oleh

KONSITEN ADALAH KUNCI HASILKAN KARYA

-Edukasi-Telah Dibaca : 267 Orang

Dari Aisyah r.a berkata : Nabi pernah ditanya : “Manakah amal yang paling dicintai Allah?” Beliau bersabda : “Yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit”. Beliau bersabda lagi : “Dan lakukanlah amal-amal itu sekadar kalian sanggup melakukannya” (HR. Bukhari)
Dari kutipan hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa menjaga konsistensi suatu pekerjaan itu lebih sulit dibandingkan untuk memulainya. Konsistensi atau keistiqamahan itu terkait dengan manajemen hati, serta pola pikir seseorang. Pasang surut keimanan seseorang itu hal yang wajar, tetapi ketika hati dan pola pikir sudah distel untuk menjaga konsistensi, sehebat apapun godaannya maka seseorang akan tetap teguh.
Memasuki pertemuan ke 13 pelatihan belajar menulis bersama Om Jay dan PGRI, mengangkat judul yang benar-benar menguji mental seorang penulis. Mental untuk tetap berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam hal menghasilkan tulisan. Acara yang sedianya akan mendatangkan pak Dedi Dwitagama sebagai narasumber, karena beliau berhalangan maka dengan sigap Om Jay menggantikan pak Dedi untuk menyampaikan materi.
Sebelum beranjak pada materi, Om Jay membagikan link Lomba Blog PGRI Bulan Februari 2021 yang berisi tentang tantangan menulis selama 28 hari (1 bulan) https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/lomba-blog-pgri-di-bulan-februari-2021/ . PGRI membuat acara ini bertujuan  untuk menguji guru blogger di Indonesia tentang komitmen dan konsistensinya dalam menulis. Apakah para penulis berhasil mencapai garis finish? Atau berhenti di tengah jalan?
Om Jay berharap peserta dapat membuat resume hasil karya sendiri, bukan hasil jiplakan karya orang lain. Tujuannya agar tiap peserta memiliki ciri khas sendiri.
Berbicara masalah komitmen dan konsistensi dalam menulis, Om Jay teringat sosok teman sekaligus sahabat beliau yaitu pak Dian Kelana. Sebelum berpulang, beliau mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan di Indonesia dengan membuat satu buah buku dan menulis artikel di blog YPTD. Beliau juga memiliki prinsip hidup “Jadilah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain serta apa yang dilakukan sebagai ladang amal”, MasyaAllah, speechless saya membacanya.
Lanjut memasuki materi malam ini, Kata Om Jay menjaga konsistensi menulis itu mudah lho. Ah, ada-ada saja Om Jay. Mencari ide saja susah, bagaimana menjaga konsistensinya, gumamku. Beliau pun tidak sungkan membagi trik untuk menjaga konsistensinya dalam menulis.
Trik menjaga konsistensi
Ada beberapa trik dari Om Jay untuk menjaga konsistensi dalam menulis :
1. Jadikan menulis sebagai kebutuhan, seperti makan dan minum
Sama halnya makan dan minum, yang merupakan kebutuhan sehari-hari, maka jadikanlah menulis sebagai kebutuhan. Anggap saja kita akan merasa larap dan haus jika sehari tidak menulis.
2. Pergi keluar rumah untuk mendapatkan ide
Banyak sekali tempat untuk mendapatkan ide tulisan. Jangan hanya terpaku di rumah saja.
3. Ciptakan sendiri ide
Ide harus kita ciptakan sendiri dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan semua yang kita lakukan saat itu. Jadi jangan menunggu ide itu datang. Datangi dan temukan.
4. Tuliskan apa yang ada di kepala
Setelah kita mengalami dengan cara melihat, mendengar dan merasakan, maka ide-ide tersebut akan muncul di kepala kita. Maka segera tuliskan apa saja yang ada di pikiran kita. Janganlah menunda, segera tuliskan.
5. Tuliskan segera
Ketika ide-ide tersebut sudah muncul di kepala kita, segera tuliskan. Jangan menunda, jangan menunggu nanti. Kita dapat menuliskannya pada blog yang kita punya.
6. Cukup menulis 3 alenia saja
Menulis itu tidak usah terlalu banyak, kata Om Jay cukup 3 alenia saja yaitu pembuka, isi dan penutup. Pembuka dapat berisa sapaan pada para pembaca, untuk isi kita dapat menceritakan cerita atau berita yang akan kita bagikan, sedangkan penutup berisi kalimat yang membuat penasaran pembaca.
7. Kalahkan rasa malas
Ini yang tidak kalah penting dan merupakan kunci dari komitmen dan konsistensi menulis yaitu mengalahkan rasa malas. Rasa malas sering timbul karena habisnya ide untuk dijadikan bahan tulisan. Jika rasa malas menghantui, kita dapat menepisnya dengan menerapkan trik kembali pada nomor 1.
Pesan Om Jay
Lebih lanjut, Om Jay juga memberikan pesan agar tulisan kita memiliki ciri khas, antara lain :
1. Pertahankan gaya menulis kita serta jangan terpengaruh dengan gaya menulis orang lain.
2. Sering membaca tulisan orang lain juga akan membuat tulisan kita memiliki ciri khas.
Bagaimana? Apakah anda tertarik menerima tantangan Om Jay? Apakah anda siap berkomitmen dan konsisten dalam menghasilkan tulisan? Kalau saya sih, siap.
Ayo kalahkan rasa malas dan takutmu. Semangat berkarya, semangat menginspirasi.
               

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed