oleh

37. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

-KMAB, Literasi, Pantun-Telah Dibaca : 62 Orang

Selasih kuini diteluk janggi,

Pelepah kelapa menimpa saga,

Kasih istri nilaian tertinggi,

Kasih siapa membawa kesurga.

 

Cantik berahi cinta ditatah,

Amat berharga jadi hiasan,

Kasihkan Ilahi tiada noktah,

Sampai ke syurga mengalir balasan.

 

Cahaya pelita di malam hari,

Di malam pekat bulan purnama,

Besarnye cinta dari ilahi,

Tiada ibarat tiada umpama.

 

Hendak ke paguh mencari seruntun,

Bertemu bonda  di tepi kuala,

Meriah sungguh kekanda berpantun,

Maafkan adinda baru bermula.

 

: Enak kebab bila dimakan,

Jangan lupa ditabur lada,

Sungguh akrab sebuah persahabatan,

Jauh dan dekat bersatu nada.

 

Gema suara irama rodat,

Santai di bawah pohon cemara,

Malaysia Indonesia Brunei bersahabat,

Dengan berpantun kita gembira.

 

Berbaju kebaya Puteri Pasai,

Bersama Kirana bawah teratak,

Urusan kerjaya sedang di langsai,

Segala rencana memerah otak.

 

Manis madu jika diminum,

Pahit kopi jika dijilat.

Siapa pun siap senyum,

Bila @Cikgu Rokiah @Mas Miftah @Siti Hawa, dll. siap bersilat.

 

Ikan gelama dalam tempayang,

Di siang aduka di perdu rambai,

Wahai Asma adindaku sayang,

Bersua mesra hatiku damai.

 

Ambil piring taruhlah puding,

Puding di potong janganlah penggal,

Nama saya tak pantas bersanding,

Abang Asrul janganlah tinggal.

 

Badan basah karena keringat,

Basah baju basah celana,

Abang Asrul slalu kuingat,

Saudara serumpun nan jauh di sana.

 

Pokok selasih daunnya rimbun,

Pokok lada daunnya layu,

Terima kasih saudara serumpun,

Semoga semua sehat selalu.

 

Gulung tembakau isaplah cerutu,

Cerutu hisap janganlah jilat,

Sini punya tradisi palang pintu,

Berbalas pantun dan pencak silat.

 

Kain sutra kainlah katun,

Buatlah kebaya berhias bulu,

Tampak Bang Asrul siap merekam pantun,

Janganlah lupa dandan dahulu.

 

Kalau pepaya di dalam peti,

Buah katis di tepi lada,

Kalau saya berdandan rapi,

Nanti teh Lilis semakin tergoda.

Komentar

Tinggalkan Balasan