oleh

Pantun Budaya Budi Bahasa

-Literasi, Pantun, Puisi-Telah Dibaca : 63 Orang

SAHABAT member YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan) nan hebat yang tergabung di blog terbitkanbukugratis.id yang berbahagia, izinkan saya memposting beberapa bait pantun sebagai pengisi akhir pekan kita menjelang akhir bulan Oktober ini. Kali ini saya menyusun dan memposting beberapa bait pantun dengan tema budaya dan budi bahasa.

Pantun-pantun ini juga sudah diposting di blog lainnya yang saya kelola. Jika belum sempat membacanya di blog lainnya, berkenan membacanya di blog kesayangan kita ini. Ingin saya katakana bahwa pada pantun ini tentu saja ada nilai-nilai nasihatnya. Jika tidak untuk nasihat orang lain, saya pastikan nasihat dalam pantun ini akan menjadi nasihat bagi saya sendiri.

Terima kasih, para sahabat mengunjunginya. Jika teman-teman berkenan menelusuri, membaca dan memberikan sedikit jejak kunjungannya di sini tentu saja itu adalah satu kebanggaan saya. Saya ucapkan terima kasih. Jika hari ini belum sempat membacanya, semoga nanti ada waktu untuk membacanya.

Inilah 5 (lima) bait pantun saya pekan ini,

I

Bulan dipandang nampaknya laut

Diikat sampan bawa ke hulu

Perasaan mengenang mulut menyebut

Buat kebaikan ingat selalu

II

Ditanam padi dekat selasih

Tumbuhnya satu tolong siangkan

Di antara hati dengan kekasih

Yang mana satu kita turutkan

III

Burung serindit terbang melayamg

Hinggap di batang dahannya mati

Duit ringgit dipandang orang

Jarang dipandang bahasa budi

IV

Tenang-tenang air di laut

Sampan kolek mudik ke Tanjung

Hati terkenang mulut menyebut 

Budi baik tetap dijunjung

V

Ncik Mina rambutnya lebat

Dijalin tidak menutup dahi

Hidup di dunia biar beradat

Bahasa tidak berjual beli

Tbk, 17102021

Demikianlah sedikit pantun saya pada kesempatan ini untuk memberikan bekas budaya bangsa kita ini pada pikiran dan perasaan kita masing-masing.

Dipublish juga di mrasyidnur.gurusiana.id

Tentang Penulis: M Rasyid Nur

Gambar Gravatar
Pendidik yang sudah bersara dari PNS. Setelahnya tetap melanjutkan fungsi sebagai pendidik. Insyaallah hingga hayat dijemput Kholiq.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed