oleh

HONDA 9

-Literasi-Telah Dibaca : 79 Orang

Senin, tanggal 22 Februari 2021
(Tantangan Menulis Hari ke-22)
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412
HONDA 9 

Seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang Ujian Nasional semua pengajar kelas 9 diundang rapat. Agenda tahunan itupun dipersiapkan sebaik mungkin agar semua siswa bisa mengikuti hajat nasional tersebut dan lulus 100%.

Tujuan Ujian Nasional itu sendiri di antaranya untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Kemudian juga sebagai sistem penilaian dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan.

Kriteria kelulusan peserta didik itu sendiri di antaranya sebagai berikut :

  1. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran yang dibuktikan dengan nilai raport tiap semester.
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik
  3. Lulus ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan/program pendidikan.

Alhamdulillah ketika tahun pertama tugas untuk persiapan Ujian Nasional anak-anak masih tampak semangat untuk belajar. Kehadiranpun 100%, dan mudah-mudahan ini akan bertahan lama. Minggu selanjutnya ketika saya sedang instirahat di ruang guru, tiba-tiba dikejutkan oleh dua orang siswa masuk ruangan dan mengucapkan salam. “Assalamu alaikum,” seraya masuk ruangan sambil membawa nasi beserta lauk pauknya. “Iki pak mangan dingin,” sambil senyum-senyum anak itu menawarkan makan siang kemudian menaruhnya di meja.

Siang itu udara terasa panas dan gerah. Sayapun masuk kelas untuk memulai membimbing anak-anak belajar. Suasana kelas agak berisik karena memang udara panas cukup menganggu konsentrasi belajar mereka. Sayapun mengajak mereka “mutar-mutar” dulu sebelum ke materi inti.  Kata-kata ataupun kalimat movitasi saya sampaikan. Orang bijak berkata, “Hidup ini bukan tentang setinggi apa kita bisa mencapai sesuatu, tapi semampu apa kita bisa mengisi hidup ini dengan sesuatu yang lebih berarti dan bernilai.” Ingatlah, ketika kita jatuhpun bukan berarti hidup kita ini gagal. Melainkan mendapat kesempatan untuk bangkit kembali dan terus memperbaiki diri agar ke depannya lebih baik lagi. So, tetap semangat, ya!”

Sayapun mempersilahkan anak-anak untuk membuka kumpulan soal-soal ujian nasional tahun-tahun sebelum. Cara ini sangat efektif untuk memahami jenis-jenis pertanyaan yang akan muncul di soal-soal ujian nasional nanti. Silahkan baca-baca dulu soalnya, kemudian jawab dan diskusikan bersama teman satu meja. Terima kasih.

Bersambung,

 

Salam literasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

9 komentar

News Feed