan hiburan, ternyata malah menumpuk pada hari ini berbagai kegiatan yang harus dijalankan.

Saya berusaha saja mengikutinya. Tentu saja tidak bisa terlalu fokus. Kegiatan pertemuan bulanan haji, misalnya waktunya bersamaan dengan webinar Media Guru, antara pukul 09.00 s.d. 12.00 (acara haji) dan antara pukul 09.00 s.d. 12.30 untuk kegiatan Media Guru. Maka harus dijalani dengan strategi sambilan. HP dan hadset dipakai untuk webinar tanpa membuka videonya sementara jam itu juga mendengarkan dan mengikuti kegiatan IPHI yang diselenggarakan di Balai Haji, Tebing, Karimun itu.

Dalam kegiatan pertemuan bulanan IPHI, ada beberapa mata acara yang memang sudah menjadi kelaziman. Dimulai pembacaan ayat suci alquran sebagai pembuka acara, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ketua IPHI Kabupaten. Jika ada pejabat, biasanya juga ada sambutan atau pidatonya. Tapi pada pertemuan bulanan kali ini langsung diisi dengan acara intinya, yaitu tausiah agama oleh Buya Abadul Wahab Sinambela yang sekaligus menutup dengan doa. Cukup lama dan panjang ceramah Pak Buya dengan tema mempertahankan haji mabrur sepanjang hayat. Dengan mengaitkannya dengan tauhid, buya mengingatkan dan menjelaskan strategi untuk melaksaakan kegiatan agar haji mabrur dapat dilaksanakan selagi umur masih ada.

Sungguh terasa sibuknya berkegiatan seperti itu. bayangkan, saat-saat mengikuti prosesi pertemuan haji itu saya juga mengikiti webinar Media Guru.  Bahkan saat acara pertemuan usai dan dilanjutkan dengan kegiatan rapat pengurus, saya masih tetap bersama Media Guru  dalam webinar bertajuk lonching Majalah Literasi edisi Januari 2022. Durasi waktu webinar Media Guru kebetulan lebih lamad dari pada waktu pertemuan bulanan haji. Menjelang pukul 12.30, saat webinar akan usai saya juga tetap aktif mengikuti rapat pengurus yang membahas program kerja IPHI 2022. Tidak mudah, tentunya.

Begitulah. Selesai acara haji, ternyata saya masih punya satu agenda lagi. Meskipun sedikit lelah, saya berusaha tetap mengikuti kegiatan lanjutan di rumah. Beberapa kegiatan dalam seharian, itu memang sudah sering saya jalankan. Dalam usia lansia, berkegiatan dengan begitu padat tentu saja tidak mudah. Kuncinya, jadikan saja berbagai kegiatan itu sebagai sebuah kenikmatan. Toh, tidak orang yang memaksanya. Itu sepenuhnya atas kemauan sendiri. Maka menikmatinya saja, itulah cara terbaiknya. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kesempatan untuk menjalan kegiatan.***

Tentang Penulis: M Rasyid Nur

Gambar Gravatar
Pendidik yang sudah bersara dari PNS. Setelahnya tetap melanjutkan fungsi sebagai pendidik. Insyaallah hingga hayat dijemput Kholiq.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed