oleh

Mengapa Harus Memperingati Maulid Nabi? Raja Sofyan Menjelaskan

-Edukasi, Humaniora, Literasi-Telah Dibaca : 75 Orang

MASIH bersempena Hari Milad Rasulullah Saw 1443. Seperti di banyak masjid atau musolla, peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw yang lebih kita kenal sebagai peringatan Maulid Nabi juga dilaksanakan peringatannya oleh Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Karimun. Selasa (19/10/2021) malam, misalnya di Rumah Dinas (Rudin) Bupati Karimun telah dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw 1443 (2021) yang merupakan gawenya Pemda Kabupaten Karimun.

Peringatan hari besar agama Islam, ini disejalankan dengan tasyakkur HUT (Hari Ulang Tahun) Kabupaten Karimun ke-22 yang jatuh pada 12 Oktober 2021. Pelaksanaan HUT-nya sendiri sudah dilaksanakan pada 12 Oktober lalu dengan acara upacara bendera. Acara mala mini hanyalah acara sykuran saja, sekaligus memperingati Maulid Nabi itu. Artinya, dua acara dalam satu kegiatan. Sekali mendayung dua pulau terlampau, begitu bunyi peribahasa kita.

Memberikan tausiah pada acara ini adalah Al-Ustaz Drs. H. Raja Sofyan, MPd dari Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjuungpinang. Buya Raja Sofyan datang sedikit terlambat malam ini karena ternyata dia harus menempuh perjalanan cukup panjang untuk sampai ke Karimun. “Penceramah kita pagi tadi berangkat dari Natuna. Dari Natuna terbang ke Batam dan dari Batam baru menyeberang ke tempat kita, Karimun ini,” kata Bupati Karimun, Pak Aunur Rafiq  dalam sambutannya pada acara yang dimulai selepas magrib. Seketika Buya Raja Sofyan sampai, bupati pun berhenti berpidato.

Peringatan Maulid dan Tasyakuran yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, Sekda, Mhd. Firmansyah, Pimpinan Forkopimda, Kepala OPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya dilaksanakan di ruang tengah Rudin. Tamu-undangan yang tidak dapat masuk ke ruang tengah karena penuh mengisi ruangan depan rumah. Acaranya hanya dua saja, sambutan bupati dan tausiah agama. Simpel mengingat kegiatannya dimulai bakda magrib dan akan selesai menjelang solat isya.

Selepas dibuka oleh Baginda Malim Siregar sebagai Pembawa Acara lalu pidato sambutan bupati, Pak Aunur Rafiq. Berpidato beberapa menit sambil menunggu kehadiran penceramah, Pak Bupati banyak menyampaikan harapan dan pesan kepada hadirin. Selain menyinggung masalah covid yang sudah mulai melandai, dia juga meminta masyarakat untuk patuh menjaga protokoler kesehatan. Dia juga mengingatkan untuk tetap menjaga kebersamaan sesame warga masyarakat.

Selanjutnya MC mempersilakan ustaz yang baru saja hadir setelah bupati mengakhiri sambutannya. Buya Raja Sofyan langsung tampil menyampaikan ceramah. Dengan gayanya yang khas, Raja Sofyan memberikan ceramah cukup lama. “Kita tunda sedikit waktu solat isya kita, ya?” katanya minta izin menyelesaikan ceramah, meskipun waktu solat isya sudah masuk pada saat dia berceramah. “Ini sunat juga karena kita melaksanakan majelis ilmu seperti ini,” tambahnya.

“Mengapa kita harus memperingati hari lahir Nabi?” Buya menyampaikan sebuah pertanyaan di awal tausiahnya. Lalu dia memberikan beberapa alasannya. Pertama, karena iman dan akidah kita tidak akan sempurna jika kita hanya bersyahadat kepada Allah saja. Kalau kita hanya mengucapkan, asyhadu anlaa ilaha illallah saja, maka syahadat kita akan ditolak. Allah dan rasulnya, Muhammad wajib disejalankan dalam syahadat kita. Makanya perlu kita mengenang kelahirannya karena dia amat penting bagi kita.

Kedua, Nabi Muhammad adalah teladan terbaik diantara teladan-teladan yang ada di muka bumi ini. Selain Allah menegaskannya di alquran, tapi Nabi sudah terbukti di mata semua orang bahwa selama hidupnya tidak ada cacat-cela yang dilakukannya. Dia teramat pantas untuk menjadi teladan. Kawan dan lawan mengakui keteladanan Muhammad. Begitu Buya menjelaskan dengan berbagai contoh kehidupan Nabi. Lalu alasan ketiga adalah karena kata Allah jika kita cinta kepada Allah maka wajib juga cinta ke Nabi Muhammad. Kurang lebih sama dengan penjelasan alasan pertama tadi bahwa umat Islam tidak bisa mencintai hanya kepada Allah saja jika ingin mendapatkan syurga kelak di akhirat.

Alasan lain yang disampaikan ustaz berbadan tegap, ini adalah karena semua pekerjaan jika ikut Nabi maka pekerjaan itu akan menjadi ibadah. Sebaliknya jika tidak ikut cara Nabi boleh jadi akan menjadi terikut syetan. Ingat, kita ke WC, minum air, makan dan pekerjaan apa saja yang kalau kita ikut cara nabi maka semua itu akan menjadi ibadah bagi kita. Sebaliknya jika tidak mengikuti cara nabi maka itu malah akan menjadi cara-cara syetan yang jelas dilaknat Allah. Maka begitu pentingnya keberadaan Nabi Muhammad bagi kita umat Islam. Bahkan juga sangat penting bagi seluruh umat manusia karena pada hakikatnya agama dan rahmat yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Di bagian penutup kembali buya mengingatkan, jika kita ingin mengenang nabi, lalu menjadikannya sebagai idola maka ikutilah seluruh atau sebagian besar apa yang dilakukannya. Sebaliknya tinggalkan pula apa yang dilarangnya. Begitulah pertanda kita taat kepada Nabi sebagaimana kita taat kepada Allah.***

Tentang Penulis: M Rasyid Nur

Gambar Gravatar
Pendidik yang sudah bersara dari PNS. Setelahnya tetap melanjutkan fungsi sebagai pendidik. Insyaallah hingga hayat dijemput Kholiq.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed