oleh

40. #KMAB, GURU NEGERI SERUMPUN BERPANTUN

-KMAB, Literasi, Pantun-Telah Dibaca : 119 Orang

Ikan pelata dimasak santan,

Sedap dimakan di siang hari,

Bersihkan niat karena Tuhan,

Jangan sampai mengotori hati.

 

Hari redup kail tenggiri,

Umpannya pumpun dapatnya jahan,

Haram hidup menyombong diri,

Minta ampun kepada Tuhan.

 

Memang perlu ke Linggar jati,

Agar pulut mengisi acara,

Memang perlu bersihkan hati,

Agar mulut tak salah bicara.

 

Naik titi hendak berkelah,

Membawa bersama sebakul melati,

Ikhlas di hati karena Allah,

Moga syurga balasan menanti.

 

Tanah keramat ada di dusun,

Tanjung puteri tempat meniti,

Terbaca kalimat tuan tersusun,

Mengingat diri kepada mati.

 

Kalau tuan membeliĀ  jati,

Jati dibeli untuk diukir,

Kalau hendak bersihkan hati,

Jangan lupa selalu berzikir.

 

Cari atap di rumah fakir,

Mari belanja untuk berbenah,

Hati tetap selalu berzikir,

Tiada lupa mengingat Allah.

 

Kalau jati sudah di ukir,

Jati di jual di Pulau Penang,

Jika hati tetap berzikir,

Hidup seorang hamba akan tenang.

 

Duduk puteri di hadapan lang,

Duduk santun bersama ponakan,

Pagi hari sudah menjelang,

Arena pantun mari mulakan.

 

Mawar sekuntum buat si dara,

Berona putih dipilin baldu,

Assalualaikum salam sejahtera,

Meraut kasih di angin lalu.

 

Di dahan rapuh si burung bubut,

Daun selasih teliti diraut,

Waalaikumsalam salam ku sambut,

Meraut kasih hati bertaut.

 

Awan berbalam tampak bercanda,

Angin bayu menukar rentaknya,

Walaikumsalam duhai kekanda,

Kasih dipadu kekal hendaknya.

 

Padi huma di kerat perkasa,

Di panas terik mengalun siulan,

Mengetuk sukma debaran rasa,

Menanti detik merangkai ramalan.

 

Cempaka hutan tampaknya serlah,

Marilah kerat santun bupati,

Terukir suratan rancangan Allah,

Tawakal tersematĀ  reda di hati.

 

Bunga mawar di kebun melati,

Harum bau harumnya sifat,

Kalau tawakal tersemat di hati,

Itu tanda putusnya marifat.

 

Terbangnya rendah hinggap di laman,

Burung undan di seberang titi,

Hari nan indah udara nyaman,

Nikmat kehidupan syukuri pasti.

 

Puyuh di jerat anak penghulu,

Di rumpun rimba berakar selirat,

Nikmat sihat syukuri selalu,

Sakit juga nikmat tersirat.

Komentar

Tinggalkan Balasan