oleh

Senjakala

-Puisi-Telah Dibaca : 111 Orang

Senjakala itu

ketika matahari pelan-pelan meninggalkan hiruk pikuk manusia

berlari-larian mengejar kereta

pulang dengan penuh beban di pundaknya

 

Senjakala itu

sewaktu matahari malu

melihat perempuan-perempuan bergincu

berjajar sepanjang jalan di bawah remang-remang lampu

yang menutupi kegetiran hati dengan tangisan pilu

 

Saat senjakala orang-orang takkan mampu menahan

langkah pelan-pelan mentari pulang ke peraduan

 

Jkt, 150822

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed