oleh

HUT PGRI Karimun di Mata Guru Karimun

-Edukasi, Humaniora, Literasi-Telah Dibaca : 42 Orang

HARI ini, Kamis (25/11/2021) kembali kita, para guru (pendidik) dan tenaga kependidikan khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya memperingatai Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN). Di setiap tanggal ini kita sebagai guru sejatinya memang akan memperingati HGN dan HUT PGRI sebagai bentuk kecintaan kita kepada profesi kita.

Seperti sudah kita ketahui pada tanggal ini sudah ditetapkan Pemerintah sebagai hari lahir organisasi guru, PGRI. Melalui Kepres No 78 Tahun 1994 pemerintah menetapkan setiap tanggal 25 November sebagai hari lahirnya PGRI dan sebagai Hari Guru Nasional. Peringatan HUT PGRI tahun ini adalah HUT PGRI ke-76. Artinya 76 tahun sudah PGRI hadir di bumi pertiwi.

Di setiap daerah biasanya diperingati hari bersejarah para pendidik Indonesia itu. Kabupaten Karimun, misalnya hari ini melaksanakan Apel Bendera HUT PGRI dan HGN tahun 2021. Dilaksanakan di halaman salah satu SLTP di kawasan pendidikan, Bati, Karimun diikuti oleh perwakilan anggota PGRI yang ada di sekolah-sekolah se-Pulau Karimun. Informasi dari pengurus PGRI Kabupaten Karimun, selain melaksanakan upacara bendera juga akan ada pemberian piagam penghargaan bagi para guru. Guru-guru penulis yang ada di kabupaten ‘berazam’ ini.

“Ada beberapa kategori piagam penghargaan,” kata salah seorang pengurus PGRI Kabupaten Karimun kepada penulis. “Salah satu penghargaan adalah piagam bagi para guru yang berhasil menerbitkan buku solonya pada tahun 2021,” jelas Pak Tri, salah seorang pengurus PGRI. Seingat saya, program pemberian piagam bagi penulis buku ini sudah rutin dilaksanakan oleh pengurus PGRI Kabupaten Karimun sejak beberapa tahun yang lalu.

Kriteria pemberian piagam adalah, 1) Buku Solo; artinya para guru yang akan diberi piagam hanyalah yang memiliki hasil karya sendiri. Bukan buku bersama alias buku antologi. 2) Terbitan Terbaru; artinya buku yang diterbitkan pada tahun 2021 ini. Buku-buku yang terbit tahun sebelumnya dianggap sudah diberi piagam pada tahun sebelumnya. 3) Memiliki KTA; maksudnya pengurus PGRI hanya memberi piagam kepada anggotanya yang menjadi penulis buku. Piagam sendiri ditandatangani oleh Ketua PGRI dan Sekretarisnya. Makanya hanya anggota PGRI Kabupaten Karimun saja yang diberi.

Menurut saya, baguslah jika pemberian piagam penghargaan kepada para penulis buku ini terus dilanjutkan. Bagaimanapun itu akan memompa semangat para guru untuk terus berkarya. Beberapa guru yang sempat ngobrol dengan saya mengaku senang dengan program PGRI Kabupaten Karimun. “Sebagai guru di sini, saya sangat apresiasi atas kebijakan ini. Sebab ini akan mendorong kita untuk rajin berkarya.

Itulah sedikit sikap guru Kabupaten Karimun yang sempat penulis serap dari teman-teman guru. Saat ini, dengan kemajuan teknologi para guru sangat terbantu untuk melahirkan karya tulis jika dibandingkan dengan para penulis generasi lama. Dulu para penulis hanya menggunakan mesin tik untuk melahirkan karya tulis. Berbeda dengan saat ini yang sudah serba digital. Itu sangat membantu, kata guru lainnya. Mari terus kita berkarya. Buku adalah mahkota penulis. Menulislah dan jadikan sebuah buku karya kita agar kita memiliki mahkota. Selamat HUT PGRI dan HGN Tahun 2021. Sekali guru berkarya, selamanya berkarya.***

 

Tentang Penulis: M Rasyid Nur

Gambar Gravatar
Pendidik yang sudah bersara dari PNS. Setelahnya tetap melanjutkan fungsi sebagai pendidik. Insyaallah hingga hayat dijemput Kholiq.

Komentar

Tinggalkan Balasan

3 komentar

News Feed