oleh

Berjuang untuk Salah Satu dari Empat, Bisakah Kita?

SETIAP orang beragama pasti percaya kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan berarti juga percaya hidup sesudah mati. Sebagai muslim kita percaya hidup akhirat itu ada. Percaya adanya syurga dan neraka. Percaya akan balasan kebaikan dan balasan keburukan.

Sebagai muslim kita yakin akan berada di salah satu, antara neraka atau syurga nantinya. Kita akan di sana untuk selamanya. Mungkin di neraka mungkin juga di syurga. Namun bagi orang beriman, kita yakin dan Allah menjamin tetap akan masuk ke syurga meskipun harus mendapatkan azab Allah terlebih dahulu atas dosa-dosa yang dibuat selama di dunia.

Begitulah agama Islam menggariskan. Sedikit berbuat baik di dunia akan diterima balasannya nanti di akhirat. Sebaliknya sedikit berbuat buruk (jahat) juga akan menerima balasannya di akhirat kelak. Tidak ada yang luput dari catatan Allah.

Untuk mengulang pengetahuan dan pemahaman kita, catatan singkat sebagai literasi agama ini ingin mengulangjelaskan tentang balasan oleh Allah bagi orang yang berbuat baik atau berbuat tidak baik. Yang pasti Allah akan memberikan anugerah yang besar kepada orang-orang tertentu karena ketaatannya kepada Allah. Sebaliknya akan memberikan azab yang dahsyat kepada orang-orang tertentu karena keingkarannya keapda Allah.

Mengutip firman Allah bahwa dikatakan orang-orang mulia, hamba Allah seperti Nabi dan Rasul adalah manusia yang sudah jelas akan beroleh anugerah yang besar dari Allah. Mengacu firman Allah di surah An-Nisa’ ayat 69 yang tejermahannya, “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang  diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para Nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Firman Allah itu oleh  para mufassir dipakai semacam patokan bahwa ada beberapa jenis manusia yang akan Allah istimewakan kelak di yaumil akhir. Tidak semua orang dengan anugerah yang sama dari Allah. Inti yang menjadi kunci tetaplah karena taatnya kepada Tuhan Maha Kuasa.

Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa ayat 69 surah An-Nisa, itu adalah cara Allah mengajak dan mendorong setiap orang agar taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Secara jelas ayat itu menerangkan bahwa Allah berjanji akan membalas ketaatan dengan pahala yang sangat besar, yaitu bukan saja sekadar masuk syurga, tetapi akan ditempatkan di syurga itu bersama-sama dengan orang-orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Siapa mereka? Itulah para Nabi, para shiddiqin, para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang yang sholeh di mata Allah.

Jadi, mengacu kepada ayat itu para ahli tafsir secara garis besar membagi empat macam manusia yang akan memperoleh anugerah Allah yang paling besar di dalam surga, yakni.

Pertama, adalah para Rasul dan Nabi; Mereka adalah manusia istimewa yang menerima wahyu dari Allah. Mereka mendapat mandate dari Allah untuk menyelamatkan umatnya sesuai perintah Allah. Tentu saja tidak ada keraguan kita tehadap tafsir ini.

Kedua, para shiddiqin; Mereka adalah hamba Allah yang benar dan senantiasa membenarkan ajaran Allah untuk diamalkan. Mereka adalah orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran Nabi dan Rasul. Jika Abubakar digelar dengan ashshiddiq yang berarti orang yang benar, sesungguhnya itu adalah karena Abubakar adalah tokoh Islam yang membenarkan apapun yang disampaikan Nabi tanpa ragu, saat itu.

Ketiga, para syuhada; Kita menyebutnya dengan orang syahid. Para syuhada yang dimaksud adalah mereka yang memiliki criteria tertentu yang tidak mudah bagi manusia biasa. Kriteria itu adalah, misalnya, orang beriman yang berjuang di jalan Allah dan mati syahid dalam peperangan melawan orang kafir. Lalu, orang yang menghabiskan usianya berjuang di jalan Allah dengan harta dan dengan segala macam cara yang dapat dilaksanakannya semata-mata demi Allah saja. Kriteria lainnya, orang beriman yang mati ditimpa musibah mendadak atau teraniaya, seperti mati bersalin, tenggelam, terbunuh dengan aniaya dan bentuk lainnya yang dapat disamakan. Jika kriteria itu terpenuhi maka orang seperti ini disebut syahid.

Keempat, orang-orang sholeh; yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi. Berbuat baik untuk kemasalahatan umum tentu saja semua itu harus sesuai dengan ajaran Allah. Tidak ada kepentingan umum yang justeru bertentangan dengan perintah Allah.

Pertanyaan kita, bisakah kita beroleh anugerah terhebat dari Allah? Tentu saja bisa. Salah satu dari empat jenis manusia yang akan mendapatkan anugerah hebat seperti disebutkan Allah dalam ayat di atas sangat mungkin kita dapatkan. Itulah menjadi orang sholeh dan taat kepada Allah. Orang-orang yang melakukan perbuatan untuk kebaikan orang ramai. Tujuan demi kemaslahatan umum adalah tujuan utama dari setiap tindakan dan perbuatannya. Maka orang seperti ini akan mendapatkan syurga dan tempatnya juga bersama orang-orang mulia seperti dinyatakan dalam ayat itu. Tidak mustahil kita akan mendapatkannya. Mari kita berjuang untuk mendapatkannya. Ingat saja pesan orang tua-tua kita, ‘di mana ada kemauan di situ ada jalan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

4 komentar

News Feed