oleh

SELASA YANG BERKESAN

-Terbaru-Telah Dibaca : 31 Orang

SELASA YANG BERKESAN

Pukul 05.10 aku bersiap-siap untuk ke kantor. Tidak lupa kue bolu dan air mineral aku masukkan di backpack-ku untuk nanti sarapan di kantor. WhatsApp masuk dengan bunyi yang tiada henti. Pesan masuk dari teman-teman literasi yang sedang belajar menulis. Aku hanya membaca sekilas. Pelajaran-pelajaran it sungguh menarik. Namun aku sudah pernah mendapatkan pelajaran itu setahun yang lalu. Membaca hanya merefresh memory yang kadang-kadang stuck.

Aku baca juga whatsApp yg ditulis Om Jay bercerita tentang kapan nyamannya untuk menulis. Secara pribadi aku tidak punya target waktu kapan aku harus menulis. Yang jelas ketika ada waktu luang. Waktu luang dapat diciptakan sendiri karena jika terus menerus bekerja kepalaku bisa menjadi panas. Waktu yang biasa aku lakukan ketika aku menunggu nunutan dan pada saat diperjalanan menuju kantor. Memang benar kata Om Jay menulis di HP lebih mudah dan simpel . Tidak perlu membawa laptop kesana kemari,. cukup sediakan pulsa saja untuk berinternet.

Tidak berapa lama seniorku tiba untuk memberiku tumpangan ke kantor. Berdoa selama perjalanan untuk diriku dan penumpang lainnya juga surat Yasin untuk almarhum suami dan putra pertamaku.

Sampai di kantor aku segera berganti pakaian olah raga. Aku dan sahabatku ber Olah Raga di TMMI,.Kami mengendarai mobil dan parkir di depan Terminal kereta di dalam TMII. Cafe bubur Menado juga berada di area terminal kereta. Aku pesan 2 porsi bubur Menado , 2 porsi pisang kipas dan 2 gelas teh panas tanpa gula untuk aku dan sahabatku.

Kami berjalan mengelilingi danau di dalam TMII, tempat pulau-pulau kecil di Indonesia. Lumayan jauh tapi menyenangkan. Sesekali aku selfie berdua. Pertama berselfie di depan Anjungan DKI Jakarta, kemudian Lampung dan Anjungan-anjungan lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Saya paling suka berfoto di depan Istana anak-anak Indonesia. Aku belum pernah memasuki anjungan itu. Sesekali aku bertemu dengan perwira lainnya yang sedang jogging bersama teman-temannya. Tidak banyak. Hanya sesekali berpapasan.

Aku menikmati suasana hening di jalanan menuju  terminal kereta. Pk 08.15 kami sampai art shops. Kami mampir ke dalam dan beli beberapa tas ukuran buku Yasin untuk souvenir 40 hari meninggalnya suami. Sahabatku membeli celana panjang batik. Harga di art shop sangat murah. Kadang saya merasa kasihan kepada para pengrajin daerah yang dihargai murah.

Jika aku ada kesempatan dinas ke luar negeri lagi aku akan belanja souvenir di art shop di TMII karena harga-harganya yang murah sekaligus memperkenalkan budaya daerah di Indonesia.

Aku melanjutkan destinasiku untuk sampai di Cafe bubur Menado untuk sarapan. Bubur yang sudah mulai dingin dan goreng pisang sudah tersaji diatas meja. Kami menikmati minum teh panas tanpa gula. Sambal roa yang menggugah selera  menjadi pelengkap buburku. Aku pesan sambal 3 bungkus untuk putraku.

Kami makan sedikit cepat karena harus segera kembali ke kantor. Kami tidak bisa menghabiskan goreng pisang karena sudah sarapan bubur. Aku lihat bubur di piring sahabatku yang habis tanpa sisa, sementara piringku masih ada setengah. Aku tidak bisa menghabiskan buburku karena bubur tidak lagi panas. Aku minta pramusaji untuk membungkus pisang goreng untuk teman-teman di kantor dan untuk putraku.

Setelah membayar aku dan sahabatku segera kembali ke kantor dengan perut kekenyangan. Perjalanan dari TMII ke kantor hanya 20 menit. Kami berdua benar-benar menikmati hari Selasa yang berkesan.

Jakarta, 23 Februari 2021

Nani Kusmiyati, S.Pd., M.M.

LOMBA MENULIS PGRI

Hari ke-23

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed