oleh

Aa Gym

-Terbaru-Telah Dibaca : 249 Orang

 

Aa Gym

Diantara jamaah aku mendengar isakan, bahkan aku pernah mendengar ada yang menangis keras, ketika itulah aku merasa ada “sesuatu” dibalik kata-kata orang bersorban putih yang dikemudian hari orang lebih mengenalnya Aa Gym.

Aa Gym adalah anak tentara, tinggalnya di KPAD ( komplek perwira angkatan darat) lokasinya tidak terlalu jauh dari pondok pesantren Daarut Tauhid.

Dulu, enggak tahu sekarang, ada mobil angkot kecil yang biasa mangkal dekat KPAD dengan tujuan IKIP ( UPI ) Universitas Padahal Ikip.

Jadi, bagi yang mau ke UPI dari KPAD akan melintas Daarut Tauhid (DT) orang-orang banyak menyebutnya.

Di DT santri tidak full belajar agama, bahkan fokus DT adalah mencetak santri yang punya jiwa usaha. Dulu, enggak tahu sekarang, apakah masih ada?

DT mempunnyai SSG ( Santri Siap Gu na) sependek pengetahuanku mereka gratis belajar di DT, kok ane tahu? Ya sahabat karib ane adalah SSG angkatan pertama.

Saat itu aku tinggal di Cibarunai ( komplek kuburan ) tapi aku lebih banyak bergaul di Sarimanis, nah di Sarimanis ada masjid, namanya masjid Al-Mubarokah. Di masjid ini adalah sekelompok remaja, yang menamakan dirinya ikatan remaja masjid Al-Mubarokah.

Selain mengaji di masjid Al-Mubarokah, kami juga mengaji di DT, satu minggu dua kali yakni Hari ahad dan malam Jum’at.

Pengajian Ahad, biasanya Aa Gym membahas Tauhid, sedang dimalam Jum’at, Aa mengupas Hikam, metode pengajiannya, Santri membaca Hikam lalu Aa menjelaskannya.

Di malam Jum’at itulah aku sering kali mendengar isakan tangis para jamaah, biasanya, setelah ceramah, Aa mengadakan Muhasabah, lampu-lampu masjid dibuat temaram, lalu jamaah diajak untuk mengingat dosa-dosa, diajak mengingat orang tua wabil khusus kepada bunda.

Tak lama setelah lampu di temaramkan, isak-isak sudah mulai terdengar, jamaah hanyut dibawa kedalam suasana muhasabah.

Ada yang mengkritisi Aa, karena dianggap tidak terlalu dalam ilmunya, tidak menguasai Turats, dan bla-bla lainnya.

Oklah, mungkin para pengkritik itu benar, tapi apakah sang pengkritik sudah tahu Imbas seorang Aa Gym?

Apakah dia tahu berapa jamaah yang sudah bertobat di DT?, Berapa orang yang sudah menjadi Muslim di masjid DT, masjid yang selalu dirindukan oleh jamaah terutama oleh mahasiswa UPI ( Universitas Padahal Ikip )

Masjid DT adalah masjid yang selalu open 24 jam, masjid yang sudah mencetak ribuan santri, dimana para santri DT dikenal sebagai Ahli Dzikir, ahli fikir dan ahli ikhtiar.

Aa Gym yang sudah mengubah kawasan Geger Kalong Girang menjadi sangat bersih, kawasan Gerlong Girang selalu mendapatkan penghargaan soal kebersihan.

Aa Gym memang suka sekali bebersih, Aa sukanya yang rapi, hatta sendal para jamaahpun di susun rapi.

Ajaran yang paling mendalam yang saya dapatkan dari seorang Aa adalah, “jangan pernah menjadi beban ..”

Bisa jadi Aa tidak terlalu dalam ilmu agamanya, tapi Aa sudah menjadi inspirasi banyak pihak, tidak hanya dari kalangan umat Islam tapi juga dari berbagai kalangan diluar Islam.

Bagaimana seorang anak tentara, yang punya cita-cita menjadi tentara tapi hanya karena kurang 1 cm, akhirnya menjadi Aa yang kita kenal saat ini.

Satu lagi, walaupun Aa tidak lama mengaji di Pondok pesantren, tapi dia punya guru yang luar biasa, yakni wak Khoer Afandi Tasik.

Wak Khoer adalah ulama kharismatik, punya karomah, punya “mata bathin” dalam berbagai kesempatan, Aa pernah bercerita tentang Wak Khoer, orang yang sangat dikaguminya.

Coba bandingkan sorban Aa dengan sorban wak Khoer, ada “kemiripan” disana. Murid yang mencintai gurunya, akan meniru gurunya, baik dari cara bertutur sampai cara berbusana. Aa sangat mencintai wak Khoer.

Sekarang Aa sedang sakit, semoga Tuhan segera mengangkat penyakitnya. masih banyak orang yang merindukan Aa, cepat sembuh ya Aa.

Mukti Ali,

Penjual pempek…

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed