oleh

Piala Dunia, Catatan Tanpa Tontonan

-Literasi, Olahraga-Telah Dibaca : 84 Orang

SAYA memang memaksakan diri untuk menulis catatan ini. Catatan tentang sepakbola Piala Dunia yang dihelat di negeri Qatar sejak 20 November lalu. Sore Rabu (23/11/2022) itu saya menyempatkan lebih awal duduk di depan televisi. Berharap laga Kroasia lawan Maroko dapat dinikmati lebih awal. Petang sebelumnya, bentrok Argentina dengan Arab Saudi hanya sebagian saja saya dapat menikmatinya. Bagian ujungnya saja. Saya memang tidak hafal jadal Sepakbola Piala Dunia hingga hari kedua itu. Lagi pula hari itu cukup padat kegiatan di luar rumah.

Sedihnya, sore Rabu itu tidak saya temukan satu chanel pun yang menyiarkan pertandingan Piala Dunia itu di televisi saya. Katanya SCTV yang punya hak siar, tapi televisi di rumah saya chanel itu tidak menyiarkan laga di Qatar itu. Memang TV Kabel. Sebuah perusahaan menjual jasa tv kabel ke masyarakat. Saya salah satunya. Berbayar saban bulan, tentu saja. Tapi sungguh malang, tidak ada chanel yang menyiarkan pertandingan itu. Hanya sesekali, seperti di awal kemarin. Saya sempat menikmati laga kelas melalui televisi Malaysia.

Akhirnya, karena sudah terlanjur duduk manis dengan niat menonton Sepakbola Dunia, ya saya membuka HP saja.  Kata teman saya ada livestreaming siaran Piala Dunia. Saya mencoba mencarinya. Katanya ada aplikasi video yang menyiarkan streaming secara live itu. Setelah menyaksikan beberapa menit, eeh tiba-tiba hilang gambarnya. Berganti dengan berjibun iklan lalu pengumuman yang meminta agar berlangganan. Maka sayapun mengalah. Cukup menyaksikan pada aplikasi yang hanya menampilkan tanda laga sedang berlangsung dengan kode tampilan tulisan live dan gerakan tanda laganya sedang berlangsung. Data itu saja yang saya saksikan. Tidak ada tontonan pertandingan.

Menit ke menit saya menatap gerakan kode itu. Skor yang tertera di bagian kiri dan kanan tetap angka nol (0). Bahkan sampai habis gerakan itu pada menit ke-90-an sekian angka nol tetap tak berubah. Saya tahu, artinya laga antara Kroasia melawan Maroko itu berakhir dengan kacamata, 0-0. Sedih tidak menyaksikan? Beginilah jadinya. “Catatan singkat ini adalah catatan tanpa tontonan yang saya tulis malam ini,” pekik saya tanpa suara. Saya kesal tapi saya harus sabar. Saya hanya berpikir, besok dan seterusnya harus ada cara untuk menyaksikan siaran langsung sepakbola Piala Dunia itu. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan